alexametrics

Permainan Dam Memacu Kerja Otak Motorik Siswa

Oleh : Widy Hastrini, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Bermain merupakan salah satu cara untuk menstimulasi kecerdasan anak, di mana ia bisa mengoptimalkan berbagai jenis kemampuannya. Artinya, dengan bermain, anak dapat mengasah motorik halus dan kasarnya, mengembangkan fantasi, persepsi ruang, kemampuan verbal dan numerik, mengenal tekstur, warna, nada, dan sebagainya tanpa beban.

Pembelajaran matematika sangat ditakuti oleh siswa, yang berakibat hasil belajar menurun. Sebagai guru harus kreatif menciptakan pembelajaran supaya siswa tertarik terhadap matematika. Salah satunya yang dilakukan guru kelas 6 SDN 01 Bojongminggir menerapkan permainan Dam.

Dam-daman merupakan salah satu permainana tradisional yang membentuk bidang petak-petak semacam papan catur, yang disebut dam-daman atau ada juga yang menyebut dengan nama bas-basan. Petaknya dapat di gambar di atas tanah, tegel atau yang lain. Dalam satu petak di bagi untuk dua pemain. Yang di butuhkan dalam permainan ini selain gambar petak juga diperlukan biji, kerikil atau yang lainnya tetapi antara dua kelompok (5 anggota, bermain secara bergantian) tersebut tidak boleh sama agar dapat di bedakan mana milik kelompok A dan kelompok B (misalnya kelompok A menggunakan batu kerikil dan kelompok B menggunakan biji asam). Jumlah yang di butuhkan oleh setiap pemain adalah 16 biji.

Baca juga:  Strategi Mengatasi Pembelajaran Daring dengan Media Animatif-Interaktif

Alat dan bahan yang harus disiapkan untuk permainan dam antara lain: Pertama, tentukan siapa yang akan bermain lebih dulu. Kedua, siapkan papan permainan. Duduklah berhadapan dengan lawan dan letakkan papan permainan di antara kita dan lawan. Papan permainan terdiri dari 64 buah kotak atau petak hitam putih berseling yang tersusun dalam pola 8 x 8. Terdapat 32 petak berwarna putih dan 32 petak berwarna hitam. Ketiga, letakkan pion-pion dam di atas papan. Setiap pemain harus meletakkan pion-pionnya di 12 petak hitam yang ada di tiga baris pertama yang terdekat dengan pemain. Setiap baris akan diisi dengan 4 buah pion. Keempat, tentukan apakah waktu bermain setiap pemain akan dihitung. Dalam pertandingan dam, setiap pemain mendapatkan lima menit untuk setiap giliran bermain.

Baca juga:  Bridging Course Persiapkan Siswa Ikuti Pelajaran Bahasa Inggris Lanjutan

Sedangkan aturan mainnya adalah : Satu, langkah setiap buah dam hanya satu langkah ke depan, samping atau diagonal mengikuti garis, tidak boleh mundur. Tapi sebelum siswa megocok dadu terlebih dahulu harus bisa menjawab pertanyaan dari guru, seandainya siswa tidak bisa menjawab atau salah maka ganti dengan group lawannya. Dua, untuk memakan buah dam lawan yaitu dengan cara melompatinya, boleh beruntun dan boleh mundur (hanya untuk memakan). Tiga, Apabila lawan tidak mau/lupa memakan buah dam kita maka lawan kena penalti atau Istilahnya “Dam”, apabila terjadi seperti itu kita berhak mengambil 3 buah dam lawan secara gratis dan bebas, pada saat mengambil penalti sebaiknya dipilih dengan benar agar bisa memakan buah dam lawan secara beruntun. Katakan dengan keras kata Dam kepada lawan ketika kejadian seperti itu. Keempat, setelah mengambil buah dam lawan ketika terjadi Dam kita boleh melanjutkan langkah. Kelima, bila salah satu pihak berhasil menyarangkan buah damnya mengelilingi daerah ekor (segitiga) lawan maka buah dam menjadi buah dam sakti yang bebas bergerak kemanapun sesuai garis. Keenam, apabila buah dam kita tinggal 3 buah dam, maka ketiga buah dam tersebut sudah menjadi buah dam sakti yang bebas bergerak kemanapun sesuai garis. Ketujuh, pemain dinyatakan menang bila berhasil menghabisi buah dam lawan. Kedelapan, dinyatakan seri/draw bila buah dam kita dan buah dam lawan menyisakan 1 buah dam.

Baca juga:  Efektifnya Pembelajaran Matematika dengan E-Learning

Permainan Dam telah diterapkan di kelas 6 SDN 01 Bojongminggir berulang-ulang karena dam adalah permainan menyenangkan yang mudah dimainkan. Sebelum permainan dam, sebelumnya guru menjelaskan materi terlebih dahulu, baca dan pahami materi kemudian membagi kelompok. Dengan cara berkelompok ini, mereka secara tidak langsung melatih komunikasi, melatih keberanian untuk menjadi sang pemenang. (ct4/ton)

Guru Kelas VI SDN 01 Bojongminggir Kec. Bojong Kab.Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya