alexametrics

PTM, sebagai Implementasi Nilai Karakter Peserta Didik

Rini Udiastuti,S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan gerakan yang telah digulirkan sejak 2016. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan 5 nilai pendidikan karakter. Yaitu religius, nasionalis, integritas, mandiri dan gotong royong.

Kaimuddin dalam jurnal bertajuk Implementasi Pendidikan Karakter dalam kurikulum 2013 (2014) mengemukakan pendidikan karakter merupakan usaha sadar yang terencana dan terarah. Melalui lingkungan pembelajaran untuk tumbuh kembangnya seluruh potensi manusia yang memiliki watak berkepribadian baik. Bermoral-berakhlak dan berefek positif konstruktif pada alam dan masyarakat.

Pengertian pendidikan karakter dapat dipahami dari tiap-tiap katanya secara terpisah. Pendidikan merupakan proses pembelajaran pembiasaan, keterampilan dan pengetahuan manusia yang diteruskan dari generasi sebelumnya kepada generasi berikutnya. Sedangkan karakter merupakan akumulasi watak, sifat dan kepribadian individu yang mengarah kepada keyakinan dan kebiasaanya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian pendidikan karakter adalah usaha yang terencana untuk membangun karakter individu agar nantinya menjadi pribadi yang bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang banyak.

Zubaidi dalam buku Desain Pendidikan Karakter (2012) menyebutkan 3 fungsi pendidikan karakter. Yaitu pertama pembentukan dan pengembangan potensi. Agar peserta didik mampu mengembangkan potensi dalam dirinya untuk berpikir baik, berhati nurani baik, berperilaku baik dan berbudi luhur.

Kedua penguatan dan perbaikan. Memperbaiki dan menguatkan peran individu, keluarga, satuan pendidikan, masyarakat dan pemerintah untuk melaksanakan tanggung jawabnya dan berpartisipasi dalam mengembangkan potensi kelompok, instansi atau masyarakat secara umum. Ketiga, penyaring.
Pendidikan karakter digunakan agar masyarakat dapat memilih dan memilah budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai karakter dan budaya bangsa sendiri yang berbudi luhur.

Baca juga:  Kenalkan Potensi Daerah untuk Pengolahan Bahan Setengah Jadi

Keberhasilan pendidikan karakter peserta didik dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya naluri, kebiasaan, hereditas dan lingkungan. Di sisi lain pendidikan karakter melibatkan keluarga, sekolah dan komunitas. Maka sekolah sebagai bagian dari lingkungan memiliki peran penting dalam pendidikan karakter anak. Di sekolah pula, Pendidikan karakter bangsa dapat dibangun melalui kegiatan rutin sehari-hari maupun keteladanan dari pendidik(guru pintar).

Di masa pandemi Penguatan pendidikan karakter pada peserta didik telah pudar. Ketika pembelajaran jarak jauh dilaksanakan karakter peserta didik sangat memprihatinkan. Terbukti di SDN 2 Margosari Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal, tempat saya mengajar. Ketika pembelajaran dengan sistem luring ( luar jaringan ), adanya kunjungan rumah oleh pendidik dalam kelompok belajar, peserta didik tidak melaksanakan pembiasaan, seperti halnya ketika di sekolah. Budaya 5s (senyum salam sapa sopan santun) tidak mereka pedulikan.

Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, walaupun terbatas, dapat membangkitkan semangat peserta didik untuk menerapkan nilai-nilai karakter. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) mempunyai tujuan utama untuk mengimplementasikan Nawacita presiden Joko Widodo-Yusuf Kalla dalam sistem pendidikan nasional.

Nurdin Usman dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com dan repository.uma.ac.id. Implementasi adalah bermuara pada aktivitas, aksi, tindakan atau adanya mekanisme suatu sistem, implementasi bukan sekedar aktivitas, tapi suatu kegiatan yang terencana dan untuk mencapai tujuan kegiatan. Penanaman nilai – nilai karakter pada peserta didik, akan kembali menjadi budaya pada pelaksanaan PTM.

Baca juga:  Optimalkan WAG Tingkatkan Hasil Belajar di Rumah

Penekanan nilai karakter terintegrasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu perubahan cara berpikir, bersikap dan bertindak menjadi lebih baik. PPK juga dapat diintegrasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler, intrakurikuler dan kokurikuler.

Pada dasarnya nilai karakter melibatkan literasi (olah pikir), etika dan spiritual (olah hati), estetika (olah rasa) dan kinestetik (olah raga). Mulai kecil anak harus dibimbing diajari untuk memiliki karakter yang positif. Supaya menjadi modal anak untuk menjalani kehidupan di masa yang akan datang.

Anak harus mempunyai karakter yang kuat , berani dan tidak mudah menyerah. Pendidik selalu memberikan contoh perilaku yang baik kepada peserta didik di lingkungan sekolah, dan selalu memberikan pesan moral kepada peserta didik dimana mereka berada.

Perilaku yang tertanam pada diri peserta didik SDN 2 Margosari Limbangan Kendal, terlihat sejak peserta didik diantar orang tua, sebelum memasuki gerbang sekolah, mereka cium tangan orang tua, hormat kepada semua guru, menerapkan 5s (senyum salam sapa sopan santun), dengan tetap berpegang protokol Kesehatan.

Peserta didik, pendidik dan semua warga sekolah, serta orang tua yang mengantarkan siswa, menerapkan 5m ( memakai masker, mencuci tangan, mengukur suhu badan, menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan) Kegiatan tersebut dilakukan setiap hari sebelum masuk ruang kelas.

Baca juga:  Dengan Direct Instruction Mudahkan Siswa Memahami Matematika

Peran pendidik di sekolah membimbing dan menguatkan pribadi peserta didik agar dapat memperbaiki tingkah laku dan cara hidup dalam pertumbuhannya.Sistem pembelajaran dalam pendidikan karakter ditekankan pada lembaga pendidikan agar dapat mempersiapkan peserta didik secara keilmuan dan unggul dalam kepribadian.

Lembaga pendidikan dituntut untuk menghasilkan peserta didik yang kuat dalam nilai-nilai moral, spiritual. Pendidikan karakter dapat dimulai dari hal-hal yang terkecil, seperti mengucapkan salam ketika masuk dan keluar ruangan, menghormati orang yang lebih tua, membiasakan saling membantu. Sikap tersebut dimiliki peserta didik dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Cara yang tepat untuk menumbuhkan pendidikan karakter diawali dengan kita paham bahwa masa depan peserta didik ada pada pendidik. Maka dari itu apa yang kita lakukan akan ditiru dan dipelajari oleh mereka. Pembelajaran saling tolong menolong akan diterapkan oleh peserta didik dan menjadi kebiasaan mereka peduli kepada lingkungan sekitar. Seperti ketika ada pulpen jatuh, tidak segan-segan peserta didik yang melihat, dengan spontan mengambilkannya.

Fungsi pendidikan karakter di sekolah untuk membentuk karakter dan kepribadian seseorang. Sehingga menjadi orang yang memiliki nilai moral yang tinggi, toleransi, berperilaku baik, dan berakhlak mulia. Selaku pendidik bertanggung jawab atas terbentuknya karakter peserta didik yang akan menjadi manusia dewasa di kemudian hari. (fth)

Guru SDN 2 Margosari Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya