alexametrics

Penguatan Literasi pada Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia

Oleh : Dra. Endang Lestari

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Di era teknologi seperti sekarang ini, kemampuan berliterasi peserta didik berhubungan dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahami informasi baik secara analitis, kritis, dan reflektif.

Kompetensi membaca menjadi sangat berperan penting dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Literasi yang dimaksud bukan hanya sekadar membaca kata-kata yang ada, tetapi kompetensi membaca yang dimaksud adalah mencakup kompetensi memahami makna bacaan baik yang tersirat maupun yang tersurat dari kalimat, paragraf, juga semua teks sebagai satu kesatuan.

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa literasi merupakan proses membaca yang kompleks dan menantang. Kompetensi membaca bisa terbentuk melalui proses yang cukup panjang.

Gerakan Literasi Sekolah (GSL) di SMA Negeri 3 Tegal dilaksanakan setiap hari semenjak peserta didik masuk sekolah pukul 07.00 WIB yaitu 15 menit dengan membaca Alquran dan dilanjutkan dengan membaca buku sekaligus meresum buku yang telah dibaca para peserta didik. Mereka di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) perlu menguasai strategi dalam meningkatkan keterampilan membaca terutama di mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk memahami materi pembelajaran.

Baca juga:  Menulis Teks Berita dengan Metode Naturale Learning

Peserta didik sepatutnya diajarkan keterampilan membaca, karena tanpa menguasai keterampilan membaca maka mereka tidak akan mampu mengakses pengetahuan. Kemampuan berliterasi bisa menjadi indikator kompetensi global yang diujikan dalam Programme for International Student Assesment (PISA).

Peserta didik Indonesia sayangnya perolehan skor kemampuan berliterasi terus menurun nilainya dari masa ke masa. Terbukti Indonesia mencatat skor 402 tahun 2009 menurun skornya menjadi 396 pada tahun 2012, bahkan pada tahun 2018 kembali menurun skornya menyentuh skor terendah yaitu 371 (http://ditsmp.kemdikbud.go.id/modul-1-literasi/). Pada penelitian yang sama menurut Qomariyah (2017: 1069), negara Indonesia berada diurutan ke-64 dari 65 negara untuk kategori minat baca.

Fenomena ini harus disikapi oleh guru Bahasa Indonesia dengan melakukan penguatan literasi pada proses pembelajarannya. Guru harus bergerak mendampingi peserta didik untuk memahami materi bacaan dan berusaha melatih mereka untuk bernalar melalui teks bacaan.

Baca juga:  Blended Learning Masa Pemulihan Pembelajaran, Tingkatkan Keterampilan Siswa Menulis Teks Tanggapan

Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk proses penguatan literasi peserta didik dalam proses pembelajaran yaitu pertama memilih teks bacaan yang menarik minat peserta didik untuk membaca. Guru seharusnya memilih buku bacaan yang dapat memantik minat baca peserta didik dan berusaha membumikan materi pelajaran dalam beragam permasalahan secara kontekstual.

Guru perlu mengusahakan bacaan alternatif selain buku ajar dan perangkat ajar lainnya. Bacaan kontekstual bisa berasal dari artikel berita digital, artikel majalah, berita pada internet, surat kabar, televisi, radio, bacaan fiksi, atau bisa juga bahan karya teks lainnya yang menyeseuaikan dengan materi pembelajaran.

Teks bacaan yang guru sajikan dapat mengaitkan dengan beberapa aspek diantaranya sebagian informasi yang diberikan secara visual sehingga mampu menarik minat peserta didik dan sistematis, panjang dan kepadatan teks menyesuaikan dengan sasaran pembaca (peserta didik), mempunyai gaya penyajian yang memantik minat baca peserta didik.

Baca juga:  Desain Media Pembelajaran Berbasis Video Daring untuk Keterampilan Berbicara

Langkah selanjutnya adalah strategi membaca. Proses membaca mampu membuat peserta didik tidak hanya mencerna pengetahuan, namun sekaligus menganalisis, merefleksi, dan mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupannya. Guru bisa memberikan dan mengarahkan strategi membaca kepada peserta didik yaitu proses menghubungkan materi bacaan dengan diri dan lingkungannya.

Langkah untuk membantu peserta didik melakukan hal-hal yang dijelaskan di atas, teks bacaan dalam pembelajaran perlu diperdalam dengan menambahkan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru yang berfungsi sebagai pemantik jalannya diskusi. Penerapan dua langkah tersebut diharapkan kompetensi literasi peserta didik akan meningkat. (bk1/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMAN 3 Tegal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya