alexametrics

Penerapan Hybrid Learning dalam Pembelajaran Teks Biografi

Oleh: Andhy Prasetyo Nugroho, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 memberikan tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran dan pencapaian indikator kompetensi setiap pelajaran. Aplikasi teknik dalam proses pembelajaran yang tepat akan mempengaruhi pencapaian kompetensi kurikulum kondisi khusus. Kreatifitas dan inovasi memberikan tantangan tersendiri bagi guru yang secara tidak langsung dituntut untuk mengembangkan pengetahuan.

Kondisi pandemi yang sudah berangsur mulai membaik berdampak positif pada proses pembelajaran. Sekolah mulai melakukan pembelajaran tatap muka dengan persyaratan yang ketat. Pembelajaran tatap muka membutuhkan penerapan teknik yang tepat oleh guru. Guru secara tidak langsung dalam menerapkan teknik juga didadasari intuisi, kreativitas, improvisasi, dan ekspresi.

Kompetensi keterampilan menceritakan kembali isi teks biografi secara lisan di SMA Negeri 1 Subah memiliki tantangan yaitu proses pencapaian kompetensi dengan penerapan kombinasi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring.

Proses pembelajaran dan penilaian yang kurang maksimal karena siswa sebagian di sekolah dan sebagian masih melakukan pembelajaran di rumah. Selain itu, waktu yang kurang dan rendahnya kemauan siswa untuk menyampaikan ide secara lisan.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Ekonomi Islam dengan Problem Based Learning

Proses pembelajaran diawali dengan siswa diajak untuk membaca biografi tokoh terkenal yang memberikan inspirasi dan mudah dipahami. Teks biografi yang sudah dipahami siswa kemudian menceritakan kembali secara lisan.

Materi yang perlu dipahami adalah pemahaman tentang pokok-pokok informasi yang terdapat di dalam teks biografi tersebut. Pokok informasi dapat dilihat dari kalimat utama maupun ide utama yang terdapat dalam setiap paragraf pada bagian orientasi, peristiwa-peristiwa penting, dan juga pada bagian reorientasi.

Orientasi berisi informasi mengenai pengenalan tokoh dan gambaran awal seorang tokoh. Sedangkan pada bagian reorentasi berisi informasi yang sifatnya opsional yakni pandangan penulis terhadap tokoh yang diceritakan dalam teks biografinya.

Bagian yang cukup menantang dalam proses pembelajaran tatap muka terbatas adalah penilaian terhadap siswa yang menceritakan kembali teks biografi. Siswa dapat menceritakan dengan pola penyajian narasi penuh maupun pola penyajian campuran antara naratif dan dialog. Tantangan kesulitan dalam proses penilaian tersebut dapat diurai dengan strategi Hybrid learning dengan penggunaan teknologi yang disukai siswa yaitu gawai atau laptop.

Baca juga:  Belajar Suggestion and Offer melalui Seni Peran

Menurut Wikipedia, Pembelajaran campuran (blended learning) adalah program guruan formal yang memungkinkan siswa belajar (paling tidak sebagian) melalui konten dan petunjuk yang disampaikan secara daring dengan kendali mandiri terhadap waktu, tempat, urutan, maupun kecepatan belajar. Walau masih menghadiri ruang kelas fisik, metode tatap muka ruang kelas dikombinasikan dengan aktivitas bermedia komputer.

Lynn (2014) dan Bains (2010) mengemukakan hybrid Learning adalah pengkombinasian metode pembelajaran berbasis e-learning (electronic learning) dengan metode pembelajaran tatap muka atau metode konvensional.

Kegiatan yang menarik dalam penerapan hybrid learning dalam penilaian kompetensi menceritakan kembali isi teks biografi secara lisan adalah siswa dapat melakukan kontak secara langsung baik yang di kelas maupun yang di rumah. Pembelajaran dengan kombinasi melalui tatap muka dan online yang secara penuh menggunakan internet di kelas maupun di rumah akan membuang rasa jenuh siswa yang selalu menghadapi laptop maupun gawai dalam durasi cukup lama. Siswa akan tertantang untuk bisa tampil maksimal di depan kamera.

Baca juga:  Strategi Penjaringan Pilihan Minat Studi Lanjut ke Perguruan Tinggi

Siswa diminta untuk menyiapkan pokok-pokok informasi biografi yang dipilih. Siswa menyampaikan secara lisan berdasarkan teks biografi dan menceritakan kembali dengan bahasa sendiri. Bahasa yang digunakan tetap memperhatikan kaidah dan penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif.

Siswa yang lain mengamati penyampaian informasi teks biografi teman. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap penyampaian secara lisan, siswa diminta untuk memberikan analisis secara singkat mengenai pokok informasi tokoh biografi seperti; siapa tokoh, permasalahan yang dialami tokoh, perihal yang menarik dan diteladani dari tokoh, bahasa yang digunakan.

Hasil akhir dari penyampaian secara lisan dan pengamatan yang telah dilakukan siswa dapat menjadi acuan penilaian guru. Guru juga dapat langsung mengukur tingkat ketercapaian komptensi pembelajaran. (rs1/zal)

Guru SMAN 1 Subah, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya