alexametrics

Menulis Cerpen Lebih Asyik dengan Media WhatsApp

Oleh Reni Pamuji, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MENULIS adalah salah satu dari empat aspek kebahasaan yang bersifat produktif. Menurut Henry Guntur Tarigan (2008: 3), keterampilan menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak secara tatap muka dengan pihak lain.

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus diajarkan pada siswa karena mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Keterampilan menulis cerpen bukanlah sesuatu yang dapat diajarkan melalui uraian atau penjelasan semata-mata. Siswa tidak akan memperoleh keterampilan menulis hanya dengan duduk, mendengarkan penjelasan guru, dan mencatat penjelasan guru.

Keterampilan menulis cerpen dapat ditingkatkan dengan melakukan kegiatan menulis cerpen secara terus-menerus sehingga akan memperngaruhi hasil dan prestasi siswa dalam menulis cerpen.

Salah satu cara membuat kelas lebih hidup dan siswa lebih aktif, yakni dengan mendorong siswa berlatih untuk menulis kreatif. Ini dilakukan dengan memberikan tema-tema yang bersifat umum agar dapat dikembangkan sendiri oleh para siswa berdasarkan pengamatan dan pengalaman mereka.

Baca juga:  Perspektif Corona dari Sisi Agama Islam

Hal ini sesuai dengan pendekatan konteksual. Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Sanjaya, 2005:109).

Guru sebagai penyampai materi kepada siswa harus dapat menyampaikan materi yang akan dibahas dengan metode dan media yang tepat dan menarik.

Hal itu akan berdampak pada keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas yang diberikan guru. Dalam keterampilan menulis cerpen dibutuhkan media yang mempermudah siswa.

Media yang penulis pilih saat pembelajaran menulis cerpen di SMP Negeri 4 Ungaran, Kabupaten Semarang adalah percakapan WhatsApp Grup karena media tersebut dapat membantu siswa dalam menulis cerpen.

Menurut Bambang Winarso (https://dailysocial.id/post/apa-itu-whatsapp:2015), WhatsApp adalah aplikasi pesan instan untuk smartphone, jika dilihat dari fungsinya WhatsApp hampir sama dengan aplikasi SMS yang biasa dipergunakan di ponsel lama. Tetapi WhatsApp tidak menggunakan pulsa, melainkan data internet.

Baca juga:  Belajar Sebaran Flora dan Fauna Menyenangkan dengan Joyfull Learning

Dengan menggunakan WhatsApp, kita dapat melakukan dialog atau obrolan daring, berbagi file, bertukar foto, dan lain-lain. Penggunaan WhatsApp sebagai media pembelajaran tentunya akan memberikan dampak positif untuk proses pembelajaran.

Hal itu dikarenakan siswa akan lebih tertarik sehingga siswa dapat menerima materi pelajaran dengan baik. Percakapan WhatsApp Grup dapat menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Penggunaan media percakapan WhatsApp Grup dalam pembelajaran merupakan salah metode yang digunakan oleh guru dalam membantu siswa merangsang siswa dalam menulis cerpen.

Langkah pembelajaran CTL yang diterapkan dengan penggunaan media percakapan WhatsApp Grup sebagai berikut. Pertama, guru mengarahkan siswa untuk mencermati kertas berisi salinan percakapan WhatsApp Grup.

Dengan bimbingan guru, siswa diajak untuk menemukan suatu fakta dari permasalahan yang disajikan guru/dari materi yang diberikan guru. Kemudian guru memancing reaksi siswa untuk melakukan pertanyaan-pertanyaan dengan tujuan untuk mengembangkan rasa ingin tahu siswa.

Baca juga:  Presentasi Siswa dengan WPS Office pada Smartphone

Tahap berikutnya, guru membentuk kelas menjadi beberapa kelompok umtuk melakukan diskusi, dan tanya jawab untuk menentukan garis besar cerita berdasarkan percakapan WhatsApp tersebut, kemudian menuliskannya menjadi sebuah cerpen dan mempresentasikan hasil kerjanya. Tahap terakhir, guru bersama siswa melakukan refleksi atas kegiatan yang telah dilakukan. Guru melakukan evaluasi, yaitu menilai kemampuan siswa yang sebenarnya.

Perubahan aktivitas dan hasil belajar pada siswa terlihat sangat signifikan. Hal tersebut terjadi selama dan setelah pembelajaran menggunakan media percakapan WhatsApp Grup.

Mereka merasa tertarik dengan media percakapan WhatsApp Grup yang sering mereka temui setiap harinya. Penggunaan teknik dan media pembelajaran yang tepat serta menarik akan menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan menarik. (bk1/zal)

Guru SMPN 4 Ungaran, Kab, Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya