alexametrics

Word Grab, Variasi Kegiatan Pembelajaran Lirik Lagu

Oleh: Nur Widyastuti, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DI pertengahan bulan Oktober, sekolah mulai dibuka kembali dengan dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Kebijakan ini jelas memberi angin segar atas kerinduan pelaku pendidikan untuk melaksanakan kegiatan belajar secara langsung.

Bagi guru, pelaksanaaan pembelajaran tatap muka terbatas ini juga sekaligus menjadi tantangan untuk merancang dan menyajikan kegiatan pembelajaran yang mampu membuat anak peserta didik bergairah belajar secara langsung setelah kurang lebih satu setengah tahun harus belajar dari rumah.

Dalam pelajaran Bahasa Inggris, tantangan yang dimaksud menjadi semakin krusial untuk dijawab mengingat mata pelajaran Bahasa Inggris termasuk mata pelajaran yang dianggap ‘sulit’ oleh para peserta didik. Salah satu materi mata pelajaran Bahasa Inggris setingkat SMA/MA/SMK yang perlu dipersiapkan oleh guru adalah materi lirik lagu (Song Lyrics).

Materi ini termasuk sangat menantang karena merupakan satu-satunya materi pelajaran Bahasa Inggris yang oleh kurikulum 2013 diamanahkan untuk diajarkan di semua tingkatan kelas sekolah menegah atas. Guru diharapkan mampu menerapkan variasi kegiatan pembelajaran agar tidak terjebak menggunakan metode yang sama dari tahun ke tahun, misalnya mendengarkan lagu dan mengisi rumpang pada teks liriknya.

Tujuan variasi kegiatan pembelajaran adalah agar peserta didik tidak mengalami kebosanan dan kehilangan antusiasme dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Majid (2013) menyebutkan bahwa variasi dalam kegiatan pembelajaran adalah sebuah keharusan bagi guru yang berperan sebagai penggerak utama kegiatan pembelajaran.

Sebuah alternatif metode yang telah penulis terapkan di pembelajaran Bahasa Inggris materi lirik lagu kelas XI MAN 1 Gunungkidul adalah permainan Word Grab. Di samping berbeda dari kegiatan yang biasa dilakukan ketika mempelajari materi lirik lagu, semisal gap filling, metode permainan Word Grab ini juga mendorong peserta didik untuk bekerja dalam tim dalam menyelesaikan tugas.

Keterlibatan dalam kerja tim, atau yang secara popular dikenal sebagai kolaborasi, merupakan salah satu kompetensi abad 21 yang harus dilatihkan kepada peserta didik dalam proses belajar (Rusdin, 2018).

Bagaimana metode permainan ini harus diterapkan di kelas? Pertama, guru tentu saja harus memilih lagu yang sesuai; yaitu rekaman lagu dan lirik lagunya. Berikutnya, guru memilih lima belas (15) kata yang akan digunakan sebagai bahan permainan. Lia belas kata ini kemudian dituliskan pada lembar-lembar kertas terpisah dan ditempelkan di papan tulis. Guru dapat menambahkan bebrapa kata pengecoh yang memiliki pengucapan sama atau hampir sama dengan salah satu atau beberapa kata yang tertempel di papan tulis.

Langkah selanjutnya, guru membagi kelas ke dalam dua (2) tim. Masing-masing tim harus berdiri dalam satu barisan menghadap papan tulis. Setelah kedua tim siap, lagu mulai dimainkan. Ketika peserta didik yang berada di urutan paling mendengar satu kata yang terdapat dalam lagu yang didengarkan dan tertempel di papan tulis, mereka saling berlomba mengambil yang dimaksud dari papan tulis.

Perserta didik yang pertama mendapatkan kata di papan tulis dan oleh guru dinyatakan benar dapat menyimpan lembar kata yang dimenangkan. Para peserta pertama ini kemudian pindah ke urutan yang paling belakang. Giliran bermain selanjutnya adalah peseta yang sekarang berada di urutan pertama barisan.

Jika sampai akhir lagu masih terdapat kata yang belum terambil, maka lagu bisa diputar ulang kembali. Tim yang dapat menyimpan lembar kata benar paling banyak adalah pemenang dari permainan ini. Penghargaan terhadap tim yang memenangkan permainan bisa diberikan dalam bentuk penambahan nilai secara proporsional sesuai kebutuhan.

Ketika kegiatan permainan berakhir, terlihat bahwa peserta didik menunjukkan antusiasme dalam kegiatan lanjutan, semisal gap filling atau membaca pemahaman. Hal ini dimungkinkan terjadi karena peserta didik merasa telah memiliki bekal kosa kata untuk penyelesaian tugas dari kegiatan permainan Word Grab yang telah dilakukan. Hasilnya, ketika terlibat dalam kegiatan membaca pemahaman, hasil pemahaman peserta didk lebih meningkat. (rs1/zal)

Guru MAN 1 Gunungkidul

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya