alexametrics

Lebih Asyik Belajar Pengukuran dengan Benda Konkret

Oleh : Siti Fatimah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN matematika di sekolah dasar (SD) saat ini masih dipandang sulit dan tidak menarik perhatian siswa. Apalagi saat ini materi yang diampaikan menggunakan kurikulum 13 dengan buku tematik.

Selain itu, para siswa sudah mencap matematika adalah pelajaran yang sulit dan membosankan sehingga mereka kurang tertarik untuk mempelajarinya baik di sekolah maupun pada saat belajar di rumah.

Permasalahan kurangnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika terjadi pada siswa kelas 2 SDN Pucanggading, Kecamaatan Bandar, Kabupaten Batang. Dari permasalahan tersebut perlu adanya pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan sehingga dapat mengubah stigma siswa terhadap mata pelajaran matematika.

Dengan permasalahan tersebut, guru SDN Pucanggading merancang pembelajaran yang menarik dengan cara menggunakan media nyata atau benda konkret yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari agar tercapai kompetensi dan timbul motivasi belajar siswa.

Baca juga:  Pembelajaran Matematika dengan Strategi Superitem pada Bangun Ruang Sisi Datar

Media belajar sendiri adalah alat yang digunakan untuk pembelajaran yang berasal dari benda nyata yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Media ini harus mudah didapatkan mudah digunakan oleh guru atau peserta didik.

Sedangkan definisi konkret adalah objek yang sesungguhnya yang dapat memberikan rangsang kepada peserta didik dalam mempelajari berbagai hal yang menyangkut keterampilan tertentu melalui penggunaan benda nyata.

Penggunaan media benda konkret membuat peserta didik lebih bersemangat dan tertarik untuk belajar. Mereka merasakan pengalanman langsung dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran lebih bermakna.

Dalam materi pembelajaran matematika kelas 2 tema 8 dengan kompetensi dasar 3.6 menjelaskan dan menentukan panjang, berat, dan waktu dalam satuan baku, pengajar mengajak siswa untuk melakukan pengukuran langsung dengan menggunakan timbangan duduk, meteran atau penggaris serta jam dinding.

Baca juga:  Belajar Dinamika Penduduk dengan Berkunjung ke Pusat Pemerintahan

Siswa antusias saat diajarkan menimbang dengan menggunakan timbangan duduk. Siswa tahu bahwa satuan berat adalah kilogram. Untuk pengukuran panjang, siswa diajarkan menggunakan meteran untuk mengukur meja dan menggunakan penggaris untuk mengukur panjang buku.

Dari praktik pengukuran panjang, siswa mengetahui bahwa ada satuan yang bernama sentimeter dan meter. Untuk pengukuran waktu, guru mengajak siswa untuk menghitung waktu dengan menggunakan jam. Dari praktik tersebut siswa mengetahui mengenai satuan jam, menit, dan detik.

Dari pembelajaran yang dilakukan, siswa sangat tertarik untuk belajar karena pembelajaran yang dilakukan menyenangkan dan medianya menggunakan benda benda yang ada dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Untuk mengukur pemahaman siswa, guru melakukan tes dengan cara menyuruh para siswa untuk saling mengukur tinggi badan dan menimbang tas mereka masing-masing. Siswa mencatat hasil pengukuran yang telah dilakukan dan dikumpulkan di akhir pembelajaran. Saat pembelajaran siswa terlihat senang dan gembira dan hasil dari pembelajaran pun memuaskan. (bs1/zal)

Baca juga:  Media TTS Dorong Peserta Didik Gemar Membaca Kitab Suci

Guru SDN Pucanggading, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya