alexametrics

Peningkatan Belajar Siswa Kelas I melalui Pembelajaran Tematik

Oleh: Mursini, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Siswa kelas satu sekolah dasar berada pada rentangan usia yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga cara belajarnya lebih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman nyata yang dialaminya.

Jean Peaget (dalam Diana Pasaribu 2011: 2) menyatakan bahwa “perkembangan struktur kognitif anak usia 6-12 tahun berada pada tahap operasional konkrit”.

Salah satu upaya kreatif dalam melaksanakan pembelajaran di kelas satu Sekolah Dasar Negeri Dukuh 02 Kota Salatiga adalah melakukan pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang mengkaitkan antara pembelajaran satu dengan pembelajaran yang lainnya.

Pembelajaran model tematik akan lebih menarik dan bermakna bagi anak karena model pembelajaran ini menyajikan tema-tema yang lebih aktual dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Bimbingan TIK Menggunakan Model Pembelajaran Probing Prompting

Pembelajaran tematik merupakan strategi pembelajaran untuk tidak membatasi anak dalam satu mata pelajaran. Misalnya: belajar alfabet sambil menyanyi, belajar mengenal hewan sambil belajar mewarnai, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan.

Sri Anita (2007:12.3) menyebutkan bahwa proses pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses yang ditata dan diatur sedemikian rupa menurut langkah-langkah tertentu agar dalam pelaksanaannya dapat mencapai hasil yang diharapkan dan kompetensi dasar dapat tercapai secara efektif.

Agar proses pembelajaran lebih menarik, guru menyediakan media belajar berupa gambar anggota tubuh manusia dan bagian-bagiannya. Selanjutnya guru melakukan langkah-langkah sebagai berikut: Meminta beberapa siswa untuk menjelaskan fungsi tiap-tiap bagian gambar tubuh. Mengarahkan siswa untuk berfikir kreatif, imajinatif dan inovatif tanpa harus selalu melihat teks bacaan. Memberikan umpan balik kepada siswa agar proses belajar lebih aktif dan dinamis.

Baca juga:  Belajar Semakin Asyik dan Menarik Melalui Model Pembelajaran VAK

Sebelum proses bembelajaran berlangsung, yang harus disiapkan adalah langkah-langkah sebagai berikut: Merencanakan program pembelajaran. Menentukan pokok bahasan. Mengembangkan skenario pembelajaran. Menyusun LKS. Menyiapkan sumber belajar. Mengembangkan format evaluasi.

Selanjutnya bersama guru, para siswa diajak memahami materi pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai berikut: Mendemonstrasikan dengan memberikan contoh kepada siswa untuk meningkatkan pemahaman mereka. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum jelas. Memberikan bimbingan dan pengawasan dalam menyelesaikan soal-soal evaluasi. Memberikan penguatan dan bersama siswa merumuskan kesimpulan.

Berdasarkan hasil proses pembelajaran, melalui lembar pengamatan, catatan di lapangan, dan hasil tes akhir dapat dikemukakan beberapa hal sebagai berikut: Telah terjadi Peningkatan aktifitas belajar dan hasil belajar siswa. Telah terlaksana ketuntasan belajar pada semua siswa. Proses pembelajaran dengan menggunakan media gambar menunjukkan siswa lebih mudah memahami materi belajar, sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih efektif.

Baca juga:  Komunikasi Kunci dari Proses Sosialisasi Siswa

Dengan pembelajaran tematik yang terdiri muatan pelajaran PPkn, Bahasa Indonesia, Matematika, SBdP dan PJOK di Kelas I SDN Dukuh 02 Salatiga dapat meningkatan aktifitas mental dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari penilaian pengamatan, penilaian harian, penilaian tengah semester dan penilaian akhir semester dengan memperhatikan materi dan proses pembelajaran, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta proses penilaian. (ra1/zal)

Guru SDN Dukuh 02 Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya