alexametrics

Membuka Wawasan Wirausaha dengan Belajar di Luar Kelas

Oleh : Hadi Raharjo, S.Pi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu cara untuk membuka wawasan wirausaha yaitu dengan belajar di luar kelas. Outdoor Study atau belajar di luar kelas adalah kegiatan pembelajaran yang aktivitas belajarnya berlangsung di luar kelas dengan tujuan untuk melibatkan pengalaman langsung serta membuka wawasan siswa agar lebih akrab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Kegiatan belajar di luar kelas memang membutuhkan durasi waktu yang panjang dan bisa mangganggu jadwal pelajaran guru lainnya.

Pada kesempatan ini kami akan memberi gambaran tentang kegiatan belajar di luar kelas yang telah kami laksanakan bersama siswa kompetensi keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) kelas XI SMK N 3 Tegal pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK).

Tempat yang kami pilih untuk kegiatan ini yaitu di pantai Komodo, Jl.Batam Gg.3, kelurahan Panggung, kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Untuk bisa masuk ke tempat ini, kami cukup menghubungi pengelola Pokdarwis Pantai Komodo yaitu Bapak Teguh.

Selain fungsinya sebagai obyek wisata, Pantai Komodo ini mempunyai unit percontohan produksi garam, budidaya udang, budidaya ikan nila dan budidaya kerang hijau. Unit percontohan ini milik Kementrian Kelautan dan Perikanan yang pengelolaannya diserahkan ke Bapak Teguh selaku pengelola pantai Komodo.

Baca juga:  Dengan Metode Talking Stick Hasil belajar Tematik Jadi Baik

Di tempat ini, siswa bisa langsung melihat cara budidaya udang dari mulai proses awal sampai siap dipanen. Proses budidaya udang ini dijelaskan langsung oleh Bapak Teguh selaku pengelola budidaya udang. Menurut beliau, sudah banyak orang meraup keuntungan dari usaha budidaya udang. Jenis udang yang dibudidayakan disini adalah udang Vaname.

Menurut Pak Teguh, Budidaya udang vaname dapat dilakukan dengan cara tradisional yaitu di tambak maupun pada kolam terpal. Ada beberapa langkah budidaya udang vaname yang bisa dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Beberapa langkah tersebut yaitu : Persiapan tambak, Pengisian air tambak, Penebaran bibit, Pemberian pakan, Pemanenan. Langkah-langkah tersebut dijelaskan secara rinci sebagai berikut :

Persiapan tambak; tambak yang akan digunakan pastikan dikeringkan terlebih dahulu sampai ke dasarnya supaya terhindar dari lumut dan lumpur. Pengeringan tambak wajib dilakukan karena dalam lumpur terdapat kandungan amonia yang menjadi media utama bagi bakteri untuk bersarang.

Baca juga:  Meningkatkan Motivasi Belajar Ekonomi dengan Media CD Interaktif

Saat tambak sudah kering, kemudian ukur pH dasar tambak. Jika pH nya asam atau lebih rendah dari 6, maka perlu diberikan kapur pertanian sebanyak 840 kg per hektarnya.

Pengisian air tambak; setelah proses persiapan tambak sudah selesai baru kemudian tambak budidaya diisi dengan air dengan menggunakan pompa air. Kedalaman air yang disarankan sekitar 1 samapai 1,5 meter.

Penebaran bibit; untuk penebaran bibit udang vaname dilakukan saat pancaran sinar matahari sedang tidak terik, semisal saat sore hari. Bibit udang vaname yang siap tebar biasanya berusia 7 sampai 10 hari.

Pemberian pakan; pakan yang dapat diberikan berupa pelet yang diberikan rutin 2-3 kali sehari. Selain pelet, dapat juga diberi pakan tambahan seperti ikan rucah, jagung pecah yang dimasak, serta probiotik.

Baca juga:  Keberhasilan Guru BK, Bisa Bimbing Siswa Selesaikan Masalahnya Sendiri

Berdasarkan riset yang dilakukan di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara Jateng, didapat hasil yang paling efektif dalam penentuan persentase pemberian pakan terbaik untuk udang Vaname adalah 35% dari berat biomassa.

Pemanenan; saat usia udang vaname sudah 100 hingga 110 hari, pemanenan pun sudah dapat dilakukan. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada malam hari, yaitu dengan mempersiapkan berbagai peralatan mendukung kemudian mengurangi air tambak memggunakan pompa air. Udang yang berhasil dipanen harus dicuci dan terakhir direndam dalam es supaya terjaga kesegarannya.

Kesimpulan yang bisa diambil dari kegiatan belajar di unit budidaya udang pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan yaitu memberikan wawasan kepada siswa tentang pilihan alternatif wirausaha yang bisa dilakukan. Budidaya udang vaname ini bisa menjadi pilihan bisnis yang menguntungkan. (ips2/bas)

Guru Produktif Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) SMK Negeri 3 Kota Tegal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya