alexametrics

Outdoor Study, Pembelajaran IPS Menyenangkan dan Aman di Masa PTM Terbatas

Oleh : Muryadi, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Situasi pandemi terus menunjukkan tren perbaikan. Khususnya di Jawa karena itu pemerintah mendorong penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk mengurangi risiko dampak sosial negatif berkepanjangan. Adapun dampaknya tidak hanya pada kualitas pendidikan, tetapi juga tumbuh kembang dan hak anak.

Pendidikan IPS di sekolah pada dasarnya bertujuan mempersiapkan peserta didik (skill), sikap dan nilai (attitude and values) yang dapat digunakan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah pribadi maupun masalah sosial serta kemampuan mengambil keputusan dan partisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan agar menjadi warga yang baik (Spriya, 2010:12).

Untuk mencapai hasil pembelajaran IPS yang maksimal, perlu diterapkan inovasi pembelajaran yang tepat. Yaitu yang dapat meningkatkan motivasi belajar, kreativitas, siswa merasa nyaman, tidak membosankan dan pembelajaran lebih menyenangkan serta meningkatkan hasil belajar.

Kenyataan yang dihadapi pembelajaran IPS sering dirasakan sulit, jenuh, dan membosanan oleh siswa. Karena IPS bersifat hafalan dan guru belum dapat menerapkan metode pembelajaran yang tepat.

Baca juga:  Menguasai Descriptive Text Menggunakan Student Teams Achievement Division

Setidaknya, sesuai dari sisi materi atau pokok bahasan pembelajaran pada level kompetensi dasar (KD) yang diajarkan oleh guru yang bersangkutan. Guru justru masih banyak berceramah di depan kelas, sehingga hasil belajar yang diperoleh masih banyak di bawah KKM.

Rendahnya hasil belajar IPS tersebut juga dialami siswa kelas IX C SMP Negeri 41 Semarang. Dilihat dari hasil penilaian harian (PH) pada KD.3.1 Kondisi geografis Benua Asia dan Benua lainnya. Maka, guru harus melakukan inovasi pembelajaran, terutama pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Salah satu inovasi tersebut yaitu guru menerapkan metode outdoor study agar siswa merasa lebih aman, nyaman, senang, dan kreatif serta dapat meningkatkan hasil belajarnya.

Pelaksanaan pembelajaran IPS dengan outdoor study, guru mengajak siswa belajar di luar kelas dalam mengerjakan tugasnya sambil melihat, mengamati, dan merasakan peristiwa secara langsung di lapangan atau lokasi yang digunakan sebagai sumber belajar.

Baca juga:  Menciptakan Suasana Kelas yang Nyaman

Peran guru sebagai motivator. Artinya guru sebagai pemandu agar siswa belajar secara aktif, kreatif, aman dan akrab dengan lingkungan. Pada kegiatan pembelajaran awal yang dilakukan guru antala lain guru mengajak siswa ke lokasi di luar kelas; Guru memberi salam dan memotivasi pada siswa tentang pentingnya lingkungan sebagai sumber belajar, termasuk manfaat sumber daya alam yang ada di Benua Asia (Indonesia) terutama disekitar kita.

Kemudian pada kegiatan inti yang harus dilakukan oleh guru dan siswa antara lain: masing-masng kelompok berpencar pada lokasi yang sudah ditentukan dan diberi waktu sekitar 20 menit untuk mengerjakan tugas. Guru membimbing siswa selama pengamatan di lapangan.

Setelah selesai melakukan pengamatan, siswa disuruh berkumpul kembali untuk mendiskusikan hasil pengamatannya. Guru memandu diskusi siswa diberi kesempatan memberi tanggapan. Waktu yang disediakan sekitar 20 menit.

Baca juga:  Tingkatkan Semangat Belajar Matematika dengan Ice Breaking

Sedangkan kegiatan akhir pada pembelajaran dengan outdoor study adalah guru memberikan kesempatan kepada siswa mengungkapkan hambatan/kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran. Guru mengambil kesimpulan bersama siswa.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yaitu dalam kerja kelompok cenderung siswa tertentu saja yang bekerja, konsentrasi siswa mudah sekali beralih karena di luar kelas seringkali banyak gangguan. Misalnya suara bising, orang yang hilir mudik, cuaca di luar kelas yang tidak menentu seperti hujan atau angin.

Kesimpulannya, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan menggunakan metode outdoor study adalah langkah tepat. Karena siswa merasa aman, nyaman dan tidak bosan sehingga hasil pembelajaran IPS meningkat. Terutama pada materi kondisi geografis Benua Asia dan benua lainnya. Terbukti, siswa mendapat nilai di atas KKM sebanyak 85 persen dari 32 siswa. (ms1/lis)

Guru SMP Negeri 41 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya