alexametrics

Sketchnote, Mudahkan Siswa Belajar Sains

Oleh: Tri Asmi Maslikhah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan seseorang secara individu, keluarga, maupun bangsa dan negara. Keberhasilan suatu bangsa ditentukan oleh keberhasilan pendidikan bangsa itu sendiri.

Lembaga pendidikan formal di Indonesia diselenggarakan oleh pemerintah. Pemerintah menentukan kurikulum, tetapi satuan pendidikan punya kewenangan mengembangkan kurikulum tersebut demi pencapaian kompetensi yang diharapkan satuan pendidikan yang bersangkutan.

Pencapaian kompetensi pada satuan pendidikan dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran. Ada banyak hal yang dipelajari di sekolah dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Salah satu mata pelajaran pokok yang harus dikuasai siswa adalah mata pelajaran Sains atau dulu dikenal dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Pembelajaran IPA di SD banyak memuat materi, sehingga membuka kesempatan untuk memupuk rasa ingin tahu peserta didik secara ilmiah. Dalam kegiatan pembelajaran Sains, peserta didik bisa belajar mencari jawaban atas fenomena-fenomena yang terjadi di alam. Pernyataan ini senada dengan pendapat Trefil dan Hazen (2010:14), “ Science is a way of asking and answering questions about the physical universe.”

Baca juga:  Revitalisasi Peran Komite Sekolah dalam Mencapai Kemajuan Sekolah

Tetapi pada kenyataannya tidak semua peserta didik tertarik mempelajarinya, apalagi menguasai kompetensi seperti yang diharapkan. Penguasaan konsep Sains yang kurang ini disebabkan oleh peserta didik yang kurang dalam merespons pembelajaran yang diberikan oleh guru.

Mereka kurang tertarik jika harus belajar menggunakan metode konvensional. Apalagi pada zaman milenial yang dipenuhi oleh gemerlap kemajuan teknologi ini.

Inilah alasannya sistem pendidikan Indonesia harus dapat menyiapkan mereka agar tidak tersisih di era globalisasi ini. Salah satunya dengan menyelenggarakan pembelajaran kreatif untuk para generasi muda saat ini supaya mereka tetap tertarik dengan kegiatan belajar.

Pembelajaran kreatif dan inovatif diharapkan dapat memberikan bekal yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dan masalah dalam hidup yang tak menentu. Oleh karena itu,pembelajaran hendaknya dilaksanakan dengan kegiatan yang menarik.

Baca juga:  Pembelajaran Materi Globalisasi dengan Praktik Jual Beli Online

Salah satu metode yang bisa dijadikan alternatif yaitu dengan teknik Sketchnote. Sketchnote yaitu teknik pencatatan yang berisi tentang tulisan dan gambar yang bertujuan untuk mendeskripsikan sebuah ide dan memperjelas konsep tulisan melalui gambar-gambar yang menarik.

Gambar ini bisa berupa gambar peta pikiran, gambar ilustrasi dari materi, flowchart, time lines, atau gabungan dari itu.

Sketchnote ini pertama kali dipopulerkan oleh Mike Rohde. Di dalam bukunya, Sketchnote the Handbook, Mike Rohde mengatakan bahwa sketchnote tercipta dari rasa frustasi yang dia alami ketika dia harus membuat catatan dan harus membacanya kembali untuk menguasai konsep.

Sama dengan masalah yang dihadapi siswa, ketika mereka menghadapi banyak tulisan dan berusaha membaca untuk memahaminya, kadang anak merasa jenuh dan kurang tertarik.

Oleh karena itu, untuk membantu memecahkan kesulitan ini, penulis sering menggunakan metode sketchnote di kelas 5 SDN Bumiayu untuk menarik perhatian siswa dalam membimbing kegiatan pembelajaran Sains.

Baca juga:  Menariknya Belajar Membuat Alat Peraga Tata Surya Sederhana

Seperti menerangkan materi Sistem Pernafasan Manusia dan Sistem Pencernaan Manusia yang membutuhkan gambar-gambar untuk memvisualisasikan materi.

Ketika memberikan materi Sains, guru sering melengkapi materi dengan gambar-gambar coretan tangan, sehingga anak menjadi lebih tertarik dan paham karena materi menjadi mudah lebih dipahami. Hasil belajar pun meningkat, taraf serap di kelas mengalami kenaikan.

Jadi, pada intinya sketchnote itu metode pencatatan yang menggabungkan gambar, ikon, dan tulisan. Jadi anak bisa dengan mudah menyerap ilmu karena ada gambar yang menjelaskan materi. Sehingga materi terasa lebih konkret dan mudah dimengerti.

Anak juga bisa cepat memahami alur atau konsep materi karena guru kadang juga menyajikan materi dalam bentuk mind map atau peta konsep materi yang sedang dipelajari. (pm1/lis)

Guru SDN Bumiayu, Kec, Kajoran, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya