alexametrics

Penerapan 5R/5S di SMK Permudah Lulusan Beradaptasi Budaya Kerja Industri

Oleh : Pudiono

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sekolah vokasi yang berupaya untuk memberikan lulusan yang siap bekerja, melanjutkan dan berwirausaha yang dikenal dengan istilah BMW.

SMK memberikan wadah bagi peserta didiknya untuk menempuh jenjang pendidikan yang menyiapkan kompetensi sebagai bekal di IDUKA (industri dunia usaha dan dunia kerja), atau bisa melanjutkan sekolah dan bisa juga berwirausaha.

SMK dituntut mampu menghasilkan lulusan sesuai dengan tuntutan industri, dunia usaha dan dunia kerja serta masyarakat. Budaya kerja merupakan suatu kegiatan dimana menghilangkan pemborosan untuk menuju pekerjaan yang lebih produktif, efektif dan efesien.

Pemberian kompetensi di dunia kerja industri bukan hanya dalam bentuk hardskill tetapi juga softskill. Hal tersebut sesuai dengan kriteria keterampilan siswa SMK yang dibutuhkan pada abad ke-21.

Budaya 5S adalah suatu metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara intensif yang digunakan untuk usaha memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di lokasi kerja sekaligus mengoptimalkan kinerja perusahaan secara menyeluruh (Masaaki Imai, 2012:68).

Baca juga:  Metode PBL Dapat Menarik Minat Belajar Siswa

Budaya 5S merupakan proses perubahan perilaku di tempat kerja dengan menerapkan penataan, kerapian, kebersihan, kedisiplinan dan perawatan. Tempat kerja merupakan pencerminan perilaku dan sikap pekerja.

Budaya 5S merupakan istilah yang berasal dari Jepang, yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Sedangkan di Indonesia lebih dikenal dengan 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Keuntungan dari penerapan budaya 5S adalah tercapainya peningkatan efisiensi, perbaikan, pelayanan, keuntungan serta keselamatan.

Penerapan budaya 5S dilaksanakan bersamaan dengan penerapan kaizen supaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan 5S. Tujuan penerapan budaya 5S menyejahterakan tenaga kerja sehingga pada saat keadaan bersih akan memunculkan kenyamanan, disiplin, menanggulangi kejadian, kerja sama, serta perawatan alat kerja agar menambah usia kerja peralatan (Masaaki Imai, 2012:67).

Penyesuaian diri peserta didik dalam dunia kerja tidak luput dari budaya kerja yang diberikan dari lingkungan sekolah. Pembentukan budaya kerja didasarkan pada tata nilai kerja yang dibutuhkan. Tata nilai tersebut diimplementasikan pada peraturan maupun tata tertib sekolah. Tata tertib yang dibuat sekolah mencakup bagaimana pola kegiatan peserta didik di dalam kelas, bengkel, maupun lingkungan sekolah.

Baca juga:  Bimbingan Belajar Tingkatkan Prestasi Siswa pada Pembelajaran Daring

Peraturan tersebut mengatur tentang tindakan-tindakan positif yang harus dilakukan oleh warga sekolah, terutama siswa. Tindakan positif yang harus dilakukan oleh siswa secara sadar dan terus menerus akan membentuk pola pembiasaan. Pola positif tersebut akan membentuk karakter peserta didik yang mampu berkembang menjadi budaya kerja individu.

Seperti halnya yang dilakukan penulis, di SMKN 1 Windusari Magelang saat ini sudah bekerja sama dengan PT Astra Daihatsu Motor Jakarta khususnya dalam penerapan budaya kerja 5R di sekolah. Walaupun kerja sama hanya dengan Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan namun diberlakukan bagi semua warga sekolah untuk mendukung program tersebut agar dapat berjalan dengan lancar.

Sekolah membuat peraturan yang terkait dengan budaya kerja 5R yang berlaku bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan. Bahkan kepada orang tua atau masyarakat saat berada di area sekolah. Peraturan yang diberlakukan kepada guru dan karyawan bermaksud agar mampu memberikan contoh dan teladan bagi peserta didik.

Baca juga:  Pembelajaran Blended Learning Atasi Rendahnya Kompetensi Siswa SMK

Pemberian contoh dan teladan yang baik bagi peserta didik tersebut mampu memberikan iklim kerja yang baik bagi peserta didik. Peserta didik juga akan terdorong untuk berbuat hal positif sesuai dengan tata tertib yang berlaku. Akhirnya jika budaya kerja 5R dapat diterapkan dengan baik maka lulusan SMK saat memasuki dunia kerja sudah terbiasa melaksanakannya sehingga akan cepat beradaptasi dengan dunia kerja dan dunia industri. (fkp2/lis)

Guru Teknik Pemesinan SMKN 1 Windusari Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya