alexametrics

Metode Akrostik Mudahkan Siswa Mencipta Puisi

Oleh : Nanik Yuliatun, S. Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam pembelajaran bahasa ada empat keterampilan bahasa yang harus dikuasai siswa. Yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Dari empat hal itu keterampilan menulis menjadi keterampilan berbahasa yang paling sulit untuk dicapai siswa. Salah satunya keterampilan dalam menulis menulis puisi.

Beberapa kemungkinan yang menyebabkan rendahnya kemampuan peserta didik dalam menulis puisi. Sehingga berakibat rendahnya nilai rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal yang tidak tercapai. Mulai dari kurangnya pemahaman peserta didik terhadap konsep-konsep menulis puisi; kurangnya kebiasaan peserta didik berlatih membuat puisi; serta strategi pembelajaran yang digunakan masih belum cukup untuk memfasilitasi perolehan pemahaman dan keterampilan menulis puisi bagi peserta didik.

Guru mapel Bahasa Indonesia dituntut untuk bisa berinovasi dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi bagi siswa. Yaitu dengan menjelaskan konsep-konsep penulisan puisi serta memperkenalkan metode-metode dalam penulisan puisi.

Baca juga:  Lawan Covid-19 dengan Rajin Olahraga

Salah satu metode pembelajaran menulis puisi yang bisa diterapkan adalah metode penulisan puisi akrostik. Dengan metode ini akan mampu tercipta sebuah puisi akrostik.

Penulis sudah mulai menerapkan metode akrostik dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas X SMAN 11 Semarang. Hasilnya, metode itu bisa meningkatkan kemampuan dan prestasi anak-anak dalam menulis puisi.

Metode akrostik dalam pembelajaran menulis puisi/sajak adalah metode menulis puisi dimana huruf awal baris-baris penyusun puisi menyusun sebuah kata atau kelompok kata. Yang nanti menjadi judul dari puisi tersebut. Puisi akrostik menggunakan huruf dalam sebuah kata atau kelompok kata (yang dijadikan sebagai judul puisi) untuk memulai tiap-tiap baris puisi.

Puisi akrostik berbeda dengan puisi lain. Karena huruf-huruf pertama tiap baris dalam puisi akrostik membentuk menjadi sebuah kata atau kelompok kata. Sedangkan untuk pola rima dan jumlah baris dalam puisi akrostik dapat disajikan dalam berbagai variasi.

Baca juga:  Media Gambar dan Video Pembelajaran Tingkatkan Hasil Belajar Kebugaran Jasmani

Tahapan pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan metode akrostik adalah: pertama literasi. Siswa membaca berbagai contoh puisi akrostik yang disiapkan guru. Kemudian siswa secara berkelompok mengidentifikasi ciri-ciri dari puisi akrostik. Kedua guru menjelaskan metode akrostik.

Metode akrostik adalah sebuah metode menulis puisi dengan cara mengambil huruf depan, tengah, atau akhir dalam sebuah kata yang disusun secara vertikal dan dijadikan puisi.

Ketiga menyusun puisi akrostik. Siswa melaksanakan praktik menyusun puisi dengan menerapkan metode akrostik. Kemudian keempat evaluasi.

Guru melakukan evaluasi terhadap kegiatan praktik menulis puisi dengan metode akrostik. Evaluasi bertujuan untuk mengukur seberapa besar efektivitas penggunaan metode akrostik dalam pembelajaran menulis puisi.

Baca juga:  Think Globally Act Locally dalam Pembelajaran Geografi

Pada akhirnya dengan menggunakan metode akrostik dalam pembelajaran menulis puisi siswa akan lebih mudah menyusun larik- larik puisi. Karena sudah ada huruf – huruf pancingan di awal larik sehingga pembelajaran menulis puisi dapat terlaksana dengan lebih efektif dan menarik.

Contoh puisi akrostik:

KERINDUAN HATIKU
Kukenang engkau di hatiku
Entah mengapa hati ini begitu pedih
Rinduku laksana awan
Ingin hati ini mendekapmu
Namun apalah dayaku
Duniaku suram tak berbintang lagi
Untuk semua masa yang pernah kita lewati
Andaikan aku bisa mendekapmu lagi
Nantikan aku di ujung awan
Hatiku bak teriris sembilu
Aku kan mendekap rinduku
Tak ada yang kuasa menolakmu
Ingatkah engkau padaku
Ku hanya ingin kau tahu
Untuk mu lah rinduku. (fth)

Guru SMA Negeri 11 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya