alexametrics

Suapi Tingkatkan Kompetensi Guru dalam Menyusun RPP

Oleh : Siti Fatonah, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Di masa pandemi tugas guru semakin menantang. Harus mampu mengembangkan pembelajarannya agar mudah dimengerti siswa.

Supaya pembelajaran daring dapat menarik dan hasilnya bagus, salah satu caranya dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang baik pula.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 41 Tahun 2007 RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).

Setiap guru berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan. Memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Berdasarkan data yang diperoleh ternyata guru di SDN Paremono 4 Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang banyak yang belum mampu menyusun RPP dengan benar sesuai aturan.

Karena sekarang banyak beredar RPP yang sudah jadi sehingga guru hanya mengopi RPP tahun lalu. Padahal banyak yang tidak disesuai dengan perkembangan anak. Tiap tahun anak yang diajar mempunyai karakter dan tingkat IQ yang berbeda. Guru menjadi malas membuat RPP yang benar-benar sesuai karakteristik anak didiknya.

Baca juga:  Meningkatkan Kinerja Guru melalui Pemberian Contoh

Oleh karena itu penulis mengadakan kegiatan pembimbingan penyusunan RPP melalui Supervisi Akademik Teknik Pertemuan Individual (SUAPI).

Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Glickman, et al, 2007).

Sergiovanni (1987) menegaskan refleksi praktis penilaian kinerja guru dalam supervisi akademik adalah melihat kondisi nyata kinerja guru untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan. Misalnya tujuan apa yang sebenarnya terjadi di dalam kelas? Aktivitas mana keseluruhan itu yang bermakna?

Teknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervisi perseorangan terhadap guru. Supervisor di sini hanya berhadapan dengan seorang guru sehingga dari hasil supervisi akan diketahui kualitas pembelajarannya. Teknik supervisi individual terdiri dari menilai diri sendiri, kunjungan antarkelas, pertemuan individual, observasi kelas dan kunjungan kelas.

Baca juga:  Peningkatan PBLHS Siswa melalui Pembelajaran Reduce dalam Masa Pandemi

Adapun tindakan yang dilaksanakan adalah pra-tindakan yang meliputi menetapkan tujuan supervisi, menetapkan jadwal supervisi akademik teknik pertemuan individual, mengumpulkan RPP yang telah disusun oleh guru kelas I-VI. Serta guru olahraga sebelum adanya tindakan pertemuan individual.

Menyiapkan instrumen untuk penilaian RPP, menilai RPP yang telah disusun oleh guru kelas I-VI serta guru olahraga sebelum pelaksanaan tindakan pertemuan individual, membuat rekap hasil penilaian penyusunan RPP. Membuat rekap persentase hasil penelitian penyusunan RPP, membuat diagram tentang hasil penilaian kemampuan guru dalam menyusun RPP.

Pada kegiatan tindakan SUAPI ini setiap guru dibimbing untuk mengidentifikasi masalah dan menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam proses menyusun RPP dan menentukan tindak lanjut dari masalah yang dihadapi dengan merevisi RPP yang telah dibuat sebelumnya.

Adapun kegiatan tindakan meliputi beberapa tahap. Yaitu tahap perencanaan adalah membuat instrumen proses pertemuan individual, membuat instrumen penilaian perilaku, membuat instrumen penilaian RPP, membuat format rekapitulasi hasil penyusunan RPP. Dan membuat format perbandingan penilaian hasil penyusunan RPP.

Baca juga:  Belajar Akord Gitar Melalui Game Aplikasi Guitar Tuna

Tahap kedua pelaksanaan yaitu mengunjungi dan melakukan wawancara terhadap guru di kelas masing-masing pada waktu anak-anak istirahat.

Tahapan ketiga adalah observasi. Yaitu melakukan observasi pada waktu supervisi akademik teknik pertemuan individual yang telah dilaksanakan. Juga mengobservasi guru selama pelaksanaan pertemuan individual.

Tindakan yang terakhir adalah refleksi. Yaitu menganalisis hasil RPP yang sudah direvisi dan memberikan penilaian terhadap RPP tersebut untuk diberikan tindak lanjut. Dapat disimpulkan supervisi akademik teknik pertemuan individual dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP di SDN Paremono 4, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

Hal ini dapat diketahui dari peningkatan kemampuan guru dalam menyusun RPP. Ditandai dengan meningkatnya skor RPP yang dibuat sebelum tindakan dan setelah tindakan yaitu dari 55 persen menjadi 85 persen. (pm2/lis)

Kepala SDN Paremono 4, Kec. Mungkid, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya