alexametrics

Asyiknya Menulis dengan Metode Mengarang Beranting

Oleh : Sulistiyawati S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kemampuan membaca dan menulis merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh anak pada tahap pendidikan SD. Terutama pada muatan pelajaran bahasa Indonesia. Pada tahapan ini, anak-anak dibimbing untuk menguasai keterampilan menulis. Salah satunya menulis karangan.

Namun kenyataannya, banyak anak mengalami kesulitan dalam membuat karangan. Penyebabnya karena metode pembelajaran yang digunakan oleh guru masih konvensional sehingga kurang merangsang siswa untuk menulis karangan. Selain itu, kurangnya minat siswa untuk menulis karangan karena dianggap kurang bermanfaat.

Suharsimi Arikunto (2007:4) menyebutkan, beberapa karakteristik siswa dalam pembelajaran dengan metode konvensional sebagai berikut, semangat belajar rendah, mencuri jalan pintas, tidak tahu belajar untuk apa, pasif, dan acuh. Hal ini terjadi di SDN Ngadirejo 01, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Siswa kurang antusias ketika mendapatkan tugas dari guru untuk menulis karangan.

Baca juga:  Belajar Matematika dengan Daring Kombinasi

Siswa biasanya mengalami kesulitan ketika akan menulis kata-kata dalam karangannya. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Untuk mengatasi hal tersebut, maka diperlukan inovasi metode pembelajaran yang tepat sehingga dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan dengan penerapan metode Mengarang Beranting.

Dalam pembelajaran mengarang beranting ini siswa dilatih mengungkapkan sesuatu apa saja (karangan sendiri) lalu menuliskannya dalam beberapa kata dan kalimat yang dilakukan secara beranting. Karena beranting, maka dalam menuliskan karangannya harus disesuaikan dengan karangan teman sebelumnya sehingga hasil akhir karangan atau tulisan akan terpadu dan serasi serta saling berhubungan.

Apabila ada satu siswa yang menulis tidak sejalan atau sealur dengan karangan siswa sebelumnya, maka bisa menyebabkan hasil akhir karangan menjadi acak, rumpang, atau menyimpang. Pilihan metode dan media pembelajaran tergantung dari situasi pembelajaran yang dikehendaki atau diinginkan. Relevansinya disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasarnya.

Baca juga:  Pembelajaran Aktif Tipe The Power of Two Tumbuhkan Sikap Baik

Sebelum melakukan pembelajaran mengarang beranting ini, guru diharapkan memperhatikan langkah-langkahnya terlebih dahulu. Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut, pertama, guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar. Kedua, siswa dibagi dalam beberapa kelompok beranggotakan 8-10 siswa, setiap anggota diberi nomor sesuai urutannya.

Ketiga, guru menyiapkan Lembar Kerja (LK) sejumlah kelompok. LK berisi sebuah kalimat sebagai awalan atau pembukaan sebuah karangan. Keempat, setiap siswa dalam satu kelompok (nomor 1) mendapat tugas untuk meneruskan kalimat awalan tersebut dengan kalimat karangannya sendiri. Setelah selesai LK diberikan kepada siswa nomor 2 dalam kelompoknya.

Kelima, siswa nomor 2 lalu meneruskan kalimat yang telah dibuat oleh siswa nomor 1. Setelah selesai LK diserahkan kepada siswa nomor 3 dalam kelompoknya. Keenam, demikian seterusnya sampai setiap siswa dalam satu kelompok mendapat giliran menulis karangan dalam LK. Ketujuh, setelah selesai, guru menunjuk salah satu kelompok untuk menampilkan atau membacakan hasil tulisannya atau karangannya. Kedelapan, setiap satu kelompok selesai lalu diberi applause, kini giliran kelompok yang lain. Demikian seterusnya sampai seluruh kelompok tampil membacakan hasil karangannya. Kesembilan, evaluasi, meliputi keserasian kalimat, pilihan kata, penggunaan ejaan, tanda baca, dsb. Kesepuluh, kesimpulan.

Baca juga:  Bangkitkan Motivasi Belajar dalam Memahami Materi dengan Bergambar

Demikianlah langkah-langkah dalam pembelajaran mengarang beranting. Melalui pembelajaran mengarang beranting ini penulis dapat menyimpulkan bahwa peserta didik akan lebih bersemangat dan antusias dalam berlatih membuat karangan. Harapannya, dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam membuat karangan. (ra1/ida)

Guru SDN Ngadirejo 01, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya