alexametrics

Pembelajaran Lebih Efektif dengan Blended Learning

Oleh : Ratih Sardjiningsih,S.Pd.,

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Selama pandemi proses pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh dengan metode daring. Sesuai Surat Edaran Kemendikbud No.15 Tahun 2020 tentang Pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran Covid-19. Metode daring diterapkan sebagai upaya menekan penyebaran covid 19.

Tetapi masalah teknologi menjadi tantangan terbesar bagi pendidik serta peserta didik. Keterbatasan akses jaringan internet, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi penghambat dalam penerapan pembelajaran daring. Selain itu, masalah lain muncul karena banyak peserta didik mulai jenuh, malas dan kebosanan. Berkurangnya minat dan motivasi membuat mereka mengabaikan proses pembelajaran. Sehingga hasil belajar peserta didik tidak memuaskan.

Pandemi covid-19 belum diketahui kapan berakhir. Tetapi kabar bagusnya situasinya mulai membaik dengan angka kasus covid 19 yang menurun. Melihat kondisi ini tentu sekarang kita butuh metode pembelajaran yang lebih efektif di masa depan.

Sistem tatap muka sejauh ini merupakan model pembelajaran yang paling efektif. Kelebihan karena ada interaksi kuat antara pendidik dan peserta didik. Sehingga membuat suasana pembelajaran lebih kondusif dan menarik. Tapi satu sisi, pembelajaran daring diperlukan untuk mencegah penyebaran covid-19. Maka butuh metode pembelajaran baru yang tepat dalam proses pembelajaran.

Satuan pendidikan bisa metode pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring), luar jaringan (luring) atau kombinasi dari keduanya. Sesuai kesiapan dan ketersediaan sarana serta prasarana sekolah.

Situasi sekarang menuntut guru lebih kreatif dan inovatif dalam mengajar. Hal ini penting, agar siswa tidak jenuh dan materi bisa tersampaikan dengan baik. Bagi sekolah dengan fasilitas lengkap sistem blended learning bisa menjadi alternatif pembelajaran yang efektif. Metode ini dapat memberikan kesempatan terbaik untuk kegiatan pembelajaran dan bisa meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Blended learning merupakan metode yang menggunakan dua pendekatan sekaligus. Yaitu sistem tatap muka sekaligus daring melalui video conference. Jadi meskipun guru dan peserta didik melakukan pembelajaran jarak jauh, keduanya masih bisa berinteraksi.

Thorne (2013) mendefinisikan blended learning sebagai campuran dari teknologi e-learning dan multimedia. Seperti video streaming, virtual class, animasi teks online yang dikombinasikan dengan bentuk-bentuk tradisional pelatihan di kelas. Sementara Graham (2005) menyebutkan blended learning sebagai pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran online dengan face-to-face (pembelajaran tatap muka).

Sistem ini bertujuan meningkatkan hasil belajar. Langkah-langkah dari blended learning (Ramsay : 2001) adalah: pertama pencarian informasi secara online maupun offline dengan berdasarkan relevansi, validitas, reliabilitas konten, dan kejelasan akademis. Kedua menemukan, memahami, dan mengkonfrontasikan ide atau gagasan. Ketiga menginterpretasikan informasi atau pengetahuan dari berbagai sumber.

Keempat mengkomunikasikan ide atau gagasan hasil interpretasinya menggunakan fasilitas online atau offline. Serta kelima mengkonstruksikan pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi dari hasil analisis, diskusi, dan penarikan kesimpulan dari berbagai informasi yang diperoleh menggunakan fasilitas online atau offline.

Dari langkah metode pembelajaran dengan metode ini, maka bisa ditentukan berbagai langkah pembelajarannya. Yakni pertama pembelajaran dapat dimulai dengan pembukaan serta penentuan tujuan pembelajaran yang akan dicapai baik tatap muka ataupun online.

Kedua guru memberikan arahan kepada peserta didik untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Serta ketiga peserta didik memahami, menginterpretasikan, mengkomunikasikan dan mengkonstruksikan pengetahuan serta menarik kesimpulan dari ide atau gagasan dari sumber yang telah ditemukan tersebut.

Blended learning juga merupakan suatu kombinasi pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian dan model pengajaran. Dengan memperkenalkan berbagai media dialog antara pendidik dengan peserta didik melalui pengajaran tatap muka dan pengajaran online. Metode ini juga sekaligus sebagai elemen dari interaksi sosial.

SMP Negeri 15 Surakarta sudah menerapkan blended learning dengan penggabungan pembelajaran daring melalui google classroom dan pembelajaran tatap muka. Jumlah peserta didik dalam satu kelas ada 16 siswa dengan menerapkan protokol kesehatan. Penggunaan metode blended learning terbukti membuat proses pembelajaran lebih dinamis, menarik serta meningkatkan hasil belajar peserta didik. (rs2/fth)

Guru Bahasa Inggris SMPN 15 Surakarta.

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya