alexametrics

Praktik Komunikasi Radiotelefoni Antar Kapal Perikanan dengan Metode Break Break

Oleh : Danang Ristanto,S.T.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Siswa seringkali memiliki kesulitan dalam memahami materi – materi dan kode – kode komunikasi radio kapal. Padahal berkomunikasi dengan radio antar kapal perikanan sangat penting untuk mendukung keselamatan pelayaran di laut.

Materi terdiri dari berbagai jenis situasi kapal ikan ketika berada di pelabuhan, akan berlayar, sedang berlayar atau ketika akan menuju ke pelabuhan tujuan. Sedangkan kode – kode komunikasi bisa terdiri dari kode satu huruf atau dua huruf misalnya DE (diucapkan Deltha Echo artinya ini dari), kemudian jika akan mengakhiri menggunakan kata R (Romeo) yang artinya ganti.

Metode Break Break yaitu metode yang memperkenalkan cara praktik radiotelefoni kapal perikanan dengan cara nge break yang umum dilakukan oleh komunitas atau organisasi radio amatir nasional. Dengan praktik break ini maka siswa dikenalkan, dipahamkan dan berpraktik radio kapal perikanan yang metodenya atau struktur komunikasi nya hampir sama dengan break – break an di radio HT.

Perbedaanya adalah alat yang digunakan yang berbeda, jika di kapal perikanan menggunakan radio telefoni dengan frekuensi maritime 1,6 – 27,5 MHz. Dengan menerapkan metode diatas akan memudahkan siswa dalam membuat rangkaian kalimat komunikasi antar kapal perikanan dalam berbagai situasi kapal perikanan.

Baca juga:  Mudah Pahami Materi Sistem Respirasi dengan Snowball Throwing

Menurut Anon (2002), terdapat beberapa tahapan – tahapan dalam berkomunikasi ketika siswa melakukan tugas di kapal menggunakan radiotelefoni. Pertama, tentukan situasi normal atau darurat, contoh jika situasi darurat yaitu kapal kebakaran (fire), kapal kandas akan tenggelam (grounding), kapal tenggelam (sinking), kapal tubrukan (collision), maka kapal harus mengubah ke channel 2182 KHz dan berkomunikasi dengan petugas SAR. Kedua, merancang struktur komunikasi, yaitu Panggil Kapal yang dituju (3X) DE Nama Kapal Saya, Jenis Pesan, Pesan, Romeo. Ketiga, mulai praktik menggunakan radiotelefoni berdasarkan rancangan situasi yang ditentukan.

Berikut ini contoh situasi kapal saling berhadapan antara KM. Ulam Sari GT 95 bertemu dengan KM. Bandar Nelayan 05 GT 125. Misalnya, “Bandar Nelayan 05 DE Ulamsari, Informasi, Kapal saling berhadapan. Mohon untuk Red to Ride. Romeo.”. Kemudian, akan dijawab “Ulamsari DE Bandar Nelayan 05, Menjawab, Saya memahami pesan dari kapal Anda. Kapal akan menerapkan Red to Red. Romeo,” dan seterusnya.

Baca juga:  Pembelajaran Daring Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Inquiry

Contoh situasi kapal sedang dalam kondisi kebakaran yang dialami oleh KM. Ulamsari GT 95 di Laut Karimunjawa. Jika situasinya dalam kondisi kebakaran, maka radiotelfoni harus diarahkan ke frekuensi channel 2182 KHz agar informasi darurat dapat segera diketahui oleh Petugas SAR terdekat.

Setelah mengarahkan ke channel darurat maka siswa harus dapat melakukan komunikasi ke petugas SAR dengan menggunakan struktur komunikasi dalam situasi darurat. Berikut ini contohnya, “SAR Karimunjawa DE KM Ulamsari GT 95. Darurat. Kapal Ulamsari GT 95 sedang kebakaran di Laut Karimunjawa dengan posisi di posisi geografis 5°40′-5°71′ Lintang Utara dan 110°4′-110°41′ Bujur Timur. Romeo”.

Metode Break yaitu metode yang diperkenalkan oleh guru bahwa berkomunikasi dengan radiotelefoni antar kapal perikanan dilakukan denga break yang dilakukan oleh organisasi komunitas radio amatir. Dengan metode break, siswa menjadi tahu bahwa akan memegang radio dan struktur komunikasi yang akan diucapkan sama dengan struktur di radio komunitas.

Baca juga:  Belajar Materi Zakat Efektif dengan Discovery Learning

Metode break ini memudahkan siswa untuk merancang dan membuat kalimat sederhana sesuai dengan situasi dan jenis pesan yang akan disampaikan. Oleh karena itu, dengan metode break, siswa akan memahami bahwa berkounikasi dengan radio kapal tidak boleh seperti berkomunikasi sehari – hari karena akan membuat kebingungan informasi bagi penerima pesan.

Struktur komunikasi yaitu isi dari percakapan dari dua kapal perikanan. Struktur ini dibuat berdasarkan situasi kapal yang sedang terjadi. Oleh karena itu siswa ketika akan praktik radio kapal harus melakukan analis situasi, kemudian membuat kalimat percakapan yang akan diucapkan ketika siswa memegang radiotelefoni. Oleh karena itu, dengan berkomunikasi dengan struktur komunikasi standar akan memberikan manfaat keselamatan (safety sail) bagi kapal perikanan sehingga tujuan aman dan tujuan penangkapan ikan dapat tercapai. (bk1/ton)

Guru Nautika Kapal Penangkap Ikan SMK Negeri 3 Tegal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya