alexametrics

Penerapan Metode Mind Mapping pada Pembelajaran Tematik

Oleh : Siswanto, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Melvin L. Silberman berpendapat mind mapping adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide, mencatat pelajaran atau merencanakan penelitian baru (2006: 177). Mind mapping bertujuan membuat materi pelajaran tematik terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam, memperkuat, dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari.

Penggunaan model pembelajaran mind mapping, mengarahkan siswa untuk dapat memahami materi dengan mudah, cepat dalam mengkonstruksi konsep baru. Melalui pengetahuan yang sudah ada sebelumnya dengan menggunakan bahasa mereka sendiri serta menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna.

Mind mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Semua metode yang digunakan dalam mengajar tidak ada yang dapat dikatakan sempurna, setiap metode mempunyai kelebihan dan kelemahan. Metode mind mapping juga mempunyai kelebihan dan kekurangan (Iwan Sugiarto, 2004:76).

Mind mapping mempunyai banyak kelebihan yang dapat membantu memecahkan permasalahan yang kita hadapi baik dalam bidang pemahaman, keterampilan berpikir maupun ingatan. Kelebihan metode mind mapping yaitu pada saat membuat mind mapping lebih mudah mengemukakan pendapat secara bebas, pembagian materi dapat lebih fokus pada inti materi dan sangat memungkinkan menambahkan informasi baru.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Jaring-Jaring Kubus Melalui Puzzle Karpet

Pembuatan catatan dengan mind mapping dapat dilakukan secara kelompok sehingga siswa dapat bekerja sama dengan teman yang kemudian didiskusikan bersama. Jika ingin menambahkan informasi baru siswa hanya tinggal menambahkan garis dalam cabang yang sesuai.

Kekurangan metode mind mapping yang pertama adalah memerlukan banyak alat tulis misalnya spidol warna-warni. Mind mapping yang baik memerlukan banyak alat tulis, sehingga simbol-simbol, gambar-gambar, garis-garis dan kata-kata menjadi menarik.

Kedua, memerlukan latihan sehingga siswa kurang terbiasa dan kurang mahir. Siswa akan ragu-ragu untuk menulis dan menggambar. Keempat, memerlukan waktu kreatif lama dan teknik mencatat biasa bila siswa masih dalam tahap pemula. Kelima guru akan kewalahan memeriksa mind mapping siswa. Karena jumlah siswa dalam kelas yang cukup banyak, sehingga ada banyak mind mapping dari satu pembelajaran tematik yang diajarkan.

Baca juga:  Pendekatan Konstruktivisme Menciptakan Pembelajaran Menyenangkan

Mind mapping dimulai dengan suatu konsep atau tema tunggal yang memiliki banyak pemikiran yang menjadi umpan kepada siswa untuk berpikir dan menghasilkan banyak gagasan mengenai suatu konsep atau tema tunggal tersebut.
Sehingga membuat sebuah topik yang panjang rumit menjadi sebuah pola singkat, menarik dan gampang untuk dipahami. Pembuatan mind mapping ini melatih siswa untuk memiliki kemampuan sendiri serta pengembangan dari setiap siswa, gagasan-gagasan menumbuhkan kemampuan yang membangun sesuatu dari ide-ide lainnya. Berlatih untuk mengungkapkan gagasan-gagasannya secara lancar di depan kelas.

Dengan mind mapping pembelajaran tematik lebih menyenangkan. Dibandingkan dengan pembelajaran biasa, mind mapping membantu mengaktifkan kognisi, fokus dan menunjukkan hubungan antarbagian-bagian terpisah.

Baca juga:  Belajar Materi Energi dengan Problem Solving Wow Keren

Menggambarkan keseluruhan secara jelas, memerinci materi dan mengalihkan informasi dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Mind mapping dapat dibuat sesuai kreativitas, sesuai keinginan, dan hanya kita (yang membuat) mengetahui. Dengan mind mapping siswa bebas menggambarkan hasil pengembangan materi dengan gambar-gambar atau garis-garis berwarna yang mereka sukai, sehingga pelajaran akan lebih menyenangkan.

Oleh karena mind mapping dapat membantu daya ingat, maka membantu mengembangkan materi pokok. Metode mind mapping menggunakan warna, simbol, kata, garis lengkung dan gambar yang sesuai dengan cara kerja otak. Dengan metode ini peranan otak kanan dan kiri siswa akan bekerja. Siswa diajak untuk berfikir kreatif, berfikir menggunakan logika, belajar menganalisis urutan, menganalisi hitungan, dan berfikir secara detail. (ms1/lis)

Guru Kelas SDN Tampingan 1, Tegalrejo, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya