alexametrics

Belajar Struktur Rangka Manusia Lebih Asyik dan Menarik dengan Media AR

Oleh : Humam Kustanto, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga harus dilakukan secara profesional. Maka, guru sebagai salah satu pelaku pendidikan harus profesional.

Meskipun di masa pandemi yang belum jelas kapan akan berakhir, guru dituntut melakukan inovasi baru dalam pembelajaran sehingga memudahkan untuk mencapai tujuan belajar.

Augmented Reality (AR) adalah sebuah teknologi digital yang mampu menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan yang nyata dan dapat memunculkan atau memproyeksikannya secara riil.

Dengan kata lain media ini dapat digunakan untuk memvisualisasikan konsep abstrak untuk memahami struktur suatu model objek. Aplikasi media AR dapat didownload langsung pada Playstore di HP dengan basic android.

Beberapa aplikasi AR dirancang untuk memberikan informasi yang lebih detail pada pengguna dari objek nyata. Penggunaan media ini dalam pembelajaran tentu dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi peserta didik jenjang sekolah dasar karena pada usia ini anak-anak masih dalam masa pengenalan konsep abstrak menjadi konsep konkret sehingga penggunaan media yang tepat sangat berpengaruh pada keberhasilan proses belajar mengajar.

Baca juga:  Belajar PKN lebih Menyenangkan dengan Time Token Arends

Senada dengan pendapat Sadiman dkk (2011:6-7) media diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan dari pengirim menuju penerima dengan tujuan untuk merangsang perhatian penerima.

Pemanfaatan media pembelajaran dengan media AR sangat bermanfaat meningkatkan kualitas proses belajar serta minat peserta didik dalam belajar. Karena dalam AR sendiri memiliki aspek-aspek hiburan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk belajar.

Berbekal pelatihan penerapan media pembelajaran yang diperoleh penulis beberapa waktu yang lalu, penulis mencoba menerapkan pembelajaran IPA materi rangka manusia dengan media AR pada sekolah tempat penulis mengajar yaitu siswa kelas 5 SDN Treko 2, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.
Dikarenakan proses belajar peserta didik selama pandemi Covid-19 adalah daring, maka mereka merasakan kejenuhan yang sangat akut. Hal ini disebabkan keterbatasan guru dalam penggunaan media dan metode pembelajaran yang kurang variatif. Oleh karena itu penulis mencoba melaksanakan pembelajaran dengan media AR pada saat melaksanaan PTM terbatas.

Baca juga:  Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi dengan SAVI

Selama proses pembelajaran berlangsung peserta didik terlihat sangat antusias karena pembelajaran dengan media AR ini adalah hal baru yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Pembelajaran kali ini adalah materi IPA tentang bagian-bagian rangka manusia.

Dengan bantuan laptop dan proyektor serata aplikasi AR yang sudah terinstal pada handphone, struktur rangka manusia dapat ditampilkan dalam tampilan tiga dimensi (3D) dan dapat ditempatkan pada posisi tertentu. Misalnya di depan kelas atau bahkan di atas meja siswa.

Tampilan gambar itu juga dapat diuraikan atau dipisah-pisah menjadi beberapa bagian. Seperti rangka kepala, rangka badan, rangka anggota gerak atas, dan rangka anggota gerak bawah.
Tidak hanya mampu menguraikan, tampilan gambar juga dapat diputar 360˚ ke samping ataupun ke atas dan ke bawah. Sehingga peserta didik dapat mengamati langsung bagian-bagian rangka manusia secara detail.
Antusiasme peserta didik dalam belajar ternyata membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Hal ini ditandai dengan pencapaian rata-rata nilai evaluasi di akhir pembelajaran yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya.

Baca juga:  Mudahnya Belajar Klasifikasi Hewan dengan Metode Bernyanyi

AR juga dapat diaplikasikan pada materi pembelajaran yang lain seperti pengenalan struktur organ hewan, tumbuhan, panca indra, pencernaan, dan sistem penafasan makhluk hidup.

Pemanfaatan media Augmented Reality dapat merangsang pola pikir peserta didik dalam berpikir kritis terhadap suatu masalah di lingkungannya. Secara tidak langsung mereka juga dikenalkan dengan teknologi baru yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan belajar. (pm1/lis)

Guru SD Negeri Treko 2 Kec. Mungkid, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya