alexametrics

Stop Bullying di Sekolah Dasar melalui Penanaman Pendidikan Karakter

Oleh: Hapsarita Ferbiyani,S.Psi.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BULLYING saat ini dapat dikatakan sudah menjadi hal yang sering terjadi dilingkzungan masyarakat, terutama di sekolah-sekolah yang kurang kontrol pengawasannya. Bullying yang terjadi di sekolah sebenarnya bukan fenomena yang baru terjadi saat ini. Kekerasan yang berupa bullying telah terjadi sejak era 1980-an.

Hal tersebut dikarenakan tidak adanya media hiburan sehingga bullying sering kali dijadikan sebagai media hiburan untuk melepas penat oleh seseorang, dan diera modern seperti sekarang ini, bullying masih dapat ditemui walaupun dalam bentuk yang berbeda-beda.

Bullying dapat diartikan sebagai perbuatan atau perkataan yang menimbulkan rasa takut, sakit atau tertekan, baik secara fisik ataupun perasaan. Bullying dapat dilakukan secara langsung contoh dengan mengejek, menyakiti, mengancam atau mengata-ngatai dengan kata yang menyakitkan hati seseorang. Sedangkan yang secara tidak langsung misalnya mendiamkan, menghasut atau mengucilkan dalam lingkungan tertentu.

Data UNICEF tahun 2014 menunjukkan bahwa 80 % anak pernah mengalami kekerasan non fisik yang berupa bullying, dan kasus bullying lebih sering terjadi dijenjang Sekolah Dasar.

Baca juga:  Kembangkan Kemampuan Literasi Siswa dengan Pojok Baca

Apa penyebab bullying di sekolah? Bullying dilhat dari sisi pelaku yaitu memiliki memiliki masalah pribadi, pernah menjadi korban bullying, rasa iri pada korban, mencari perhatian, kesulitan mengendalikan emosi, dan merasa bahwa bullying menguntungkan bagi dirinya.

Perilaku bullying dapat menimbulkan banyak efek negatif bagi korban, misalnya rentan mengalami masalah pada kesehatan fisik maupun mental. Bullying juga bisa memicu perasaan rendah diri, depresi, cemas, serta kesulitan tidur dengan nyenyak.

Mencegah perilaku bullying di Sekolah Dasar dapat dengan menerapkan Pendidikan karakter. Menurut John W.Santrock Pendidikan Karakter adalah pendidikan dengan pendekatan langsung kepada peserta didik untuk menanamkan nilai moral dan memberikan pelajaran mengenai pengetahuan moral dalam upaya mencegah perilaku yang dilarang.

Pendidikan Karakter seharusnya dilakukan sejak usia anak-anak, pendidikan ini bisa dilakukan dilingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat dengan memanfaatkan berbagai media belajar.

Baca juga:  Belajar Pecahan Menyenangkan dengan Metode PTS

Pendidkan Karakter melalui sekolah jarak jauh disaat peserta didik sedang school from home (sekolah dari rumah) dapat tetap di kawal dan dikontrol oleh para guru. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh guru SDN 4 Kutoharjo dengan memberikan lembar kontrol karakter kepada peserta didik.

Ada banyak karakter positif yang dapat dikembangkan oleh guru sesuai kompetensi inti dari kurikulum 2013 seperti memiliki sifat religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, toleransi, gotong royong, santun, percaya diri, dan lain-lain.

Guru memberikan lembar kontrol kepada peserta didik dan orang tua. Lembar kontrol tersebut dinilai oleh guru, setelah itu guru memberikan umpan balik kemudian menguatkan karakter yang sudah baik dan mengubah karakter yang masih perlu mendapat perhatian.

Guru dapat pula memberikan penghargaan kepada peserta didik yang berprestasi, mengerjakan tugas tepat waktu sebagai bentuk penanaman karakter disiplin, setidaknya dengan memberikan ucapan selamat di grup WA akan memberikan rasa bangga dan motivasi bagi yang lain. Sedangkan hukuman atau teguran diberikan melalui WA jalur pribadi yang bertujuan agar nama baik peserta didik tetap terjaga dan tidak merasa direndahkan di depan teman-temannya.

Baca juga:  Cooperative Script Tingkatkan Kreativitas Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial

Selain itu, bentuk penanaman karakter empati dan peduli dapat dilakukan Ketika ada kabar seorang peserta didik tidak dapat mengerjakan tugas karena tidak memiliki kuota internet, maka guru dapat mengajak teman-teman kelasnya untuk menstransfer pulsa.

Dari penjelasan tersebut kita menyadari bahwa Pendidikan Karakter sangat penting bagi setiap orang. Dengan begitu, maka para guru dan orang tua sudah seharusnya senantiasa menanamkan nilai-nilai karakter yang baik sehingga perilaku bullying dapat dicegah, terutama di tingkat Sekolah Dasar. (ra1/zal)

Guru SDN 4 Kotoharjo Kaliwungu

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya