alexametrics

Pandemi dan Pendidikan Karakter Siswa

Oleh : Ridwan Budi Purwanto, S.PdI

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Korona merupakan virus yang menyerang kepada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi pada saluran pernapasan, mulai dari flu biasa sampai pada penyakit serius.

Bermula dari kota Wuhan, Tiongkok, virus jenis baru ini menyebar ke seluruh negara di dunia dan menyebabkan penyakit dengan istilah Covid-19. Tentunya, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh dan dibiarkan begitu saja. World Health Organization (WHO) pun juga menetapkan pandemi Covid- 19 sejak 11 Maret 2020 yang lalu.

Pandemi adalah wabah yang berjangkit serentak di mana-mana meliputi daerah geografis yang luas (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Pandemi sendiri merupakan sebuah epidemi yang telah menyebar ke berbagai benua dan negara dan umumnya menyerang kepada manusia walaupun juga menyerang ke binatang.

Baca juga:  Metode Drill Membaca Surah Pendek, Siswa Tak Lagi “Liar”

Sementara epidemi adalah sebuah istilah yang telah digunakan untuk mengetahui peningkatan jumlah kasus penyakit secara tiba tiba pada suatu populasi area tertentu.

Istilah pandemi tidak digunakan untuk menunjukan tingginya tingkat suatu penyakit, melainkan hanya memperlihatkan tingkat penyebaran saja. Dan perlu kita ketahui, dalam kasus pandemi Covid- 19 ini menjadi yang pertama dan disebabkan oleh virus korona yang telah ada sejak akhir tahun lalu.

Walaupun sebenarnya sebelum pandemi Covid-19 ini menyerang, pada tahun 2009 yang lalu pernah merebak virus yang bernama flu babi dan juga menyerang dunia termasuk Indonesia.

Tujuan utama pendidikan Islam adalah terciptanya akhlak yang baik (akhlak mahmudah). Sejalan dengan makna ini di Indonesia pembangunan akhlak (character building) juga merupakan tujuan utama pendidikan. Bangsa Indonesia harus menyadari bahwa karakter bangsa berperan dalam mempertahankan ekssitensi bangsa Indonesia.

Baca juga:  Bimbingan Kelompok Tingkatkan Pemahaman Bahaya Rokok

Sangat banyak fakta bahwa karakter bangsa yang baik berperan besar dalam mencapai tingkkat keberhasilan dan kemajuan bangsa. Di antara isu penting yang sedang mencuat ke permukaan dalam dunia pendidikan saat ini khususnya di Indonesia adalah pendidikan karakter.

Program ini adalah bentuk respons terhadap dekadensi moral dalam bangunan realitas sosial yang konsekuensinya adalah pada keterpurukan bangsa ini dalam berbagai lini.

Pada dasarnya ada 18 nilai pendidikan karakter. Di antaranya adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratif, semangat kebangsaan, cinta tanah air, rasa ingin tahu. Menghargai prestasi, bersahabat, peduli lingkungan, peduli sosial, cinta damai, tanggung jawab, gemar membaca (Kementerian Pendidikan Nasional dalam Suyadi,2013 : 8-9).

Baca juga:  Ketika Prokes Menjadi Syarat Mutlak PTM

Adanya pandemi, dengan pembelajaran jarak jauh membuat karakter siswa berkurang. Dan itu menjadi suatu tantangan bagi para pendidik. Dengan adanya pembelajaran tatap muka (PTM) maka dengan langkah pasti guru di SMPN 1 Pringsurat bertekad membangun karakter anak-anak.

Pendidik tidak lelah demi masa depan anak serta bangsa tercinta. Dan pada akhirnya teknologi tidak bisa menggantikan sosok seorang guru. Semoga pandemi cepat berakhir. (pm2/lis)

Guru Pendidikan Agama Islam SMPN 1 Pringsurat, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya