alexametrics

Tantangan Pembelajaran Tatap Muka setelah Masa Pandemi

Oleh : Wahyu Pramudianto Irawan, S.Pd.SD, MM.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam mempersiapkan pembelajaran tatap muka, sekolah wajib memenuhi daftar periksa dan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Di samping itu, sekolah juga perlu mempersiapkan cara memulihkan penurunan kemampuan siswa pada masa pandemi.

Sejumlah simulasi menunjukkan, terhentinya kegiatan belajar reguler akibat pandemi Covid-19 dapat menyebabkan penurunan kemampuan siswa yang lebih besar dibandingkan penurunan kemampuan siswa akibat libur sekolah. Dampak dari penurunan kemampuan siswa ini sangat besar, bersifat permanen, dan bisa memengaruhi mereka saat dewasa kelak.

Selanjutnya, ketika siswa mulai masuk sekolah kembali, sekolah perlu segera melakukan asesmen pembelajaran pada semua siswanya untuk melihat titik awal (baseline) kemampuan siswa setelah berbulan-bulan menjalani pembelajaran yang minimal dan tidak teratur.

Asesmen pembelajaran ini penting dilakukan karena sarana belajar dan dukungan orang tua sangat beragam dalam mendukung siswa menjalani pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi. Kondisi ini menyebabkan ketimpangan pembelajaran antarsiswa makin lebar.

Baca juga:  Model Hybrid Learning dalam Pembelajaran IPA SMP

Siswa dengan sarana dan dukungan terbatas paling merasakan dampak negatif dari dihentikannya kegiatan belajar di sekolah. Tanpa intervensi khusus saat sekolah dibuka kembali, siswa dari keluarga berstatus sosiol ekonomi rendah akan semakin jauh tertinggal dari siswa berstatus sosiol ekonomi tinggi.

Menurut Slameto (2013:181) untuk meningkatkan minat belajar siswa ada beberapa cara yang paling efektif. Untuk membangkitkan minat pada suatu subjek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada.

Misalnya siswa minat pada olahraga balap mobil. Sebelum mengerjakan percepatan gerak, pengajar dapat menarik perhatian siswa dengan menceritakan sedikit mengenai balap mobil yang baru saja berlangsung. Kemudian sedikit demi sedikit diarahkan ke materi pelajaran yang sesungguhnya.

Dalam memulihkan penurunan kemampuan siswa akibat pandemi, perlu diingat bahwa penilaian perkembangan siswa tidak harus selalu mengacu kepada standar kurikulum. Tetapi pada peningkatan dari titik awal pengetahuan siswa, yang diperoleh dari hasil asesmen pembelajaran saat siswa masuk sekolah kembali.

Baca juga:  Pembelajaran Penjas di Masa Pandemi Covid-19

Selain itu, ketika menyusun rencana untuk memulihkan penurunan kemampuan siswa, sekolah juga sebaiknya tidak menetapkan target yang terlalu tinggi yang dapat menimbulkan tekanan baru pada siswa. Guru sebaiknya fokus pada perbaikan kemampuan literasi dan numerasi siswa yang menurun selama sekolah ditutup.

Pedoman untuk memulihkan penurunan kemampuan siswa saat sekolah tatap muka dibuka kembali, ini juga memuat aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam pengajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar.

Hal ini penting dilakukan khususnya bagi siswa dengan kemampuan akademik rendah, agar mereka dapat mengejar ketertinggalannya. Sekolah dapat mengadopsi contoh-contoh diferensiasi pengajaran yang dijabarkan dalam dokumen ini dan menyesuaikannya dengan kondisi siswa di sekolah. Belajar dari pengalaman, betapa besar efek dari praktik pembelajaran jarak jauh. Semua pihak harus bekerja sama untuk mendukung anak-anak terutama kelas VI untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Baik secara tatap muka maupun jarak jauh.

Baca juga:  Cara Cepat Belajar Membaca Tanpa Dieja

Contoh langkah sederhana yang sangat mungkin untuk dicoba adalah sekolah bekerja sama dengan masyarakat di tingkat RT/RW untuk mengadakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok kecil di rumah warga atau ruangan dengan membentuk kelompok belajar kecil.

Semoga kegiatan pembelajaran di sekolah kembali lagi seperti tahun-tahun sebelumnya sebelum terjadi pandemi Covid-19. Sehingga para guru dapat bekerja dengan maksimal dalam memfasilitasi kegiatan belajar siswa terutama kelas VI SDN Tampirkulon 2 dalam menimba ilmu di sekolah. Di samping itu anak-anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, secara maksimal dalam pembelajaran tatap muka di sekolah. (pm1/lis)

Guru SDN Tampirkulon 2, Candimulyo, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya