alexametrics

Peranan Pendidikan Karakter di dalam Pendidikan

Oleh: Putu Widiyatmoko

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan karakter adalah suatu hal yang mutlak harus dilaksanakan karena pada dasarnya semua guru sebagai pendidik memiliki tujuan yang sama dalam membentuk karakter bangsa.

Tidak serta merta pendidikan karakter menjadi tanggung jawab dari pendidikan moral atau budi pekerti dan pendidikan Pancasila (Santika, 2019:79), melainkan menjadi tanggung jawab semua bidang studi.

Oleh karena itu ketika pelaksanaan Kurikulum 2013, keseimbangan ranah pembelajaran antara kognitif, afektif dan psikomotor menjadi ouput yang mutlak sebagai bagian penidikan karakter bangsa.

Karakter adalah watak seseorang, atau ahlak yang diperoleh dari internalisasi dengan lingkungannya. Karakter seseorang akan menjadi baik apabila didasarkan dengan nilai-nilai moral dan etika yang berlaku dan disepakati di masyarakat.

Lickona (1992) menekankan pentingnya tiga komponen karakter yang baik (components of good character), yaitu moral knowing atau pengetahuan tentang moral, moral feeling atau perasaan tentang moral, dan moral action atau perbuatan moral. Karakter yang baik akan muncul setelah ketiga komponen karakter tersebut bisa terpenuhi dalam diri peserta didik. Lebih lanjut Nopan Omeri (2015) menyatakan karakter merupakan perpaduan antara moral, etika, dan akhlak.

Baca juga:  Microsoft Sway, Tingkatkan Minat Belajar Sains Materi Rangkaian Listrik Sederhana saat Pandemi

Pendidikan di Indonesia perlu menekankan pada pendidikan karakter. Karena peran sekolah tidak hanya bertujuan membentuk anak yang cerdas, tetapi juga anak yang baik. Membentuk anak didik agar berkarakter tangguh bukan sekadar tugas tambahan bagi guru, melainkan tanggung jawab yang melekat pada perannya sebagai guru (Akin, 1995:1).

Pendidikan karakter di sekolah perlu melibatkan berbagai komponen terkait yang didukung oleh proses pendidikan itu sendiri. Yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan warga sekolah, pengelolaan perkuliahan, pengelolaan berbagai kegiatan peserta didik, pemberdayaan sarana dan prasarana.

Pendidikan karakter bertujuan meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan.

Baca juga:  Presentasi Vlog Menumbuhkan Students Talk dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Salah satu upaya untuk mengimplementasikan pendidikan karakter adalah melalui pendekatan holistik. Yaitu mengintegrasikan perkembangan karakter ke dalam setiap aspek kehidupan sekolah.

Berikut ini ciri-ciri pendekatan holistik (Elkind dan Sweet, 2005) antara lain: segala sesuatu di sekolah diatur berdasarkan perkembangan hubungan antara pendidik, peserta didik, dan masyarakat; Sekolah merupakan masyarakat peserta didik yang peduli di mana ada ikatan yang jelas yang menghubungkan peserta didik, pendidik, dan sekolah; Pembelajaran emosional dan sosial setara dengan pembelajaran akademik; Kerja sama dan kolaborasi di antara peserta didik menjadi hal yang lebih utama dibandingkan persaingan; Nilai-nilai seperti keadilan, rasa hormat, dan kejujuran menjadi bagian pembelajaran sehari-hari baik di dalam maupun di luar kelas.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar IPS melalui Pembelajaran Kooperatif Model Problem Posing

Disiplin dan pengelolaan kelas menjadi fokus dalam memecahkan masalah dibandingkan hadiah dan hukuman. Model pembelajaran yang berpusat pada pendidik harus ditinggalkan dan beralih ke kelas demokrasi di mana guru dan siswa berkumpul untuk membangun kesatuan, norma, dan memecahkan masalah.

Pendidikan karakter adalah menumbuhkembangkan kemampuan dasar peserta didik di SDN Selomoyo, Kecamatan Kaliangkrik agar berpikir cerdas, berperilaku yang berakhlak, bermoral, dan berbuat sesuatu yang baik. Bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Sehingga peran pendidikan karakter di sekolah dasar memiliki posisi yang sangat untuk peningkatan kemampuan peserta didik dilihat dari kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Dan mampu memberikan nuansa tersendiri terhadap setiap satuan pendidikan dalam berinteraksi dengan sesama siswa, guru, dan msyarakat. (pm2/lis)

Guru SDN Selomoyo, Kec. Kaliangkrik, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya