alexametrics

Tingkatkan Efektivitas Konseling dengan Metode Photo Therapy

Mohammad Sidik, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Guru Bimbingan dan Konseling (BK) idealnya mempunyai kompetensi keterampilan konseling yang mumpuni. Apalagi di tengah kondisi masa pandemi Covid-19. Mengapa demikian? Sebab, guru BK mempunyai peran yang penting untuk membuat dan membantu kestabilan emosi peserta didik.

Hal itu dikuatkan pendapat Susanto (2018:11), jika peran guru BK dalam konseling untuk menyediakan ruang bagi peserta didik yang mengalami problem agar tercipta rasa nyaman, mampu menjadi pendengar baik dan memberikan dukungan dengan memanfaatkan kekuatan dari individu menjadi lebih baik.

Kompetensi guru BK dalam hal ini keterampilan konseling sangat membantu efisiensi serta efektivitas kinerja guru BK. Realitasnya, masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pandemi Covid-19 mempunyai dampak yang sangat besar bagi emosi masyarakat. Tidak terkecuali peserta didik SMA Negeri 3 Tegal.

Saat ini SMA Negeri 3 Tegal sudah mulai pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Tetapi pembelajaran online masih berjalan. Selama pandemi tingkat depresi dan kecemasan peserta didik meningkat signifikan dengan beberapa faktor. Hal inilah yang menyebabkan pentingnya guru BK melakukan intervensi psikologis berorientasi krisis yang dibutuhkan peserta didik.

Fenomena tingkat depresi dan kecemasan menimbulkan kebutuhan yang cukup besar bagi guru BK untuk membantu. Bantuan membutuhkan cara yang efektif dan efisien mengingkat tingkat depresi peserta didik cukup tinggi.

Romli (2017 : 171-175) mengatakan, guru BK dapat melakukan treatment untuk mereduksi atau mengurangi permasalahan depresi dan kecemasan peserta didik dengan beberapa strategi. Diantaranya terapi bermain, terapi kreatif, smile child center, terapi emosi dan outbond.

Terapi emosi dan kognitif bisa dilakukan menggunakan metode photo therapy. Yakni pendekatan baru dalam Bimbingan Konseling dengan menggunakan media gambar dengan tujuan menstimulasi memori, emosi, serta pengalaman masa lalu peserta didik. Sehingga menghasilkan sudut pandang baru yang bisa menemukan solusi atas problem yang dialaminya.

Photo therapy merupakan praktik terapi yang memakai foto pribadi peserta didik, album keluarga, atau foto yang diambil pihak lain (pikiran, ingatan, perasaan, dan keyakinan yang ditimbulkan gambar atau foto-foto tersebut).

Ini berfungsi mempercepat (katalis) dalam memperdalam wawasan dan meningkatkan hubungan komunikasi. Karena selama terapi atau konseling mereka tidak hanya melakukannya dengan kata-kata semata.

Metode photo therapy merupakan metode sederhana dan aplikatif. Metode ini cukup kreatif, berbasis visual juga terbukti mampu meningkatkan efektivitas saat konseling. Metode ini jika diterapkan lebih optimal maka akan banyak membantu peserta didik dan memberikan banyak manfaat.

Beberapa alasan mengapa metode phototherapy cukup efektif dalam konseling diantaranya metode ini mempunyai kepekaan dalam membuka aspek-aspek perilaku peserta didik yang tidak disadari, memberikan kemungkinan dalam memberikan kemungkinan untuk diberikannya banyak respon, bersifat multidimensional, juga mampu memancing respon sebanyak-banyaknya dari klien (peserta didik).

Saat metode ini digunakan, banyak yang tidak menyadari jika respon mereka sedang dievaluasi. Peserta didik saat konseling menjadi dimudahkan dalam memunculkan keunikannya. Secara tidak langsung kondisi inilah yang mampu menciptakan rasa nyaman, aman bagi peserta didik. Untuk menceritakan dan mengeluarkan perasaan serta pikirannya. Melakukan konseling dengan menggunakan model tanya jawab atau perangkat tes psikologi sekarang sudah mulai kurang efektif.

Ada beberapa alasan kenapa metode photo therapy lebih efektif untuk konseling. Diantaranya dinamis, yaitu banyak peserta didik yang memiliki latar belakang berbeda dengan membawa berbagai masalah. Realitanya belum tentu guru BK (konselor) menguasai permasalahan mereka. Tetapi dengan metode photo therapy mampu mengakomodir waktu konseling untuk peserta didik dengan berbagai problem.

Selanjutnya adalah praktis dan aplikatif. Metode ini cukup praktis dikolaborasikan dengan berbagai disiplin ilmu dan mampu mempertegas metode-metode yang dikuasai guru BK (konselor) dengan hasil luar biasa. Kesuksesan sesi konseling menjadi bertingkat, konselor bahagia dan klien semakin nyaman dengan sesi konselingnya. (fth)

Guru BK SMA Negeri 3 Tegal

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya