alexametrics

Pembelajaran Blended Learning Tingkatkan Aktivitas Belajar di Masa Pandemi

Oleh: Oktaviana, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran selama masa pandemi Covid-19 memaksa guru berinovasi dalam kegiatan pembelajaran. Bukan menjadi sebuah alasan untuk tidak memberikan fasilitas kepada peserta didik dalam mengikuti program belajar dari rumah (DRB).

Guru harus cepat beradaptasi dan menemukan solusi peningkatan semangat belajar siswa walau pembelajaran dilakukan tanpa tatap muka. Termasuk pemilihan media pembelajaran yang dimanfaatkan guru untuk mempermudah pemahaman siswa dalam memahami sebuah materi.

Pemilihan model pembelajaran yang tepat menjadi penting untuk dapat tersampaikannya tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Salah satu model pembelajaran yang tepat digunakan di kelas IV SDN Kalijoso yaitu blended learning yang dapat diterapkan pada pembelajaran tematik.

Blended learning merupakan pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya pembelajaran yang berbeda serta ditemukan pada komunikasi terbuka di antara seluruh bagian yang terlibat dengan pelatihan.

Baca juga:  Penggunaan Metode Blended Learning di Masa Pandemi Covid -19

Keuntungan penggunaan blended learning sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial.

Tahap pendahuluan dari model pembelajaran blended learning yaitu pertama guru melalui zoom mengajak siswa untuk berdoa bersama. Kedua guru mengecek kehadiran dan kesehatan siswa. Ketiga guru mengingatkan siswa agar mempersiapkan alat tulis, dan keempat guru menjelaskan pembelajaran yang akan dipelajari hari ini.

Kegiatan inti dari model pembelajaran blended learning yaitu tahap pencarian materi (seeking of information). Melalui grup WhatsApp guru membagikan link drive sebagai sumber belajar siswa. Sedangkan siswa mengakses link yang diberikan guru.

Siswa menonton video yang berisi materi pembelajaran sebagai bagian dari literasi siswa terhadap materi yang baru dipelajari. Tahap inti yang kedua yaitu interpretasi materi (acquistion of information) yakni siswa menginterpretasikan materi yang diberikan guru dengan menganalisis video kemudian melihat di sekitar mereka. Lalu meringkas materi yang diberikan guru.

Baca juga:  Menemukan Informasi Lebih Mudah dengan Dadu Adiksimba

Tahap ketiga merekontruksi materi (synthesizing of knowledge) yakni proses siswa menyimpulkan tentang apa yang telah mereka analisis dan lihat melalui video yang diberikan guru kemudian kesimpulan tersebut digunakan untuk menyelesaikan soal evaluasi.

Dengan kegiatan inti seperti pada skenario di atas menyebabkan adanya proses berfikir dari pikiran masing-masing siswa, bagaimana mereka membangun pengetahuan dalam pikiran siswa. Hal ini sejalan dengan teori belajar konstruktivistik. Yakni proses konstruksi dalam pikiran siswa, yang hal ini akan bertahan lebih lama dalam memori siswa daripada sekadar siswa mendengarkan penjelasan guru secara jelas.

Kegiatan penutup dari model pembelajaran blended learning adalah guru mengecek tugas yang sudah dikerjakan siswa di google form, guru memberikan tindak lanjut berupa tugas yang berhubungan dengan materi dan guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama dan salam.

Baca juga:  Belajar IPS Asyik melalui Nyanyian

Dengan model pembelajaran blended learning pada pembelajaran tematik pada kelas IV SDN Kalijoso dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Aktivitas siswa di rumah terpantau oleh guru melalui zoom walaupun dengan waktu terbatas. Serta proses berpikir siswa dapat terlihat dari hasil pengerjaan tugas yang dikirim melalui google form.

Hal ini salah satu solusi pembelajaran secara daring yang dapat meningkatkan daya nalar siswa dalam memahami materi pembelajaran tematik di kelas IV. (pm2/lis)

Guru SDN Kalijoso, Kec. Secang, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya