alexametrics

Metode Pembelajaran Artikulasi Tumbuhkan Semangat Belajar Tematik

Oleh : Tanti Rudi Siswanti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PROSES pembelajaran pada satuan pendidikan di selenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Hal tersebut mengamanatkan kepada peserta didik untuk mengubah paradigma pembelajaran dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada peserta didik. Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 pasal 19 ayat (1).

Sedangkan Menurut Suryosubroto (2009), pembelajaran tematik adalah satu usaha untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, nilai atau sikap pembelajaran serta pemikiran yang kreatif dengan menggunakan tema.

Sebagai guru, sudah sewajarnya peka terhadap perubahan situasi dan menyadari bahwa guru saat ini bukan sebagai satu satunya sumber belajar. Guru sebaiknya melakukan perubahan dalam pembelajaran.

Hal tersebut di harapkan mampu menjawab kebutuhan kwalitas guru di era sekarang ini. Perubahan selain di lakukan untuk kepentingan siswa, sehingga para siswa ,merasa senang dengan pembelajaran tematik yang mereka ikuti.

Baca juga:  Layanan Konkonmelek WA Bimbingan Konseling di Masa PJJ

Dengan Motode Pembelajaran Artikulasi ini saya terapkan di Kelas 3, SD Negeri Mangkukusuman 3, Kota Tegal, guna mendongkrak dan menumbuhkan semangat belajar tematik yang menyenangkan.

Metode Pembelajaran Artikulasi yaitu Metode yang prosesnya seperti pesan berantai, artinya materi apa yang telah di berikan guru, siswa wajib meneruskan menjelaskan pada siswa lain (pasangan kelompoknya).

Di sinilah keunikan model pembelajaran ini. Siswa di tuntut untuk biasa berperan sebagai penerima pesan sekaligus berperan sebagai penyampai pesan. Metode ini menuntut siswa aktif dalam dalam pembelajaran tematik dimana siswa di bentuk menjadi kelompok kecil yang masing masing siswa dalam kelompok tersebut mempunyai tugas mewawancarai teman.

Langkah-langkah dari metode pembelajaran artikulasi yaitu: pertama guru menyampaikan kompetensi yang ingin di capai, kedua guru menyajikan materi yang biasa, untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang, menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru di terima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan catatan kecil, kemudian berganti peran.

Baca juga:  Pendidikan dan Keadaban Bangsa

Begitu juga kelompok lainnya. Menugaskan siswa secara bergiliran / di acak menyampaikan hasil wawancaranya dengan pasangannya sampe sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya. Guru mengulangi / menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum di pahami siswa dan guru memberikan kata kesimpulan dan penutup proses pembelajaran.

Perbedaan metode artikulasi dengan metode lainnya adalah penekanannya pada komunikasi siswa kepada teman satu kelompoknya, karena di sana ada proses wawancara pada teman satu kelompoknya, serta pada cara tiap siswa menyampaikan hasil diskusi di depan kelompok yang lain, sebab setiap anak memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat kelompoknya.

Manfaat model pembelajaran artikulasi yaitu siswa menjadi lebih mandiri, siswa bekerja dalam kelompok untuk menuntaskan materi belajar, penghargaan berorientasi pada kelompok dari pada individu, terjadi interaksi antar siswa dalam kelompok kecil, masing masing siswa memiliki kesempatan berbicara di depan kelas untuk menyampaikan diskusi kelompok mereka.

Baca juga:  Menumbuhkan Pendidikan Karakter melalui Batik Plumpungan

Dapat di simpulkan bahwa Metode Pembelajaran Artikulasi ini menekankan pada interaksi dan komunikasi siswa sebagai perekam informasi dari siswa lain sebagai anggota kelompok kecil untuk kemudian di sampaikan di depan kelas. Siswa secara mandiri menggali informasi dari temannya, kemudian mencernanya, lalu apa yang telah di peroleh tersebut di share di depan kelas sebagai bentuk pelaporan sekaligus sumber informasi bagi siswa lainnya.

Hal ini dapat melatih kemandirian, komunikasi, pemahaman serta kepercayaan dari siswa dalam pembelajaran. (bk2/zal)

Guru SDN Mangkukusuman 3 Kota Tegal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya