alexametrics

Blended Learning untuk Pembelajaran Ekonomi Akuntansi di Tengah Pandemi

Oleh : Bono Sayogo, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Setelah kurang lebih 2 tahun berada dalam suasana pandemi, di beberapa daerah sudah diberlakukan PPKM berlevel. Kondisi pendidikan yang ikut karut marut karena pandemi perlahan mulai memasuki babak baru.

Salah satunya ditandai dengan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) berlanjut pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Dengan PTM terbatas diharapkan dapat mengaktifkan kembali segala aktivitas otak dan fisik peserta didik yang selama ini ibarat sedang “hibernasi”.

Peran para guru, khususnya guru Ekonomi Akuntansi dituntut bisa menggunakan tehnologi untuk menyampaikan bahan ajar yang akan mereka sampaikan ke peserta didik. Banyak yang menggunakan googgle zoom, goggle classroom, google meet, webex, edmodo, atau hangout meet.

Ada juga yang menggunakan portal Rumah Belajar dan Ruang Guru. Sedangkan untuk memberikan tugas mandiri ke peserta didik, guru-guru memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Telegram, Facebook.

Dalam pembelajaran Ekonomi Akuntansi, banyak materi berupa teori dan praktik yang harus disampaikan ke peserta didik. Maka pembelajaran dengan menggunakan blended learning dianggap cocok.

Guru bisa menyampaikan materi dengan tatap muka terbatas sekaligus pembelajaran melalui PJJ yaitu melaui google meet dan e-learning sehingga anak yang mengikuti PJJ dari rumah masing-masing dapat melihat dan mengikuti guru yang sedang mengajar di kelas. Juga menerima perintah untuk mengerjakan tugas mandiri atau berstruktur yang diberikan melaui e-learning.

Baca juga:  Belajar Daerah dalam Kerangka NKRI melalui Make a Match

Model blended learning merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual. Menurut Semler (2005), “Blended learning combines the best aspects of online learning, structured face-to-face activities, and real world practice. Online learning systems, classroom training, and on-the-job experience have major drawbacks by themselves.

The blended learning approach uses the strengths of each to counter the others’ weaknesses.”
Blended learning adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran.

Beberapa alasan mengapa blended learning sangat mendukung dalam pembelajaran Ekonomi Akuntansi di masa pandemi Covid-19, yaitu : pertama, untuk peserta didik yang mengikuti PTM lebih mudah menyerap materi.

Baca juga:  Meningkatkan Keterampilan Siswa Menulis Puisi dengan Media Alam Sekitar

Khususnya materi hitung-hitungan (praktik) sedangkan untuk yang mengikuti PJJ dari rumah lebih mudah diserap/dipelajari peserta didik. Karena banyak fasilitas multimedia yang tersedia yang bisa digunakan untuk menyampaikan materi ke peserta didik. Dengan adanya E-learning ini, guru bisa leluasa untuk menyampaikan materi dengan lebih kreatif dan innovatif sehingga peserta didik mudah memahaminya dan tidak merasa bosan.

Kedua, jauh lebih ringkas. Guru bisa menyampaikan materi Ekonomi Akuntansi langsung pada pokok bahasannya. Menuliskan pembukaan atau say hello dulu, kemudian menuliskan materi yang akan diajarkan.

Bisa juga kita selipkan video pembelajaran untuk memperjelas materi yang kita sampaikan. Untuk tugas bagi peserta didik diselipkan di akhir materi. Bisa berupa puzzle, pertanyaan-pertanyaan atau tugas yang lainnya.

Guru juga bisa menguji peserta didik dengan menggunakan E-test, melalui platform produksi Google Workspace for education yaitu google form.

Ketiga, belajar kapan pun dan di mana pun. Artinya, peserta didik bisa belajar 24 jam/hari–7 hari/minggu, sesuai semangat dan daya serap peserta didik.

Baca juga:  Pembelajaran Bermakna untuk Generasi Z

E-learning juga memberi kesempatan bagi peserta didik yang tidak punya gawai atau gawainya masih nebeng dengan orang tua atau tetangganya, untuk belajar bergantian menggunakan satu gawai, karena materi yang disimpan di e-learning, akan tersimpan rapi dan tersusun secara sistematis dari materi awal akhir.

Keempat, lebih efektif dan efisien dalam biaya. Melalui e-learning kita tidak memerlukan instruktur untuk membimbing pembelajaran Ekonomi Akuntansi. E-learrning juga tidak memerlukan minimum audiensi, karena siapapun tanpa dibatasi jumlah, bisa mengakses materi dan bahan ajar di e-learning.

Selain beberapa kelebihan tentunya ada juga kelemahannya. Yaitu ketika menggunakan e-learning , tidak bisa bertatap muka langsung dengan peserta didik. Sehingga mungkin agak sulit bagi guru Ekonomi Akuntansi untuk menyampaikan materi hitung-hitungan ke peserta didik.

Terlepas dari kekurangannya, pembelajaran Ekonomi Akuntansi dengan e-learning sangat membantu guru dalam menyampaikan materi ke peserta didik di masa pademi ini. Merupakan solusi yang tepat dalam pembelajaran jarak jauh. (pm2/lis)

Guru Ekonomi SMA Negeri 1 Candimulyo, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya