alexametrics

Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membentuk Karakter Siswa

Oleh: Yamtini, S.Pd. K

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pemerintah memberi perhatian khusus tehadap pendidikan yang bertujuan untuk mengubah perilaku dan karakter siswa ke arah yang lebih baik. Maklum saja, di era globalisasi ini, moral remaja termasuk siswa usia SMP mulai mengalami penurunan.

Apalagi dengan maraknya gadget, para siswa semakin individualisme, acuh, dan kurang peka terhadap lingkungan. Waktunya banyak dihabiskan di depan layar handphone. Bahkan, terkadang lupa belajar dan lupa beribadah.

Pendidikan Agama Kristen (PAK) di sekolah menjadi sentral dalam pembentukan spiritualitas, karakter, dan watak peserta didik agar dapat hidup rukun, bersatu, dan saling bekerja sama. Hal itu juga terjadi di sekolah penulis SMP Negeri 2 Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Menurut Rahardjo (2010:16) pendidikan karakter adalah suatu proses pendidikan yang holistic yang menghubungkan dimensi moral dengan ranah sosial dalam kehidupan peserta didik sebagai fondasi bagi terbentuknya generasi yang berkualitas. Yang mampu hidup mandiri dan memiliki prinsip suatu kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga:  Belajar Sumber Sejarah Asyik dengan Podcast

Definisi di atas tampaknya masih bersifat umum. Secara rinci Prasetyo dan Rivasintha (2013:30) mendefinisikan bahwa pengertian pendidikan karakter sebagai suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.

Pendidikan Agama Kristen merupakan usaha yang dilakukan oleh seorang pendidik secara terus-menerus untuk memperlengkapi siswa dengan sumber iman. Untuk membentuk karakter seorang siswa dan berisi tentang nilai-nilai kebenaran iman Kristen agar sesuai dengan kehendak Tuhan sehingga mereka mampu menjadi teladan bagi sesama.

Pendidikan karakter sangat penting dalam proses pendidikan dan merupakan proses internalisasi nilai-nilai tertentu melalui pendidikan. Sehingga terbentuklah kepribadian dan akhlak mulia pada peserta didik melalui pembiasaan terus-menerus, dipraktikkan, dan dilakukan dan tidak boleh berhenti.

Baca juga:  Google Drive Media Penyimpanan Data Dinamis

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menyatakan bahwa pendidikan karakter bukan sekadar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Lebih dari itu, pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) tentang hal mana yang baik sehingga peserta didik menjadi paham (kognitif) tentang mana yang benar dan salah, mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (psikomotor).

Sekolah sebagai tempat pendidikan sekaligus pembelajaran bagi peserta didik yang diarahkan pada upaya untuk bertindak atau memiliki wawasan pengetahuan. Dalam pendidikan, tujuan PAK di sekolah memberikan pengetahuan kepada peserta didik pada pengenalan akan Tuhan.

Sedangkan dalam pembelajaran agama Kristen diarahkan kepada pembentukan kerohanian dan pertumbuhan karakter. Pendidikan moral dan karakter sebenarnya tidak terpisahkan dari pembentukan kerohanian yang merupakan kesatuan dalam materi ajar PAK.

Baca juga:  Hadapi Pembelajaran saat Pandemi dengan Optimalisasi Office 365

Sudah menjadi keharusan bagi sekolah menengah yang di dalam kurikulumnya terdapat Pendidikan Agama Kristen. Artinya, baik segala bentuk proses belajar mengajar yang terencana ataupun tersembunyi harus mampu mengembangkan sikap dan membentuk nilai-nilai watak dan karakter baik.

Membangun karakter remaja itu berarti membangun suatu pola dari sikap yang hendak didemonstrasikan dalam hubungannya antara satu dengan lainnya. Sikap tersebut merupakan ciri khas moral Kristen.

Dalam membangun karakter siswa, Pendidikan Agama Kristen seharusnya menggarisbawahi bahwa Alkitab memberikan blue print bagi remaja kristiani dalam pembentukan pengembangan moral dan karakter (Mzm. 78:1-8).

PAK dalam membangun karakter peserta didik dengan jalan membentuk suatu komunitas moral siswa-siswi yang bertumbuh dalam penguasaan diri dan tanggung jawab terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama, lingkungan, serta bangsa dan negara. (*/lis)

Guru SMP Negeri 2 Candimulyo, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya