alexametrics

Tingkatkan Kemampuan Tolak Peluru Gaya Menyamping dengan Modifikasi Alat

Oleh : Maftayani, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan jasmani dan olahraga yang diajarkan di sekolah memiliki peran penting untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik ikut langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktifitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih dan dilakukan secara sistematis.

Pendidikan jasmani merupakan bagian dari pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, penalaran, tindakan moral, pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih.

Melalui aktivitas jasmani dan olahraga yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.

Aip Syarifuddin dan Muhadi (1991:7) menyampaikan, melalui pendidikan jasmani anak didik akan memperoleh berbagai pengalaman terutama yang sangat erat dengan kesan pribadi yang menyenangkan, berbagai ungkapan yang kreatif, inovatif, keterampilan gerak, kebugaran jasmani, kebiasaan hidup sehat, pengetahuan dan pemahaman terhadap sesama manusia.

Pembelajaran tolak peluru dengan modifikasi alat pembelajaran merupakan salah satu cara untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam belajar tolak peluru gaya menyamping. Namun faktor individu (siswa) merupakan faktor yang dominan yang sangat berpengaruh berhasil dan tidaknya suatu keterampilan yang dikuasai. Faktor individu ini sangat kompleks, misalnya semangat belajar, kemampuan fisik yang baik, kesungguhan belajar dan mental.

Baca juga:  Guru Pendidikan Jasmani di Masa Pandemi

Tolak peluru merupakan salah satu nomor yang terdapat dalam lempar pada cabang olahraga atletik yang dalam pelaksanaannya dengan menolakkan peluru dengan berat tertentu. Prestasi dapat dicapai dalam nomor tolak peluru, jika atlet mampu menolakkan peluru sejauh-jauhnya dan dinyatakan sah berdasarkan peraturan yang berlaku.

Tujuan tolak peluru adalah untuk mencapai jarak tolakan yang sejauh-jauhnya. Sesuai dengan namanya, tolak bukan lempar alat (peluru) ditolak atau didorong dengan satu tangan. Dalam menolakkan peluru dapat dilakukan dengan beberapa macam gaya.

Yoyo Bahagia dkk., (2000:27) menyatakan, gaya tolak peluru yang biasa dilakukan yaitu : (1) gaya menyamping/ Ortodok,(2) gaya membelakangi/ O’brian. Sedangkan berat peluru yang dipergunakan dalam perlombaan resmi yang diselenggarakan PASI yaitu, Bagi peserta pria digunakan peluru seberat 7,26 kg dan bagi peserta wanita 4 kg. Di sekolah-sekolah menengah, bagi anak laki-laki digunakan peluru seberat 5 kg dan untuk anak perempuan seberat 3 kg.

Baca juga:  E-Modul Berbasis Sigil Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa di Era Revolusi Industri 4.0

Dalam pembelajaran tolak peluru gaya menyamping dengan modifikasi alat pembelajaran, guru pendidikan jasmani dapat menggunakan berbagai macam alat bantu untuk mengemas pembelajaran menolak kedalam suatu latihan. Menurut Mochamad Djumidar A.Widya (2004: 152) peralatan yang digunakan untuk pembelajaran menolak yaitu: 1) Bola berat (bolbert) 10-20 buah. 2) Bangku swedia 4-6 buah. 3) Kotak lompat/box 10 buah. 4) Tiang ukuran 200-250 cm 2 pasang. 5) Tali pramuka 10-15 meter. 6) Simpai 10-20 buah. 7) Matras 10 buah.

Dari peralatan yang digunakan dalam pembelajaran menolak tersebut dikemas dalam bentuk latihan menolak. Adapun materi pembelajaran gerak dasar menolak yaitu: 1) Gerakan menolak dengan dua tangan, 2) Gerakan menolak dengan satu tangan kiri atau tangan kanan, 3) Gerakan menolak ke sasaran, 4) Gerakan menolak lurus, 5) Gerakan menolak ke atas.

Baca juga:  Tingkatkan Belajar Senam Kesegaran Jasmani dengan Demonstrasi

Dari pembelajaran menolak dengan menggunakan peralatan yang dimodifikasi diharapkan siswa lebih tertarik untuk melakukan percobaan gerakan dan dapat mengurangi rasa takut dalam melakukan gerakan tolak peluru gaya menyamping/ortodok. Bahkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri 15 Surakarta. Sedangkan bagi guru pendidikan jasmani dapat menambah pengalaman dalam penggunaan alat pembelajaran. Bagi sekolah metode tersebut dapat meningkatkan kualitas siswa dan kualitas sekolah secara keseluruhan. (pr1/ton)

Guru Pendidikan Jasmani SMP Negeri15 Surakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya