alexametrics

Model Kooperatif Tipe Jigsaw Meningkatkan Hasil Belajar

Oleh : Sobri, S.Pd., M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh guru dan siswa. Siswa memiliki peran yang sangat vital dalam mencapai tujuan pembelajaran. Siswa sangat diharapkan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Berhasil atau tidaknya proses pembelajaran sangat tergantung bagaimana seorang guru mengelola kelas supaya tercipta suasan pembelajaran yang aktif.

Hal ini menuntut bahwa harus terjadi pergeseran sudut pandang. Pembelajaran yang terpusat pada guru (teacher oriented) bergeser menjadi sebuah kegiatan pembelajaran yang lebih berorientasi pada keaktifan siswa (student oriented).

Artinya, peran guru sudah dibatasi, baik hanya sebagai motivator maupun sebagai fasilitator. Jika dikonversikan dengan angka, maka porsi keterlibatan guru dan siswa adalah 30 persen berbanding 70 persen.

Demikianlah suatu kegiatan pembelajaran yang ideal. Tetapi, kenyataan di lapangan sangat berbeda dengan teori-teori serta niat yang hendak dicapai. Permasalahan yang sering ditemui dalam kegiatan pembelajaran yang terjadi di SMA Negeri 1 Petarukan pada materi gerak vertikal.

Baca juga:  Pendampingan Guru BK dalam Penguatan Karakter Siswa di Masa Pandemi

Saat pembelajaran berlangsung, sebagian siswa terlihat kurang aktif dalam pembelajaran. Untuk berbicara menyampaikan pendapat, ide, mengajukan pertanyaan, dan menjawab pun mereka tidak berani.Tidak lebih dari 10 persen siswa yang berani berbicara.

Sudah sering guru memancing keaktifan siswa baik itu dengan gambar, masalah yang menarik, bahkan stimulus penambahan nilai.

Sehingga terkesan guru selalu menjadi pemeran utama yang menguasai segala hal. Selain itu, siswa sering terlihat kurang fokus dalam belajar dan siswa sering berbicara sendiri dengan teman pada saat pembelajaran berlangsung.

Siswa hanya bertindak sebagai objek pembelajaran saja. Peran siswa tidak lebih sebagai pendengar setia. Dengan kata lain, pembelajaran terjadi lebih mengarah kepada teacher oriented. Hal tersebut bisa mempengaruhi hasil belajar siswa.

Dari permasalahan di atas maka perlu adanya proses pembelajaran yang mampu memberikan peran aktif siswa, salah satu alternatif adalah pendekatan kooperatif tipe Jigsaw yang diterapkan guru di kelas dalam proses belajar mengajar guna meningkatkan motivasi siswa di kelas dan juga meningkatkan hasil belajar siswa.

Baca juga:  Penelitian Mandiri Tingkatkan Kemampuan Kognitif Siswa pada Pelajaran Biologi

Pada tipe ini, kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dengan 4-6 orang. Setiap kelompok oleh Aronson dinamai kelompok jigsaw (gigi gergaji). Pelajaran dibagi dalam beberapa bagian sehingga setiap peserta didik mempelajari salah satu bagian pelajaran tersebut. Semua peserta didik dengan bagian pelajaran yang sama belajar bersama dalam sebuah kelompok, dan dikenal sebagai “counterpart group” (CG).

Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dan aktif dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal dalam mata pelajaran fisika tentang gerak vertikal. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa penelitian telah mengalami keberhasilan.

Guru berharap pendekatan ini bisa menstimulus siswa untuk berani aktif berbicara dalam kegiatan pembelajaran. Jika siswa aktif dalam berbicara, maka otomatis pikiran siswa hanya terfokus pada pembelajaran. Sehingga akan berpengaruh positif terhadap hasil belajar mereka.

Baca juga:  Melihat Pentingnya Peran Bimbingan Konseling saat Pembelajaran Jarak Jauh

Pembelajaran pada hakikatnya mempersiapkan peserta didik untuk dapat menampilkan tingkah laku hasil belajar dalam kondisi yang nyata, atau memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. Dengan melakukan pembelajaran siswa membekali dirinya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang menyangkut kehidupannya.

Melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat dimaknai bahwa pembelajaran adalah kegiatan belajar siswa dalam prosesnya dan ada interaksi antara guru dan siswa, atau siswa dengan siswa. Serta akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar yang sudah dirumuskan. (bk1/lis)

Guru SMA Negeri 1 Petarukan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya