alexametrics

Gambar Arsir Memudahkan Siswa Memahami Pecahan Senilai

Oleh: Nircukup, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DALAM proses pembelajaran terdapat kegiatan belajar dan mengajar. Belajar adalah perubahan tingkah laku pada diri individu yang relatif tetap berkat adanya interaksi individu dengan lingkungan belajarnya dalam perbuatan melalui aktivitas, praktik, dan pengalaman. Sedangkan mengajar adalah aktivitas guru dalam membimbing kegiatan belajar siswa dan mengatur lingkungan sebaik-baiknya sehingga menciptakan kesempatan bagi anak untuk melakukan proses belajar secara efektif.

Dengan kata lain dalam proses pembelajaran terdapat interaksi antara siswa, guru, sumber belajar pada suatu lingkungan belajar untuk mengembangkan kemampuan siswa secara optimal. Adapun ilmu-ilmu yang dipelajari antara lain ilmu alam, ilmu sosial, dan ilmu eksak seperti matematika.

Pengertian tentang matematika oleh R. Soedjadi adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir secara sistematik, pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi, serta pengetahuan tentang penalaran logis dan berhubungan dengan bilangan. Adapun kompetensi pembelajaran matematika meliputi pemilikan nilai dan sikap, penguasaan konsep, dan kecakapan mengaplikasikannya dalam kehidupan.

Baca juga:  Keterbatasan Sarpras Bukan Kendala dalam Pelajaran Atletik

Sedangkan tujuan dari pembelajarn matematika itu sendiri adalah untuk melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, mengembangkan aktivitas kreatif, mengembangkan kemampuan memecahkan masalah serta mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan.

Dari uraian di atas bisa disimpulkan bahwa pembelajaran matematika merupakan suatu proses belajar mengajar terencana dan terprogram yang melibatkan guru matematika dengan menyusun rancangan rencana pembelajaran, melaksanakan, mengevaluasi dan refleksi, serta melibatkan siswa berdasarkan kurikulum dengan segala interaksi dan proses komunikasi di dalamnya.

Seperti halnya yang dilakukan penulis, guru di SDN 03 Sumurjomblangbogo dalam mengajarkan materi Pecahan Senilai pada mata pelajaran Matematika kelas 4 dengan menggunakan gambar serta mengajak siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan.

Baca juga:  Asah Daya Ingat Siswa Belajar Tematik dengan Metode SYI

Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: pertama, Menentukan bilangan-bilangan pecahan, misalnya bilangan satu perdua, dua perempat, empat perdelapan; kedua, Membuktikan bilangan-bilangan yang telah ditentukan tersebut adalah senilai melalui gambar yang dibuat; ketiga, Menggambar sebuah persegi yang dibagi menjadi dua bagian sama besar dan satu bagiannya diarsir.

Gambar tersebut menunjukkan bilangan pecahan satu perdua; keempat, Menggambar sebuah persegi lagi dengan ukuran yang sama dengan persegi pertama, kemudian dibagi menjadi empat bagian sama besar dan dua bagian diarsir sehingga diperoleh gambar yang menunjukkan pecahan dua perempat; kelima, Menggambar sebuah persegi kembali dengan ukuran masih sama dengan persegi pertama dan dibagi menjadi delapan bagian sama besar.

Baca juga:  Welas Asih Efektif dalam Mendidik ABK di Kelas Rendah

Lalu empat bagian diarsir dan diperoleh gambar yang menunjukkan pecahan empat perdelapan; keenam, Memperhatikan luas dari masing-masing bagian yang diarsir pada tiap gambar. Jika luas bagiannya sama, berarti menunjukkan bahwa bilangan-bilangan pecahan tersebut senilai; ketujuh, Mengajak siswa untuk mencoba dengan bilangan pecahan yang sudah ditentukan oleh guru.

Kegiatan menentukan pecahan senilai pada bilangan pecahan yang telah dilakukan penulis ini dapat memudahkan pemahaman siswa terhadap materi karena adanya penanaman konsep matematika pada pembelajaran serta mengajak siswa untuk berpikir dan bernalar. (bk1/zal)

Guru SDN 03 Sumurjomblangbogo, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya