alexametrics

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan PBL

Oleh: K. Suhartiningrum, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Siswa SMP Negeri 2 Kandangan Temanggung dalam mengikuti pembelajaran matematika mempunyai beberapa kecenderungan. Di antaranya sebagai berikut : pertama, kemandirian siswa dalam belajar matematika belum tampak, sebagian siswa kurang mengetahui apa yang akan dipelajarinya.

Banyak ditemukan siswa yang tidak mengerjakan tugas atau mengerjakan tugas yang pengumpulannya tidak tepat waktu. Kedua, keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika masih kurang, hanya beberapa siswa saja yang aktif, mayoritas siswa jarang sekali berani mengemukakan ide atau pendapat.

Ketiga, sebagian besar siswa menganggap bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit dan menakutkan. Keempat, kurangnya rasa tanggung jawab dalam diri siswa sehingga berakibat malas dalam mengerjakan soal atau menyelesaikan masalah.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, dalam pembelajaran dibutuhkan suatu model atau strategi yang tepat untuk mewujudkan tujuan pembelajaran. Terkait belum optimalnya kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian belajar siswa, maka perlu pemilihan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kamampuan pemecahan masalah matematis dan kemandirian belajar salah satunya dengan problem based learning (PBL).

Baca juga:  Quipper School Membuat Belajar Siswa Kreatif dan Inovatif

Arends (2008) mengemukakan problem based learning membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan mengatasi masalah, mempelajari peranan orang dewasa dan menjadi pelajar yang aktif mandiri.

Model pembelajaran PBL dapat mendorong siswa aktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa. Model pembelajaran PBL memiliki keunggulan yaitu dalam pembelajarannya melatih siswa untuk bisa berpikir logis dan terampil berpikir rasional dalam memecahkan suatu masalah.

Riyanto (2010: 307-308) menyatakan PBL memfokuskan pada siswa dengan mengarahkan siswa menjadi pembelajar yang mandiri dan terlibat langsung secara aktif dalam pembelajaran berkelompok. Model ini membantu siswa mengembangkan berpikir siswa dalam mencari pemecahan masalah melalui pencarian data sehingga diperoleh solusi untuk suatu masalah dengan rasional dan otentik.

Baca juga:  Blended Learning Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

Sehingga diharapkan mampu merangsang siswa berpikir dan mampu mengembangkan kemandirian belajar sekaligus belajar bersama dengan kelompoknya.

Model pembelajaran PBL didasarkan pada langkah yang disarankan oleh Barrow & Tamblyn (1980) yaitu masalah diberikan di awal pembelajaran, situasi masalah disajikan kepada siswa dengan cara yang sama tetapi nantinya harus disajikan dengan cara yang nyata. Siswa bekerja dengan masalah yang sesuai dengan tingkat pengetahuan mereka. Masalah dieksplorasi dan digunakan sebagai pemandu dalam studi individual. Keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dalam studi individual diaplikasikan dalam masalah untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran dan menguatkan pembelajaran.

Ada lima fase dalam model pembelajaran PBL, menurut Arends (2008:161) sebagai berikut : fase pertama adalah orientasi siswa kepada masalah dilanjutkan fase kedua mengorganisasi siswa untuk belajar. Fase ketiga membimbing penyelidikan individual maupun kelompok. Sedangkan fase keempat mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Fase kelima atau fase terakhir adalah menganalisis dan mengevaluasi.

Baca juga:  Aplikasi Pendekatan Problem Based Learning Tingkatkan Aktivitas Pembelajaran

Langkah-langkah tersebut sudah penulis terapkan untuk kegiatan pembelajaran matematika di kelas VIII SMP Negeri 2 Kandangan, Kabupaten Temanggung pada materi persamaan garis lurus. Model pembelajaran PBL dapat memberikan pengaruh yang baik dalam belajar.

Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran matematika pada materi persamaan garis lurus dengan model PBL di SMP Negeri 2 Kandangan berjalan lancar. Dengan PBL siswa lebih antusias dan bersemangat untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan guru.

Pembelajaran matematika dengan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya materi persamaan garis lurus. Untuk itu disarankan kepada para guru agar menggunakan model pembelajaran PBL dalam pembelajaran matematika. (ms1/lis)

Guru Matematika SMPN 2 Kandangan, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya