alexametrics

Membuat Pembelajaran Menyenangkan dengan Pembelajaran Deferensiasi

Oleh: Dra Sri Narti, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENGAJARAN merupakan proses pendidikan dalam memberi ilmu untuk kecakapan hidup secara lahir dan batin (menurut Ki Hadjar Dewantara). Pengajaran bukan semata menyampaikan materi saja dengan tujuan akhir bisa mengerjakan atau menjawab soal dalam penilaian agar mendapat nilai yang tinggi, namun lebih utamanya adalah menanamkan kecakapan mengkaji untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan.

Cara mengajar yang bervariasi dengan memperhatikan dan mengakomodasi karakteristik belajar masing-masing peserta didik akan membuat peserta didik tidak pernah merasa bosan. Hal ini juga penulis sampaikan kepada para guru di SMA Negeri 8 Purworejo.

Menurut penulis, kemampuan peserta didik untuk memiliki keterampilan belajar Abad 21 harus diupayakan, namun pengaruh dari luar tetap harus disaring dengan tetap mengutamakan kearifan lokal budaya Indonesia agar pendidikan karakter tetap terakomodasi.

Sehingga dapat menumbuhkembangkankan kecakapan dan pribadi yang unggul pada peserta didik sesuai dengan karakternya masing-masing. Guru harus senantiasa mengembangkan kompetensi peserta didik agar dapat selaras dengan perubahan dan perkembangan zaman.

Baca juga:  Meningkatkan Disiplin Siswa Masuk Sekolah melalui Layanan Bimbingan Kelompok

Peserta didik harus diberi kesempatan menggunakan seluruh tubuh dan inderanya untuk belajar memahami dunia sekitarnya. Guru harus memahami kebutuhan peserta didik.

Guru harus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan selalu memberi stimulasi sesuai tahapan tumbuh kembang peserta didik. Guru harus selalu merancang kegiatan yang bermakna bagi peserta didik.

Peserta didik pada saat mengikuti pembelajaran secara daring dengan konteks rumah yang berbeda-beda harus menjadi perhatian bagi guru. Guru menggunakan model-model pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik. Guru harus berkomunikasi yang baik dengan orang tua atau wali peserta didik.

Pembelajaran di kelas harus menyesuaikan dengan kebutuhan belajar masing-masing individu peserta didik. Evaluasi kesiapan dan perkembangan belajar peserta didik harus diakomodasi.

Baca juga:  Terampil Berceramah dengan Media Cerita Bergambar

Guru harus melakukan asesmen agar bisa menentukan kesiapan peserta didik pada suatu konsep dan melakukan pemetaan kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan tingkat kesiapan belajar. Sehingga dapat memodifikasi tingkat kesulitan pada bahan pembelajaran untuk menjamin peserta didik terpenuhi kebutuhan belajarnya.

Guru juga harus mengenali minat peserta didik, agar dapat merencanakan pembelajaran yang menarik dan bermakna. Pengungkapan terhadap minat peserta didik akan dapat memacu motivasi mereka untuk belajar.

Untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, maka guru harus menyelenggarakan pembelajaran yang berdeferensiasi baik deferensiasi konten, deferensiasi proses, maupun deferensiasi produk.

Deferensiasi konten dengan cara: pertama, materi yang disajikan dalam bentuk beragam. Kedua, pemberian keterampilan atau pengetahuan yang bisa dipelajari secara mandiri oleh peserta didik. Ketiga, menyajikan pengetahuan yang memungkinkan peserta didik menyampaikannya kepada teman sebaya. Keempat, menyajikan pengetahuan dalam berbagai tingkat kesulitan dan menyajikan sumber belajar yang kaya.

Baca juga:  Instagram sebagai Media Pembelajaran Daring PJOK Kekinian

Deferensiasi proses dengan cara mengaktifkan pembelajaran menggunakan pemodelan, demontrasi, latihan dan permainan.
Deferensiasi produk dengan cara: pertama, varian produk pengetahuan untuk setiap peserta didik. Kedua, penilaian terhadap pemahaman peserta didik dibuat beragam, variasi aktivitas dalam pengerjaan tugas.

Ketiga, pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk menciptakan produk atau karya mandiri. Keempat, varian penilaian berdasarkan tingkat kesulitan dan kemampuan peserta didik. Kelima, memberi kesempatan kepada peserta didik untuk memilih cara mengekspresikan kebutuhan pembelajaran.

Keenam, menggunakan rubrik yang cocok dan memperluas keberagaman tingkat keterampilan peserta didik. Ketujuh, membolehkan peserta didik untuk bekerja sendiri atau berkelompok kecil untuk menuntaskan tugas serta mendorong peserta didik untuk membuat tugas secara mandiri. (*/zal)

Kepala SMAN 8 Purworejo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya