alexametrics

Komik Cerita Sederhana Pantik Kreativitas Menulis Narasi

Oleh: Nok Urip, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MENGARANG pada prinsipnya merupakan kegiatan bercerita tentang sesuatu yang ada pada angan-angan, penceritaan itu dapat dituangkan dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Setiap manusia pada hakikatnya bisa menjadi pengarang. Namun, menuangkan buah pikiran secara teratur dan terorganisasi ke dalam tulisan tidaklah mudah.

Banyak orang yang pandai berpidato tetapi mereka masih kurang mampu menuangkan gagasannya ke dalam bentuk bahasa tulisan. Maka untuk bisa mengarang dengan baik, seseorang harus mempunyai kemampuan menulis.

Tarigan (dalam Agus Suriamiaharja, 1996:1) berpendapat bahwa “Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipakai oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut.”

Kemampuan menulis dapat dicapai melalui proses belajar dan berlatih. Di dalam proses belajar-mengajar di sekolah guru memegang peran memberikan rangsangan untuk membangkitkan proses berpikir siswa.

Baca juga:  Metode Talking Stick Membuat Pembelajaran Matematika Semakin Menyenangkan

Kesulitan siswa melakukan aktivitas menulis di sekolah maupun kekurangtepatan guru memilih strategi dan media pembelajaran menulis menjadi faktor penyebab ketidakberhasilan sekolah menjadikan menulis sebagai suatu budaya/tradisi baik bagi siswa dan guru.

Indikasi hal ini juga terlihat saat pembelajaran menulis narasi di kelas VI SDN Maduretno Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang. Berdasarkan wawancara antara penulis dan siswa, didapatkan gambaran mengenai kesulitan kegiatan menulis siswa, yaitu salah satunya kosakata yang dimiliki siswa terbatas.

The Liang Gie (1992:18), mengungkapkan bahwa “Untuk dapat menyampaikan gagasan dan fakta secara lincah dan kuat, seseorang perlu memiliki perbendaharaan kata yang memadai, terampil menyusun kata-kata menjadi beraneka kalimat yang jelas, dan mahir memakai bahasa secara efektif”.

Berdasarkan pengamatan penulis pada saat pembelajaran menulis cerita secara banyak siswa yang masih kesulitan untuk menuangkan ide mereka menjadi sebuah cerita. Pembelajaran menulis adalah momok dalam pelajaran bahasa Indonesia bagi siswa karena mereka harus berpikir dan menuangkan pikirannya dalam bahasa tulis sekaligus.

Baca juga:  Peningkatan Minat Baca Siswa Menggunakan Aplikasi WahatsApp Auto Respon

Keterbatasan kosakata siswa cukup mempengaruhi minat siswa dalam mengembangkan idenya untuk dituangkan menjadi tulisan. Siswa terlihat kurang bersemangat untuk menyelesaikan tugas mereka membuat cerita narasi yang diberikan oleh penulis sebagai sebuah produk penilaian.

Oleh karena itu, untuk menghadapi kesulitan menulis pada siswa diperlukan penerapan suatu media pembelajaran yang efektif dan dapat menunjang kegiatan pembelajaran.

Sudarwan Danim (1994:7) mengemukakan bahwa media dalam pembelajaran merupakan seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru dalam rangka memperlancar penyampaian materi pada peserta didik.

Penulis berusaha membuat pembelajaran menulis menjadi lebih menyenangkan dengan menggunakan media Komik Cerita Sederana merupakan buku cerita yang banyak disukai siswa dibandingkan buku cerita lainnya. Nilai lebih cerita bergambar terletak pada unsusr fantasi yang menghibur dan adanya unsur visual.

Baca juga:  Manfaatkan Media Youtube untuk Mendeklamasikan Puisi

Unsur visual inilah yang menarik minat baca siswa, karena unsur visual ini, siswa dapat dengan mudah mengikuti jalan cerita di samping dapat membedakan peran-peran tokoh dalam cerita tersebut. Di dalam cergam atau komik pun, latar kejadian/tempat tokoh-tokoh berperan tersaji jelas.

Adapun langkah-langkah penerapan media ini yaitu Menyusun cerita berdasarkan rangkaian gambar secara urut sehingga menjadi karangan narasi yang utuh. Memadukan kalimat menjadi karangan narasi yang padu dengan menggunakan kata sambung yang tepat, dan Menggunakan ejaan dan tanda baca secara benar dalam karangan narasi. (ms2/zal)

Guru SDN Maduretno, Kab. Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya