alexametrics

Solusi Mudah Selesaikan Soal HOTS Program Linear dengan Metode Polya

Oleh : Eko Sudarto, SPd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Soal Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan salah satu instrumen untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi. Meliputi kemampuan mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, menciptakan serta mengevaluasi.

Soal HOTS dapat menyajikan permasalahan yang terkait dengan kehidupan sehari-hari dalam bentuk soal cerita. Soal cerita biasa digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam pembelajaran pemecahan masalah matematika siswa. Kenyataannya para siswa dalam memecahkan masalah serta berpikir tingkat tinggi menerapkan, menganalisis, menciptakan serta mengevaluasi (HOTS) menyelesaikan soal cerita matematika hingga sampai saat ini masih rendah.

Hal ini juga dialami siswa SMAN 3 Semarang Kota Semarang. Materi soal cerita program linear masih dianggap sukar oleh siswa. Ini bisa dilihat dari rendahnya penilaian harian matematika kelas XI SMA Negeri 3 Semarang.

Program linier merupakan metode untuk memecahkan permasalahan tertentu dimana model matematikanya terdiri atas beberapa pertidaksamaan linier yang mempunyai banyak penyelesaian. Program linier dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, untuk menghitung keuntungan maksimum maupun minimum.

Materi program linear yang diperlukan untuk menyelesaikan soal cerita berbasis (HOTS) meliputi sistem pertidaksamaan linear dua perubah, model matematika, fungsi objektif, dan sketsa grafiks.

Baca juga:  Penilaian Ulangan Harian Tematik Lebih Mudah Menggunakan Quizziz

Menurut Polya (Tim MKPBM, 2016:84), empat tahapan yang bisa dilakukan berdasarkan langkah-langkah polya dalam memecahkan sebuah permasalahan soal cerita sebagai berikut:

Pertama, memahami masalah. Kedua, menyusun rencana. Ketiga, melaksanakan rencana. Keempat, memeriksa kembali. Untuk menyelesaikan soal cerita program linear dengan benar menurut metode Polya diperlukan langkah- langkah, pertama, membaca serta memahami soal dengan teliti untuk dapat menemukan kata kunci di dalam soal.

Kedua, menentukan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dalam soal. Ketiga, membuat model matematika ke dalam pertidaksamaan linear dua perubah. Keempat, menyusun sketsa grafik dan melakukan perhitungan. Kelima, menyimpulkan dan menulis jawaban akhir dengan tepat.

Sedangkan langkah-langkah untuk menyelesaikan soal cerita program linear berbasis HOTS menurut Polya sesuai tahapan alur soal cerita program linear adalah: pertama, menentukan parameter unsur perubah yang diketahui di soal. Kedua, menyusun parameter unsur perubah yang diketahui itu ke dalam model matematika. Ketiga, menentukan himpunan penyelesaian soal tersebut dengan model matematika. Keempat membuat sketsa grafik dan melakukan perhitungan. Kelima, menyimpulkan jawaban akhir yang sesuai dengan pertanyaan soal.

Baca juga:  Mengembangkan Literasi Numerasi Berbasis HOTS

Apabila siswa tidak paham dengan langkah-langkah di atas akan terjadi kesalahan-kesalahan. Kesalahan yang dapat terjadi antara lain pertama kesalahan membaca. Yaitu jika siswa tidak menemukan kalimat atau makna kata yang merupakan kata kunci dari soal cerita program linear.

Kedua, kesalahan memahami soal. Yaitu siswa tidak bisa menentukan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal. Ketiga, kesalahan siswa dalam mentransformasi soal yaitu kesalahan kekurangtahuan metode yang digunakan. Keempat, kesalahan keterampilan proses yaitu siswa tidak bisa menyusun model matematika, tidak dapat membuat sketsa grafik dan juga salah menghitung.

Kelima, kesalahan penulis tidak menuliskan jawaban akhir. Sehingga siswa tidak bisa menyimpulkan jawaban akhir atau tidak menuliskan jawaban akhir yang sesuai dengan konteks soal atau pertanyaan soal.

Baca juga:  Belajar Global Warming dengan Media Komik Strip

Untuk mengatasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita program linear berbasis HOTS dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : pertama, guru hendaknya memberi pemahaman konsep-konsep dasar program linear. Yaitu sistem pertidaksamaan linear dua perubah, model matematika, fungsi objektif, dan sketsa grafiks.

Kedua, guru memberikan pemahaman konsep-konsep dalam menyusun persamaan garis melaui pangkal koordinat, persamaan garis melalui dua titik, gradien garis lurus serta membuat grafik sketsanya. Ketiga, guru lebih sering memberikan soal cerita program linear dengan berbagai variasi.

Mulai dari soal cerita yang sederhana sampai soal cerita yang lebih kompleks dan berbasis HOTS. Dan yang terakhir, guru hendaknya memberi penekanan dalam mengajar mengenai materi yang dirasakan oleh siswa yang banyak mengalami kesulitan.

Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan soal cerita program linear akan menjadi lebih mudah dikerjakan siswa. Sehingga siswa siap menghadapi tugas-tugas dan penilaian harian yang diberikan guru. (rs1/lis)

Guru SMAN 3 Semarang Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya