alexametrics

Serunya Belajar Jenis Sudut dengan Media Sarung Tangan

Oleh : Mustadi, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar sebagai proses transformasi pengetahuan dari guru kepada siswa membutuhkan sesuatu yang menarik dan menjadi perhatian siswa terlebih bagi siswa sekolah dasar (SD) yang alam berpikirnya banyak diwarnai dengan fantasi dan bermain.

Maka pembelajaran yang paling sesuai untuk siswa SD tidak jauh dari dunia bermain dan media-media yang menyenangkan.

Meskipun pada praktik pembelajaran masih terdapat siswa yang acuh dan bermain sendiri saat guru menyampaikan pembelajaran sebagaimana dialami oleh penulis pada kelas III di SD Negeri 01 Rowokembu Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.

Untuk itu penulis menggunakan media sarung tangan berbagai kustom untuk menarik perhatian siswa pada materi jenis –jenis sudut. Media ini dipandang mampu mencuri perhatian siswa serta menjadikan fokus dan mudah memahami materi pembelajaran tersebut.

Media pembelajaran menurut Surayya (2012) yaitu alat yang mampu membantu proses belajar mengajar serta berfungsi untuk memperjelas makna pesan atau informasi yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.

Baca juga:  PAI Otentik, Siswa Jujur, Amanah, dan Terampil Beribadah

Rayanda Asyar (2012 : 8) mengemukakan media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari sumber secara terencana. Sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif. Penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif.

Langkah pertama, guru memberikan kesempatan pada siswa yang dapat duduk dengan tenang untuk maju ke depan. Metode pemilihan siswa bisa disesuaikan dengan kondisi kelas. Misalnya mengajukan tanya jawab soal.

Dalam permainan ini, guru membutuhkan tiga sarung tangan dengan karakter atau kustom yang berbeda. Sarung tangan tersebut digunakan untuk memperagakan tiga sudut yang akan diperkenalkan kepada siswa yaitu sudut tumpul, sudut siku-siku, dan sudut lancip.

Setelah itu, guru mempersilakan 3 siswa terpilih membentuk sudut siku-siku dengan sarung tangan yang dipakai di tangan. Guru memberikan panduan kepada siswa untuk siswa pertama membentuk sudut siku-siku. Siswa kedua membentuk sudut lancip dan siswa ketiga membentuk sudut tumpul.

Selanjutnya, guru memperkenalkan sudut siku-siku kepada siswa beserta keterangan yang berkaitan dengan sudut tersebut (nama sudut, besar sudut, kaki sudut, dan titik sudut).

Baca juga:  Asyiknya Belajar Teks Narasi dengan Model Pembelajaran Picture and Picture

Kemudian, guru bisa melakukan pengulangan saat memperkenalkan nama-nama sudut dan besarnya.
Langkah keempat, sebagai panduan untuk siswa, guru memberikan keterangan mengenai nama sudut, besar sudut, kaki sudut, dan titik sudut yang sudah guru persiapkan sebelumnya. Keterangannya cukup sederhana dengan menggunakan kertas bekas yang sudah ditulisi informasi. Letakkan kertas-kertas keterangan tersebut di tempatnya.

Langkah kelima, lakukan hal yang serupa untuk peragaan sudut lancip serta sudut tumpul. Siswa yang turut membantu dalam peragaan diberitahu agar tetap pada posisi tangan yang sudah terbentuk sudut siku-siku, lancip dan tumpul.

Langkah keenam, setelah ketiga sudut terbentuk, guru meminta para siswa yang duduk untuk menunjuk sudut mana yang paling besar dan paling kecil. Guru juga meminta siswa untuk membandingkan antara dua sudut, sudut mana yang lebih besar dan lebih kecil. Tahap ini juga merupakan kesempatan bagi kita untuk mengingatkan siswa tentang penggunaan tanda dalam matematika ‘lebih dari’ dan ‘kurang dari’.

Baca juga:  Memahami Sistem Periodik Unsur dengan Metode TGT

Setelah selesai satu sesi, guru memberi kesempatan siswa secara bergiliran untuk mencoba. Sampai semua siswa memperagakan dan merasakan pengalaman dalam membentuk sudut menggunakan tangan yang memakai sarung tangan kustom. Kegiatan ini juga dapat dibuat sebagai permainan. Kumpulkan kertas-kertas keterangan, berilah kesempatan beberapa siswa untuk meletakkan kertas keterangan tersebut di sudut yang tepat.

Ingatkan siswa untuk bergantian dalam membentuk sudut dengan tangan-tangan bersarung tangan kustom. Pada akhir peragaan, guru pun dapat memperkenalkan busur derajat berkaitan dengan definis busur derajat dan fungsinya kepada siswa-siswa. Terakhir, guru memberikan evaluasi dan refleksi pembelajaran.

Kelebihan metode permainan dengan media sarung tangan ini siswa menjadi lebih fokus dalam mempelajari jenis-jenis sudut, lebih giat dalam menggali pengetahuan dan merasa senang dalam belajar jenis-jenis sudut. (ce2.1/lis)

Guru Kelas III, SDN 01 Rowokembu

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya