alexametrics

Ruas Jari Tangan, Meningkatkan Ketrampilan Berhitung Perkalian pada Anak

Oleh : Nanik Setyawati, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perkalian dan pembagian merupakan proses aritmatika dasar. Menurut Auliya (2009:8) perkalian merupakan operasi penjumlahan yang diulang-ulang. Pada anak usia anak sekolah dasar (SD/MI) dipandang perlu untuk menguasai ketrampilan perkalian sebagai dasar pengembangan ilmu matematika berikutnya.

Namun kenyataannya masih banyak anak yang belum terampil menentukan hasil perkalian sebuah bilangan. Perkalian 1 sampai dengan 10 masih banyak yang belum hafal. Memang diperlukan sebuah ketelatenan, keuletan dan keistiqomahan agar anak-anak hafal perkalian 1 sampai 10 tanpa tekanan. Penulis mencoba untuk mewujudkan hal tersebut dengan menggunakan jari tangan.

Pembelajaran matematika di sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah sangat diperlukan alat bantu atau media pembelajaran, mengingat penalaran anak masih bersifat konkrit. Media pembelajaran menurut Latuheru (1988: 14) media pembelajaran adalah semua alat (bantu) atau benda yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, maka dipandang perlu suatu alat bantu dalam peningkatan ketrampilan matematika. Jari tangan digunakan untuk peningkatan ketrampilan matematika pada siswa MI Negeri 4 Magelang. Alloh telah menganugerahkan kita dua tangan dengan 10 jarinya. Kesepuluh jari ini bisa digunakan untuk menghitung hasil perkalian sebuah bilangan.

Baca juga:  Menumbuhkan Perilaku Sosial pada Anak TK melalui Metode Sosio Drama

Berikut disampaikan beberapa langkah yang dilakukan pada peningkatan perkalian dengan menggunakan jari tangan: Langkah awal, guru menjelaskan kepada para siswa perkalian dengan bilangan nol, 1, dan 10. Perkalian bilangan dengan nol hasilnya adalah nol, dengan diberikan berbagai contoh untuk menekankan bahwa semua bilangan jika dikalikan dengan bilangan nol hasilnya akan nol. Demikian juga untuk perkalian dengan bilangan 1, disampaikan bahwa semua bilangan yang dikalikan dengan bilangan 1 hasilnya adalah tetap atau bilangan itu sendiri. Demikian juga untuk perkalian dengan bilangan 10, disampaikan bahwa perkalian sebuah bilangan dengan bilangan 10, cukup diberi tambahan nol 1 dibelakangnya. Sebagai contoh 2 x 10 hasilnya 20, 3 x 10 hasilnya 30 dan seterusnya.

Langkah kedua, perkalian sebuah bilangan dengan bilangan 5. Pada perkalian dengan bilangan 5 dengan cara memasangkan (mengelompokkan) 2 jari. Misalnya 4×5, 4 jari dibuka lalu dikelompokkan dua-dua sehingga terdapat 2 kelompok. Setiap kelompok nilainya 10. Jadi hasil dari 5×4 adalah 20. Demikian seterusnya untuk bilangan lain dikalikan dengan 5.

Baca juga:  Plotagon Atasi Kebosanan Siswa Belajar di Masa Pandemi Covid-19

Langkah ketiga, perkalian dengan bilangan 2, 3, dan 4. Dalam perkalian 2, 3, dan 4 ini kita gunakan ruas-ruas jari. Jika perkalian dengan 2 maka setiap jari ada 2 ruas. Perkalian dengan 3 setiap jari ada 3 ruas, demikian pula perkalian dengan 4 maka setiap jari ada 4 ruas. Sebagai contoh 4×2, kita buka 4 jari, setiap jari dihitung 2 ruas sehingga jumlahnya 8 ruas. Jadi hasil dari 4×2 adalah 8. Contoh lagi 3×4, buka 4 jari, setiap jari ada 3 ruas, lalu dihitung banyak ruas dari 4 jari tersebut. Jumlah seluruh ruas ada 12, jadi hasil dari 4×3 adalah 12. Begitu juga seterusnya untuk perkalian dengan 4.

Langkah keempat, disampaikan perkalian dengan bilangan 6, 7, 8 dan 9. Untuk perklian ini kita sampaikan cara membuat bilangan 6, 7, 8, dan 9 dengan jari. Bilangan 6 jari dilipat satu, bilangan 7 dilipat 2, bilangan 8 dilipat 3, dan bilangan 9 dilipat 4. Contoh, kila akan mencari hail perkalian 7×8 maka talah satu tangan membentuk angka 7 dan tangan yang lain membentuk angka 8, jari yang dilipat dihitung jumlahnya ada berapa (ada 5 sebagai puluhan) dan jumlah jari yang berdiri tegak pada tangan kanan dikalikan dengan jumlah jari yang berdiri tegak di tangan kiri hasil sebagai satuan. Jari yang berdiri tegak disebelah kanan ada 3 dan di tangan kiri jari yang berdiri ada 2. Hasil kalinya 6 (ebagai atuan). Dengan demikian 7×8 hasilnya 56.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Membaca Teks dengan Metode Make a Match

Di samping cara di atas, juga dipandang perlu untuk melakukan drill guna memperlancar dan mengingatkan siswa tentang perkalian. (ms1/ton)

Guru kelas MI Negeri 4 Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya