alexametrics

Blanded Learning Berbasis Quipper School dan Google Meet, Optimalkan Pembelajaran Sosiologi

Oleh : Heni Purwanti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 di negara kita memaksa pemerintah mengeluarkan kebijakan agar semua aktivitas dibatasi untuk mencegah penyebaran virus korona. Termasuk pendidikan.

Hal ini sesuai Surat Edaran Mendikbud Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Salah satu bentuk kebijakan tersebut ialah dengan melakukan pembelajaran secara online atau daring (dalam jaringan).

Pembelajaran daring merupakan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh sekolah dimana siswa dan guru berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya (Pohan, 2020:2).

SMA Negeri 1 Kesesi berada di wilayah zona merah, sehingga pembelajaran harus dilaksanakan secara daring. Menurut Sukawijaya dan Sudiarta (2018), blended learning adalah model pembelajaran yang mengkombinasi pembelajaran elektronik (asyncronous) dan pembelajaran tatap muka di kelas (syncronous). Model pembelajaran blended learning memadukan berbagai metode dan strategi pengajaran yang memanfaatkan teknologi virtual.

Model ini dapat dilakukan tidak hanya pada proses pembelajaran tatap muka, tetapi juga saat kegiatan di luar tatap muka. Baik di lingkungan sekolah, di rumah, maupun di tempat lainnya yang ada akses internet (Dobrzan-ski & Brom, 2008).

Baca juga:  Dengan Metode TGT Belajar Jadi lebih Menyenangkan

Dalam proses pembelajaran memerlukan media yang cocok. Adapun media pendukung blended learning yang penulis terapkan di SMAN 1 Kesesi kelas XII IPS 3 pada materi Globalisasi adalah kombinasi platform Quipper School dan Google Meet.

Aplikasi Quipper School menyediakan materi dan soal evaluasi yang menyenangkan sehingga dapat mengurangi ketegangan siswa saat menjalankan evaluasi. Hasil pengumpulan tugas pun secara otomatis setelah siswa selesai mengerjakan soal.

Siswa tidak perlu repot menulis banyak jawaban di buku sehingga lebih cepat selesai mengerjakan tugas-tugasnya. Sedangkan Google Meet digunakan untuk tatap muka, dimana guru dan siswa dapat melakukan audio & video conferencing, web conferencing, dan juga sharing content yang akan dipresentasikan berupa gambar, audio, video ataupun aplikasi yang terdapat di device.

Fasilitas utama yang terdapat pada Quipper School dan Google Meet adalah course management, yaitu menciptakan sumber belajar, menyajikan materi, dan berbagai aktivitas pembelajaran.

Baca juga:  Metode Sosmik Perwujudan Pembelajaran KIP dalam Memahami Materi Konflik Sosial

Penggunaan media ini dalam proses pembelajaran dapat menggali kemampuan serta menimbulkan daya tarik siswa dalam belajar (Sandi, 2012).

Adapun langkah-langkah pembelajaran blanded learning berbantu media Quipper School dan Google Meet di SMAN 1 Kesesi, yaitu diawali dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu pertama pendahuluan (sincronous): guru mengajak siswa bergabung di Google Meet (sesi video conference) dengan fasilitas group WhatsApp kelas.

Guru melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan teknis kegiatan pembelajaran. Kedua, kegiatan inti (sincronous dan asyncrobous). Guru menampilkan materi kemudian bersama siswa melakukan tanya jawab hasil tayangan materi melalui Google Meet.

Selanjutnya siswa diminta membuka akun Quipper School yang sudah dibuat untuk mendapatkan referensi penguatan materi untuk dipelajari dan mengerjakan soal evaluasi yang sudah diaktifkan oleh guru dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Penutup (sincronous).

Guru melakukan refleksi pembelajaran, menyimpulkan kegiatan pembelajaran, dan mengakhiri kegiatan pembelajaran.

Dengan penerapan pembelajaran blanded learning di SMAN 1 Kesesi kelas XII IPS 3 materi Globalisasi sebagian besar siswa menunjukkan sikap yang positif, terlihat siswa lebih aktif dan responsif dalam pembelajaran sinkron (tatap maya) maupun asinkron.

Baca juga:  Perubahan Sosial Pembelajaran Berbasis Website

Siswa tetap merasakan proses pembelajaran seperti yang biasa dilakukan yaitu mendapatkan bimbingan dan arahan tentang materi yang disampaikan. Dapat bertanya dan berinteraksi secara langsung baik dengan guru maupun teman lain dalam waktu yang bersamaan.

Jika awalnya hanya sebagian siswa yang hadir mengikuti kelas tatap maya, setelah itu hampir 80 persen siswa yang hadir. Siswa juga lebih memahami materi yang diberikan secara langsung melalui g-meet dan semangat dalam menyelesaikan tugas mandirinya. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi yang dikerjakan di Quipper terdapat nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebelumnya adalah 69,29.

Setelah diterapkan pembelajaran blanded learning terjadi peningkatan hasil belajar nilai rata-rata 88,50. Dengan demikian efektivitas pembelajaran daring untuk pencapaian kompetensi siswa di SMAN 1 Kesesi dapat tercapai dengan baik. (bk1/lis)

Guru Sosiologi SMAN 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya