alexametrics

Belajar IPA menjadi Bermakna dengan Metode Jigsaw

Oleh : Nur Khamidah S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, IPA secara umum diartikan sebagai ilmu yang berisi pengetahuan alam. Ilmu artinya pengetahuan yang benar, bersifat rasional dan objektif. Pengetahuan alam adalah pengetahuan yang berisi tentang alam semesta dan segala isinya. Menurut Hendro Darmodjo dan Jenny RE Kaligis (1992:3), IPA adalah pengetahuan yang rasional dan objektif tentang alam semesta dan segala isinya. IPA adalah pelajaran yang penting karena ilmunya dapat diterapkan secara langsung dalam masyarakat. IPA perlu diajarkan bagi anak-anak sesuai dengan struktur kognitif anak.

Pembelajaran IPA di SD dapat melatih keterampilan proses dan sikap ilmiah siswa. Karena itu, hendaknya dimodifikasi sesuai dengan tahap perkembangan kognitif SD. Namun pelaksanaannya, IPA merupakan salah satu muatan pelajaran yang sulit dimata siswa. Walaupun sebenarnya IPA sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, karena banyaknya istilah ilmiah sehingga memerlukan banyak energi dalam menghafal dan memahami materi secara keseluruhan. Apalagi penyajian dalam proses pembelajaran yang monoton dan tidak melibatkan siswa secara langsung dalam belajar, menjadikan muatan pelajaran IPA kurang disukai siswa.

Baca juga:  Melalui Bermain Air Tenangkan Anak Usia Dini

Karena itu penulis merencanakan pembelajaran dengan metode berbeda, yakni metode yang mengharuskan siswa berperan aktif dalam proses belajar dan mempunyai tanggung jawab terhadap penahanan diri dan rekan-rekannya. Metode yang menjadi pilihan penulis adalah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.

Sudrajat (2010:5) menjelaskan, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri atas beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya. Model ini diterapkan pada materi pembelajaran Perkembangbiakan Tumbuhan di Kelas 6 SDN 01 Bojongbata, Pemalang.

Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sebagai berikut, 1) guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar. 2) Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan menyuguhkan berbagai fakta, pengalaman yang berkaitan langsung dengan materi pelajaran. 3) Siswa dikelompokkan menjadi kelompok asal/dasar dengan anggota 5 sampai 6 orang dengan kemampuan akademik yang heterogen.

Baca juga:  Mudah Mendeskripsikan Gerhana dengan Metode Demonstrasi

Setiap anggota kelompok diberikan topik yang berbeda untuk mereka pelajari. 4) Guru menyuruh siswa yang mendapat topik sama berdiskusi dalam kelompok ahli atau expert group dan membahas semua yang berhubungan dengan topik sampai benar-benar paham. 5) Tim ahli kembali pada kelompok asal/dasar untuk menjelaskan apa yang mereka dapatkan dalam kelompok ahli kepada semua anggota kelompoknya, serta bertanggung jawab terhadap pemahaman rekan sekelompoknya.

6) Setelah semua proses berjalan maka diadakan evaluasi kepada siswa yang melingkupi semua topik. 7) Guru memberikan penghargaan baik secara individu maupun kelompok berdasarkan kenaikan pemahaman yang paling signifikan.

Peran guru dalam proses pembelajaran ini adalah fasilitator yang memberikan motivasi dan membantu kesulitan siswa dalam memahami materi selama berdiksusi, baik dalam kelompok ahli maupun dalam kelompok asal/dasar. Selain itu, guru memberikan bimbingan selama diskusi sampai dengan pengambilan kesimpulan.
Pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terbukti meningkatkan kebermaknaan dala proses belajar mengajar. Karena proses belajar mengajar siswa ikut berperan dalam menggali informasi, menggabungkan informasi sekaligus menarik kesimpulan, walaupun tetap dalam bimbingan dan arahan dari guru. (ra2/ida)

Baca juga:  Tingkatkan Minat Belajar dengan Metode Fun Learning dalam Materi Tematik

Guru SDN 01 Bojongbata, Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya