alexametrics

Tingkatkan Hasil Belajar Matematika melalui Pendekatan Teori Jerome S Bruner

Oleh : Erma Kristinawati, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PRESTASI belajar siswa kelas 1 SD Negeri 3 Kebonbimo pada mata pelajaran matematika masih rendah. Hal ini disebabkan kurangnya penguasaan guru mengenai penggunaan strategi, pendekatan, maupun metode pembelajaran yang tepat, sehingga penyampaian materi kurang menarik.

Selain itu, pada saat pembelajaran guru sering mendominasikan metode ceramah serta keterbatasan penggunaan media pembelajaran terutama pada materi operasi hitung penjumlahan bilangan cacah.

Dengan memilih pendekatan yang baik dan penggunaan media pembelajaran yang menarik, tentunya akan memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan suasana yang menyenangkan. Apabila hal ini tercipta, maka akan menghasilkan pembelajaran yang efektif.

Sumiati dan Asra (2009: 91) mengungkapkan bahwa proses pembelajaran menuntut guru untuk merancang berbagai metode pembelajaran dan pendekatan yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa.

Pendekatan teori belajar Jerome S Bruner dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam kegitan pembelajaran materi operasi hitung penjumlahan bilangan cacah.

Baca juga:  Metode Eksperimen Elektromagnetik Membuat Siswa Mencipta Medan Magnet Menggunakan Paku

Jerome S Bruner (Sri Subarinah, 2006: 3-4) dalam teorinya yang diberi judul Teori Perkembangan Belajar, menekankan proses belajar menggunakan model mental, yaitu individu yang belajar mengalami sendiri apa yang dipelajarinya agar proses tersebut yang direkam dalam pikirannya dengan caranya sendiri. Berarti siswa dalam belajar haruslah terlibat aktif mentalnya yang dapat diperlihatkan dari keaktifan fisiknya.

Jerome S Bruner (Pitadjeng, 2006: 29-30) melukiskan anak-anak berkembang melalui tiga tahapan perkembangan mental. Pertama, tahap enaktif yaitu anak didik menggunakan atau memanipulasi objek-objek konkret secara langsung. Untuk memahami konsep penjumlahan bilangan cacah, contoh kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan guru di dalam kelas adalah sebagai berikut: guru membawa 2 keranjang yang semuanya berisi jambu.

Baca juga:  Media Audio Visual yang Mengasyikkan bagi Siswa

Kemudian 3 orang siswa maju ke depan kelas, 2 siswa memegang keranjang yang berisi jambu, 1 siswa menghitung semua jumlah jambu sampai habis dan dimasukkan pada keranjang kosong secara bergantian. Siswa menghitung semua jumlah jambu yang ada dalam 2 keranjang.

Kedua, tahap ikonik yaitu kegiatan anak didik mulai menyangkut mental yang merupakan gambaran dari objek-objek konkret. Contoh kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan guru di dalam kelas adalah sebagai berikut: guru memberikan gambar buah jambu, satu keranjang berisi 10 jambu, kemudian siswa menempelkan gambar di papan tulis pada lembar nilai tempat yang sudah disediakan. Siswa memperhatikan di papan tulis, kemudian mulai menghitung jumlah buah jambu yang ada di papan tulis.

Ketiga, tahap simbolik yaitu tahap memanipulasi simbol-simbol secara langsung dan tidak lagi ada kaitannya dengan objek-objek, mereka menjelaskan dengan bahasanya. Pada tahap ini, anak sudah mampu menggunakan notasi tanpa ketergantungan terhadap objek riil.

Baca juga:  Pemanfaatan Media Sosial dalam Pembelajaran Daring

Pembelajaran direpresentasikan dalam bentuk simbol-simbol abstrak (abstract symbol), yaitu simbol-simbol arbiter yang dipakai berdasarkan kesepakatan orang-orang dalam bidang bersangkutan, baik simbol-simbol verbal (misalnya huruf-huruf, kata-kata, kalimat-kalimat), lambang-lambang matematika, maupun lambang-lambang abstrak yang lain.

Dari teori belajar yang dikemukankan Bruner di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ketiga tahapan belajar enaktif, ikonik dan simbolik akan membawa siswa pada pembelajaran penemuan (discovery learning), dimana siswa akan aktif, termotivasi dan meningkatkan keingintahuan siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi, sehingga akan mendapatkan pengalaman diluar informasi yang diberikan guru pada dirinya. Dengan demikian prestasi belajar siswa mata pelajaran matematika meningkat. (fkp2/zal)

Guru SDN 3 Kebonbimo, Boyolali

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya