alexametrics

Butong Menggali Ide untuk Menulis Teks Deskripsi

Oleh: Eni Pujiati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KETRAMPILAN menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting dalam pendidikan karena memudahkan para pelajar untuk berpikir, dan menulis juga dapat membantu setiap orang untuk menjelaskan apa yang ada di dalam pikiran. Menulis dapat dijadikan sebagai sarana mengungkapkan pikiran dan gagasan untuk mencapai maksud dan tujuan tertentu.

Teks deskripsi merupakan bentuk wacana yang berusaha menyajikan suatu objek sedemikian rupa sehingga objek itu seolah-olah ada di depan pembaca, seakan-akan pembaca melihat sendiri objek itu Alwi, dkk, (2002:97). Pembelajaran menulis teks deskripsi dapat membantu siswa dalam melatih kepekaaan karena dengan menulis teks deskripsi, siswa dapat menjelaskan secara nyata suatu objek ataupun suasana tertentu.

Teks deskripsi merupakan salah satu teks yang harus dikuasai oleh siswa, tetapi pada kenyataanya masih banyak siswa yang masih perlu ditingkatkan dalam menulis teks deskripsi, meskipun sudah duduk di tingkat SMP/MTS. Demikian juga di SMPN 1 Wonopringgo pada saat pembelajaran menulis teks deskripsi masih banyak siswa yang peroleh nilai di bawah KKM walaupun ada juga siswa nilainya di atas KKM, tapi kalau dibandingkan maka akan lebih banyak siswa yang memperoleh di bawah KKM.

Baca juga:  Mengenalkan Mapel Akuntansi dengan Vlog Sederhana

Ini disebabkan kurangnya siswa berlatih dalam menulis, misalnya dalam penggunaan ejaan, dalam memilih kosakata, dalam kesesuaian judul dengan isi karangan, dan faktor lain dapat disebabkan kurangnya siswa dalam memperhatikan guru saat menjelaskan mata pelajaran tentang teks deskripsi sehingga dalam menulis teks deskripsi masih perlu ditingkatkan.

Dalam menulis dibutuhkan adanya ketelitian, kepaduan, keruntutan, dan kelogisan antara kalimat satu dengan kalimat yang lain, antara paragraf dengan paragraf berikutnya sehingga akan membentuk sebuah karangan yang baik dan utuh. Pentingnya keterampilan menulis di sekolah menuntut siswa untuk dapat membuat sebuah tulisan, salah satu jenis tulisan yaitu teks deskripsi.

Selain itu dalam pembelajaran menulis harus menggunakan media agar proses pembelajaran tidak terlihat monoton dan membosankan. Dengan menggunakan media dapat terciptanya ide dalam membuat teks deskripsi tersebut, media yang digunakan dalam pembelajaran teksdeskripsi siswa kelas 7 SMPN 1 Wonopringgo adalah Butong atau buah potong.

Baca juga:  Pembelajaran Lingkungan Hidup Sejak Dini Bentuk Karakter Cinta Alam

Penggunaan media Butong singkatan dari buah potong ini digunakan sebagai alternatif pembelajaran menulis karangan deskripsi. Dengan media Butong diharapkan siswa akan lebih tertarik untuk menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan. Selain itu media Butong juga diharapkan dapat menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan, tenang, dan efektif sehingga mengurangi kejenuhan pembelajaran menulis selama ini.

Media Butong merupakan salah satu media yang digunakan dalam pembelajaran menulis teks deskripsi. Cara penggunaan media Butong adalah dengan cara membeli 8 macam buah yang ada di pasar kemudian buah tersebut dipotong menjadi 4 bagian. Kelas dibagi menjadi 8 kelompok masing-masing ketua kelompok maju ke depan kelas untuk mengambil kertas yang ada tulisan jenis buah.

Setelah mendapat kertas tersebut kemudian ambilah buah sesuai dengan tulisan yang ada dikertas. Buah tersebut dibawa ke anggota kelompok untuk didiskusikan.Hal-hal yang didiskusikan antaralain; Identifakasikan potongan buah tersebut yang terdiri dari nama buah,asal buah, dan gambaran umum buah tersebut.

Baca juga:  Menggali Ide Menulis Puisi dengan Metode Experiential Learning

Deskripsi bagian dari potongan buah tersebut yang terdiri dari merinci ciri fisik buat tersebut yang bisa dilihat dari buah, daun, jenis pohon dan lain-lain. Penutup yang berisi tentang kesan umum dari potongan buah tersebut. Hasil diskusi tersebut ditulis diselembar kertas.

Masing-masing kelompok secara bergiliran mambacakan hasil diskusinya di depan kelas. Kelompok yang lain menanggapi hasil diskusi kelompok yang sedang maju. Setelah semua kelompok maju,guru bersama dengan siswa menyimpulkan hasil diskusi dari masing-masing kelompok. Guru memberi umpan balik terhadap pelajaran yang berlangsung, menanyakan ke siswa seberapa ketertarikan siswa dengan media Butong.

Dengan menggunakan media Butong siswa sangat antusias dalam proses belajar mengajar, terbukti dengan nilai yang mereka peroleh di atas KKM semua. Siswa lebih paham dan mudah dalam menulis teks deskripsi sesuai dengan struktur dan aturan yang berlaku. (pr2/zal)

Guru SMPN 1 Wonopringgo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya