alexametrics

Mudah Pahami Operasi Hitung Campuran dengan Metode Drill

Oleh: Lindah Cintaningsih, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran matematika seakan-akan menjadi mata pelajaran yang paling menakutkan bagi siswa. Maka perlu dimaklumi bila nilai matematikanya lebih rendah dibandingkan dengan nilai mata pelajaran yang lain. Karena siswa sudah diawali dengan rasa takut dan tidak suka. Padahal pelajaran matematika merupakan suatu ilmu yang sudah terstruktur dan terorganisasi.

Konsep-konsep dalam matematika tersusun secar hirarkis, logis, dan sistematis (Suherman, 2010:25). Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang harus diikuti dan dipelajari siswa di SD/MI agar siswa mampu memecahkan masalah yang ada dalam kehidupannya.

Di antara standar kompetensi mata pelajaran matematika kelas VI SD berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) adalah menghitung dan menyelesaikan masalah yang berkaitan operasi hitung campuran.

Kompetensi Dasar (KD) dari materi ini adalah menjelaskan dan melakukan operasi hitung campuran yang melibatkan bilangan cacah, pecahan dan atau desimal dalam berbagai bentuk sesuai urutan operasi. Juga menyelesaikan masalah yang berkaitan operasi hitung campuran yang melibatkan bilangan cacah, pecahan dan atau desimal dalam berbagai bentuk sesuai urutan operasi.

Setelah dianalisa sebagian besar siswa kelas VI SD Negeri 06 Tegalsari belum menguasai konsep menghitung dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi hitung campuran. Hal ini ditunjukkan dengan adanya siswa yang masih salah dalam menghitung dan menyelesaikan masalah yang berkaitan operasi hitung campuran.

Selama ini, metode yang digunakan oleh guru monoton dan tidak menyesuaikan dengan materi yang diajarkan. Alternatif pemecahan yang dirasakan cocok adalah menggunakan metode drill (latihan). Penerapan metode ini biasanya diselingi dengan penjelasan –penjelasan yang bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang cara menyimpan untuk penjumlahan, cara meminjam untuk pengurangan, dan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang dan konsep pembagian sebagai pengurangan berulang dapat dipahami siswa.

Menurut Nana Sudjana (1989:87), metode drill adalah suatu kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu asosiasi/penyempurnaan suatu keterampilan agar menjadi bersifat permanen. Ciri khas metode ini adalah kegiatan berupa pengulangan dari suatu kegiatan yang sama. Bila situasi belajar itu diubah-ubah kondisinya, sehingga menuntut respons yang berubah, maka keterampilan akan lebih disempurnakan.

Menurut Siti Maryam (2010:17), operasi hitung campuran adalah menyelesaikan perhitungan yang terdiri atas perkalian, pembagian, penjumlahan dan pengurangan. Aturan pengerjaan operasi hitung campuran, yaitu: pertama, operasi di dalam tanda kurung didahulukan. Kedua, penjumlahan dan pengurangan sama kuat, jadi yang dikerjakan terlebih dahulu adalah yang berada di sebelah kiri dengan cara dikelompokkan. Contoh: 315 – 108 + 112 = (315 – 108) + 112.

Ketiga, perkalian dan pembagian sama kuat, yang dikerjakan terlebih dahulu adalah yang berada di sebelah kiri dengan cara dikelompokkan. Contoh: 6 x 5 : 2 = (6 x 5) : 2 = 30 : 2 = 15. Keempat, perkalian/pembagian lebih kuat dari penjumlahan/pengurangan, yang dikerjakan terlebih dahulu adalah operasi perkalian/pembagian dengan cara dikelompokkan. Contoh: 38 – 7 x 2 = 38 – (7 x 2) = 38 – 14 = 24. Berdasarkan penelitian tersebut disimpulkan bahwa pembelajaran model drill dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika materi tentang operasi hitung campuran siswa kelas VI SD Negeri 06 Tegalsari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang. (unw2/aro)

Guru Kelas VI SDN 06 Tegalsari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

17 Pendonor Terima Penghargaan

Pamit Mancing, Sembilan Hari Tak Pulang

Cepat dan Efisien dalam Pelayanan

Populer

Artikel Menarik Lainnya