alexametrics

Peran Home Visit untuk Menghindari Learning Loss pada Peserta Didik

Oleh : Irma Susanti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dua tahun sudah kita melalukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Siswa harus selalu siap dengan perangkat gadget. Dengan PJJ banyak kendala yang dialami baik bagi siswa maupun guru.

Mulai dari perangkat android yang dimiliki siswa tidak semua aplikasi yang digunakan para guru mendukung di dalam perangkatnya, kesiapan siswa dalam mengikuti PJJ yang kadang kurang diperhatikan. Karena entah bangun kesiangan, kurangnya kuota, atau kurangnya disiplin ataupun dukungan dari orang tua pada siswa. Kurang bisa membagi waktu dalam kegiatan sehari-hari.

Kurangnya optimalisasi dalam PJJ, kadang sebagian siswa abai dengan tugas-tugas yang diberikan guru. Ada sebagian siswa yang tidak pernah hadir dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh.

Dengan demikian dengan adanya pembelajaran daring atau PJJ mulai menunjukkan gejala pada siswa yaitu hilangnya minat belajar siswa atau learning loss. Namun begitu, istilah learning loss ini masih sangat asing di kalangan masyarakat. Sehingga banyak orang yang mempertanyakan apa itu learning loss?

Baca juga:  Memahami Sistem Periodik Unsur dengan Metode TGT

Menurut guru besar Universitas Islam Indonesia (UII) Edy Hamid secara sederhana learning loss adalah hilangnya kemampuan akademik pengetahuan atau keterampilan peserta didik.

Peran penting orang tua dalam mendampingi putra-putrinya di rumah dalam melaksanakan PJJ agar bisa meminimalisasi risiko terjadinya learning loss pada anak-anaknya. Namun tidak sedikit orang tua yang tidak bisa mendampingi putra-putrinya dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh dikarenakan orang tua yang sibuk bekerja.

Kurangnya pengetahuan orang tua. Sehingga orang tua kecolongan karena kurangnya perhatian dan kurangnya pantauan terhadap putra-putrinya. Akibatnya anak mengalami kendala saat mengikuti PJJ dan kadang kurangnya informasi di saat anak harus mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan gurunya. Sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam pengumpulan tugas.

Dengan ketidakhadiran di sekolah kebanyakan peserta didik merasa kurangnya motivasi yang cukup kuat untuk belajar. Biasanya di saat guru memperhatikan secara langsung di kelas tingkat keinginan belajar siswa lebih terjaga.

Baca juga:  Peran Guru BK dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Tetapi di saat tidak ada guru, kebiasaan belajarpun menurun. Maka orang tua harus bekerja keras untuk memberikan dukungan dan semangat belajar.

Di samping itu dengan adanya PJJ tingkat kesenjangan juga akan lebih tampak, peserta didik yang memiliki fasilitas yang baik. Dukungan keluarga yang utuh bisa dipastikan memiliki tingkat keberhasilan dan keterlibatan yang baik dalam belajar.

Ketidakpastian kapan sekolah kembali normal maka akan timbul kebosanan atau kejenuhan bagi peserta didik yang akan mendorong beberapa siswa yang ingin berhenti sekolah entah itu kurangnya fasilitas. Kurang pahamnya dalam menyelesaikan tugas yang dirasa sangat memberatkan, dengan kebosanan yang ditimbulkan ada bebera peserta didik yang mengambil jalan pintas. Karena keterbatasan ekonomi atau yang lain maka siswa ada yang memutuskan untuk bekerja bahkan ada yang sampai menikah.

Baca juga:  Penugasan Proyek Tingkatkan Keterampilan Siswa Belajar IPA

Dengan demikian guru BK berperan penting untuk melakukan berbagai layanan untuk memberikan dukungannya bagi sebagian siswa yang mengalami masalah dalam mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh. Salah satunya dengan melakukan layanan kunjungan rumah atau home visit.

Apa arti home visit? Yaitu salah satu layanan pendukung dari kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan guru BK dengan mengunjungi orang tua/tempat tinggal siswa.

Home visit menurut Prayitno (2015:2) merupakan upaya untuk mendeteksi kondisi keluarga dalam kaitannya dengan permasalan anak atau individu yang yang menjadi tanggung jawab konselor dalam layanan konseling.

Dengan kegiatan pendukung akan diperoleh berbagai berbagai informasi atau data yang bisa digunakan untuk lebih menefektifkan layanan konseling dan dapat mendorong partisipasi orang tua atau anggota keluarga lainnya guna memenuhi kebutuhan individu yang bermasalah. (pm1/lis)

Guru BK SMAN 1 Grabag, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya