alexametrics

Metode Tepat Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Problem Solving

Oleh : Elok Fatayati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Guru harus memiliki strategi dalam proses belajar mengajar agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan.

Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu, ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut metode mengajar.

Metode mengajar yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan (message) secara lisan kepada siswa berbeda dengan cara yang ditempuh untuk memantapkan siswa dalam menguasai pengetahuan, keterampilan serta sikap.

Metode merupakan suatu cara dalam menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut Mansyur (1998: 145) menyebutkan metode adalah cara dan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan.

Selanjutnya, Sudirjo dalam buku Metodik Lanjutan Atas mengemukakan metode mengajar adalah cara yang dipergunakan guru dalam menyajikan bahan pelajaran dengan memperhatikan keseluruhan situasi belajar untuk mencapai tujuan.

Baca juga:  Rekreasi Merangsang Siswa untuk Produksi Cerita Sejarah Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Dalam pengajaran bahasa Indonesia penggunaan metode mengajar harus berpedoman pada tujuan yang akan dicapai tanpa melupakan faktor-faktor siswa. Guru harus menggunakan metode yang sesuai situasi dan kondisi kelas pada saat pembelajaran.

Salah satu metode yang tepat digunakan dalam pelajaran bahasa Indonesia kelas XII di SMA Negeri 1 Jatibarang adalah metode pembelajaran problem solving. Metode ini merupakan cara penyajian bahan pelajaran dengan jadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha mencari pemecahannya oleh siswa.

Penerapan metode pembelajaran problem solving dilakukan dimana guru menyampaikan pokok bahasan yang akan diajarkan sehari atau sebelum pembelajaran. Pada saat pembelajaran siswa sudah mempelajari materi yang telah dipelajari.

Sehingga potensi intelektual dari dalam diri siswa akan meningkat. Hasil tersebut dapat ditunjukkan karena materi yang dipelajari akan terpatri dan dapat bertahan lama dalam pikiran, sehingga dibuktikkan siswa mampu mengeluarkan pendapatnya dengan rasa percaya diri.

Baca juga:  Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Daring di Sekolah

Metode problem solving adalah sebuah metode pembelajaran yang berupaya membahas permasalahan untuk mencari pemecahannya. Metode tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa karena mempunyai tiga strategi.

Yaitu prosedur langkah yang bersifat sistematik dan konsisten, jalan pintas yang memiliki kemungkinan tinggi kepada penyelesaian yang tepat, dan dapat merinci masalah kompleks ke dalam sub masalah.

Hal tersebut mudah diterapkan karena pada dasarnya setiap hari kita dihadapkan pada berbagai situasi dan kondisi yang harus kita selesaikan dengan baik tanpa terbebani masalah.

Begitu juga dalam kegiatan belajar mengajar harus dikaitkan dengan kehidupan nyata yang sering terjadi di lingkungan masyarakat yang semuanya tidak terlepas dari masalah. Untuk itu dalam kegiatan belajar dibutuhkan metode yang dapat memecahkan masalah atau metode pembelajaran problem solving.

Adapun langkah-langkah metode problem solving secara garis besarnya sebagai berikut: adanya masalah, merumuskan masalah, analisa hipotesa, mengumpulkan data, analisis data, mengambil kesimpulan, aplikasi dari kesimpulan dan menilai kembali seluruh proses pemecahan masalah. Namun guru lebih cenderung menggunakan langkah-langkah penyelesaian masalah yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Baca juga:  POE2WE dengan Eksperimen Virtual PhET pada Materi Tumbukan, Melatih Keterampilan Proses Sains

Metode tersebut tentunya mempunyai kelebihan yakni dapat meningkatkan potensi intelektual pada diri siswa sehingga timbul motivasi, menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Mengembangkan kemampuan lisannya, dan mengajak siswa untuk berpikir realistis, rasional, aktif dan kreatif.

Sedangkan kekurangannya, bagi siswa yang sangat kurang pemahaman dasar bahasa Indonesia akan membosankan dan menghilangkan semangat belajarnya, apabila guru tidak jeli dalam memilih soal pemecahan masalah.

Dapat disimpulkan metode pembelajaran problem solving dapat menumbuhkan minat siswa, antusiasme dan gairah dalam belajar karena merasa dilibatkan dalam proses pembelajaran. (ms1/lis)

Guru SMA Negeri 1 Jatibarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya