alexametrics

Pembelajaran Kelompok Kelas dengan Home Visit

Oleh : Niken Retno Milarsih, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEBELUM menggunakan metode home visit, pembelajaran siswa SD Negeri 01 Sumublor Sragi, Kabupaten Pekalongan hanya menggunakan pembelajaran daring, sehingga siswa menjadi bosan dan monoton. Permasalahan muncul karena sebagian besar siswa belum memiliki handphone android, fasilitas internet belum memadai, maka penulis tidak memberikan pembelajaran secara daring.

Salah satu alternatif yang dapat penulis lakukan adalah mengunjungi siswa di rumah secara berkelompok agar terjadi efektivitas pembelajaran dan siswa dapat produktif dalam belajar. Metode home visit menjadi alternatif pembelajaran yang diselenggarakan sekolah pada masa pandemi Covid-19.

Menurut Ketut Sukardi (2015:93) home visit (kunjungan rumah) merupakan upaya untuk mendeteksi yaitu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk memperoleh data, keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan siswa (klien atau konseli) melalui kunjungan ke rumahnya.

Jadi, home visit atau kunjungan rumah adalah suatu kunjungan rumah untuk memperoleh informasi secara lebih detail dan konkret dengan bantuan informasi dari orang tua atau kelurga terdekat di rumahnya.

Baca juga:  Belajar Pronoun Asyik dengan Lagu Traditional

Program dari sekolah yang dilaksanakan dengan cara guru mendatangi salah satu rumah siswa yang sudah dikelompokkan menjadi kelompok kecil yaitu terdiri dari 5-6 orang sesuai jarak rumah yang berdekatan. Pelaksanaan home visit tetap mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Tujuan dari pelaksanaan penerapan metode home visit yaitu untuk mengurangi dampak dari pandemi Covid-19 dan membuat siswa menjadi termotivasi untuk belajar selama di rumah. Pelaksanaannya dilakukan setiap satu minggu dua kali pertemuan yaitu pada hari Rabu dan Sabtu. Metode home visit membuat siswa menjadi termotivasi untuk belajar, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Selain itu, siswa dapat bertanya langsung dengan guru ketika mengalami kesulitan belajar.

Baca juga:  Pinjam Teman, untuk Belajar Alat Gerak

Strategi pembelajaran di kelas tiga yang penulis lakukan selama pandemi Covid-19. Yaitu dengan berkunjung ke rumah siswa dengan tahapan-tahapan sebagai berikut. Pertama, menentukan topik pembelajaran yang dibahas dalam mengidentifikasi informasi terkait lambang negara dengan benar.

Kedua, penetapan tujuan pembelajaran yang ditetapkan yakni setelah membaca, siswa dapat mengidentifikasi informasi terkait dengan lambang negara dengan benar dan menarik kesimpulan pada materi pelajaran yang telah diberikan. Ketiga, pemilihan dan penetapan metode teknik dan prosedur pembelajaran termasuk penetapan alat dan media.

Metode yang digunakan adalah penugasan, tanya jawab, dan latihan. Dalam melaksanakan pembelajaran lebih banyak menggunakan media pembelajaran dengan buku paket.

Adapun langkah-langkah pembelajarannya adalah guru mendatangi rumah masing-masing kelompok siswa dan memberikan tugas atau soal. Siswa mengerjakan tugas. Setelah siswa selesai mengerjakan tugas atau soal maka guru memberikan penilaian terhadap siswa tersebut.

Baca juga:  Efektivitas Pembelajaran Steam pada Materi Sikus Air

Sebelum berkunjung ke rumah masing-masing kelompok untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan metode luring guru telah membuat kesepakatan waktu kunjungan bersama orang tua siswa agar lebih efektif.

Dengan berusaha tetap menghadirkan suasana belajar seperti di sekolah. Melalui kunjungan langsung ke rumah dan kerja sama yang baik antara guru dan orang tua siswa maka proses pembelajaran di masa Covid-19 dapat berlangsung dengan lancar.

Dengan home visit, para siswa dapat menangkap pembelajaran secara visual dan audio. Karena mereka tidak semuanya menguasai salah satu media pembelajaran tersebut. Ada yang harus keduanya, seperti guru menulis dan siswa melihat langsung. (pr1/lis)

Guru Kelas III SDN 01 Sumublor, Kec. Sragi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya