alexametrics

Penguatan Karakter Kebangsaan dalam Pembelajaran Aksara Murda dengan Peta Candi Nusantara

Oleh : Rita Kusumaningsih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Tujuan menggunakan media peta persebaran candi-candi di Nusantara berbantuan kartu aksara Jawa agar siswa dapat memahami aksara murda, mempunyai rasa memiliki, mencintai, melestarikan warisan luhur. Sikap tersebut adalah bentuk peran aktif kita sebagai generasi muda yang berkarakter Pancasila.

Kendala yang dihadapi siswa-siswi SMAN 1 Kesesi kelas XI dalam pembelajaran aksara Jawa adalah tidak memahami aksara Jawa/murda walaupun sudah mempelajari dari sekolah dasar hingga menengah.
Penyebabnya aksara Jawa tidak digunakan lagi sebagai alat literasi publik.

Hal ini memotivasi guru bahasa Jawa SMAN 1 Kesesi kelas XI untuk membuat media pembelajaran aksara Jawa/murda yang menarik dan memudahkan siswa dalam belajar.

Menurut Hermawan (2007: 39) contoh media pembelajaran antara lain adalah media pembelajaran cetak, audio visual, dan multimedia interaktif. Sedangkan Riyanto (2009: 3) dalam Rena Ariyanti, dkk (2015) berpendapat bahwa peta harus memenuhi syarat tidak boleh membingungkan, mudah dimengerti, dapat memberikan gambaran yang sebenarnya.

Baca juga:  Kemampuan Menulis Geguritan dengan Teknik Kata Berantai

Kemudian menurut Darusuprata dan tim penyusun (1995: 11), salah satu fungsi aksara murda untuk menuliskan penamaan suatu tempat. Dengan ini, maka guru bahasa Jawa Kelas XI SMAN 1 Kesesi menggunakan media peta candi di Nusantara berbantuan kartu gambar beraksara Jawa.

Langkah-langkahnya sebagai berikut : pertama, persiapan yang dilakukan guru adalah membuat peta Indonesia disertai gambar candi dan nama daerah bertuliskan aksara Jawa/ murdha. Membuat kartu gambar candi. Keterangan dalam kartu bertuliskan aksara Jawa.

Kedua, sajikan media peta candi tersebut menggunakan pembelajaran live meeting. Siswa secara mandiri memilih kartu bergambar, lalu menuliskan dalam paragraf aksara Jawa/ murda. Pengerjaan penulisan harus secara live diketahui, diamati, kemudian dilakukan penilaian langsung oleh guru.

Baca juga:  Pembelajaran Asyik Materi Perkembangbiakan pada Manusia dengan Google Classroom

Ketiga, presentasi salah satu siswa dengan menunjukkan kartu yang ditulisnya, guru membantu untuk share dalam live meeting. Siswa lain memberikan tanggapan hasil penulisan tersebut (kesalahan penulisan aksara Jawa, ingatkan untuk hindari bullying). Guru memberikan ulasan terhadap hasil penulisan aksara Jawa tadi. Siswa lain yang belum mendapatkan kesempatan live presentasi dapat mengirimkan hasil tulisannya melalui platform yang disediakan.

Keempat, evaluasi pembelajaran bertujuan agar tidak mengulang kesalahan penulisan. Selain itu guru menjelaskan manfaat penggunaan media candi bertujuan untuk menanamkan rasa memiliki, melestarikan warisan luhur guna menumbuhkan sikap handarbeni, gugur gunung, tepa salira, nasionalis, religius, dan integritas demi persatuan dan kesatuan bangsa. Berikan apresiasi atas hasil kerja keras siswa baik berupa nilai ataupun pujian.

Baca juga:  Belajar Tembang Gambuh dengan Vidio Tutorial Pembelajaran

Hasil yang dicapai dengan peta candi Nusantara berbantuan kartu gambar beraksara Jawa/murda sebagai media pembelajaran siswa kelas XI SMAN 1 Kesesi adalah melampaui batas minimal ketuntasan (KKM).

Tanggapan siswa yaitu lebih menikmati dan menyenangkan. Dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran aksara murda dengan media peta candi Nusantara berbantuan kartu bergambar dapat dijadikan referensi media pembelajaran untuk guru bahasa Jawa sekolah lain dengan cara yang sama. Disertai penguatan karakter Pancasila sebagai wujud pengabdian guru untuk andil langsung menjaga keutuhan NKRI. (bk1/lis)

Guru Bahasa Jawa SMAN 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya