alexametrics

Menulis Teks Dialog Mudah dengan Media “Tumbar Trasi”

Oleh : Ermi Risanti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KETERAMPILAN menulis dialog merupakan keterampilan yang cukup sulit dikuasai oleh peserta didik kelas 8 SMP. Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan teknologi dan informatika mempengaruhi perkembangan kebahasaan pada peserta didik terutama bahasa Jawa.

Di lingkungan keluarga banyak orangtua yang mengajarkan bahasa Indonesia atau bahasa asing sebagai bahasa ibu, sehingga peserta didik tidak fasih untuk berbahasa Jawa sesuai unggah-ungguh basa.

Selain itu, masih banyak peserta didik yang belum menguasai ejaan dan tata bahasa, sehingga mereka kesulitan untuk mengikuti pembelajaran menulis dialog. Hal itu juga dialami peserta didik penulis di SMP Negeri 4 Ungaran, Kabupaten Semarang

Menurut Gumperz dalam Rustono 1999:48 mendefinisikan bahwa pengertian percakapan dialog merupakan suatu bentuk aktivitas kerjasama yang berupa interaksi komunikatif. Interaksi berarti saling melakukan aksi sebagai realisasi komunikasi yang melibatkan paling sedikit dua orang.

Baca juga:  Lingkunganku Tempat Belajarku

Oleh karena itu keterampilan menulis dialog membutuhkan kerjasama antar peserta didik dengan memperhatikan ejaan, tata bahasa, serta struktur dialognya. Pada pembelajaran menulis dialog ini peserta didik membentuk kelompok kecil yang terdiri atas dua orang.

Jadi, ketika pada pembelajaran selanjutnya peserta didik dapat mempraktikkan dialog tersebut dengan anggota kelompoknya.

“Tumbar Trasi” merupakan akronim dari kata “Kartu Gambar Ilustrasi”. Media gambar ilustrasi berisi gambar yang menceritakan kehidupan sehari-hari dan bermuatan nilai karakter yang digunakan untuk mempermudah peserta didik dalam menulis dialog.

Melalui gambar ilustrasi diharapkan peserta didik akan memahami materi teks dialog dengan maksimal sehingga mampu mengurangi kebingungan peserta didik dalam menggunakan ragam ngoko dan krama dalam pembelajaran berdialog khususnya yang melibatkan orang tua.

Contoh gambar ilustrasi yang digunakan adalah gambar seorang anak yang meminta izin kepada orangtuanya untuk berangkat sekolah. Dengan adanya gambar ilustrasi tersebut memudahkan peserta didik untuk menulis kalimat dalam dialog.

Baca juga:  Menulis Cerpen Lebih Asyik dengan Media WhatsApp

Langkah-langkah pembelajaran yang dilaksanakan antara lain: Guru menyiapkan video dialog antara anak dan orang tua yang belum sesuai dengan unggah-ungguh basa. Peserta didik bersama guru memberikan tanggapan terhadap isi video tersebut.

Guru memberikan cermah singkat tentang pengenalan ragam bahasa Jawa/unggah-ungguh basa yaitu ngoko dan krama dan penerapannya dalam berdialog serta tata cara berdialog dengan baik dan benar.

Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang kosakata ngoko dan krama. Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil yang terdiri atas 2 orang.

Guru menggunakan media Tumbar Trasi antara anak dan orangtua tentang kegiatan/permasalahan sehari-hari untuk memudahkan peserta didik membuat teks dialog sesuai unggah-ungguh basa Jawa yang benar.

Peserta didik berlatih memeragakan dialog dengan anggota kelompok. Setelah itu, guru menunjuk satu per satu kelompok untuk maju memeragakan dialog yang telah dibuat.

Baca juga:  Tingkatkan Kualitas Proses Belajar Bahasa dengan Lesson Study

Selama proses bermain peran berlangsung, guru melaksanakan observasi aktivitas belajar peserta didik dan mengisinya pada lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya.

Guru bersama peserta didik mengevaluasi dan memberikan kritik tentang penampilan kelompok yang maju sehingga kekurangan dan kelemahan masing-masing kelompok dapat diperbaiki bersama.

Pembelajaran menulis teks dialog yang melibatkan orang tua memang tidak mudah akan tetapi jika menggunakan model pembelajaran serta media yang tepat maka pembelajaran tersebut dapat menarik dan menyenangkan.

Salah satunya dengan media Tumbar Trasi antara anak dan orang tua dengan menerapkan unggah-ungguh basa Jawa yang tepat. Seperti yang diterapkan di SMPN 4 Ungaran, Kabupaten Semarang ini. (bk1/zal)

Guru SMPN 4 Ungaran, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya