alexametrics

Ice Breaking untuk Membangkitkan Minat Belajar Peserta Didik

Oleh : Ardhiana Dian Pratiwi, S.Kom

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Banyak yang merasakan dampak pandemi Covid-19. Dunia pendidikan pun juga terkena imbasnya. Poses pembelajaran di sekolah kurang maksimal. SMP Negeri 7 Pekalongan juga merasakan dampak yang sama. Namun, pembelajaran harus tetap berjalan meskipun dengan kebiasaan baru untuk menghadapi perubahan yang terjadi.

Kota Pekalongan saat ini sudah diperbolehkan untuk melaksanakan tatap muka, walaupun terbatas. Dalam tatap muka terbatas ini peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

Pembelajaran dilakukan secara daring dan luring. Anak yang berangkat sekolah digilir, tidak setiap hari berangkat. Jika tidak berangkat ke sekolah, anak-anak tetap belajar secara daring.

Pembelajaran daring yang berlangsung lebih dari satu tahun ini membuat peserta didik jenuh. Hal ini terlihat dalam mengikuti pembelajaran secara daring peserta didik kurang responsif terhadap pelajaran. Peserta didik kurang memanfaatkan fitur di handphone untuk mengikuti pembelajaran daring. Peserta didik lebih senang menggunakan handphone untuk bermain. Misal untuk bermain game, sosmed dan lainnya. Pembelajaran diikuti oleh beberapa peserta didik yang aktif saja.

Baca juga:  Ciptakan Minat Belajar Penjas pada Pesdik dengan Gaya Komando

Ketidaktepatan waktu dalam mengikuti pembelajaran pun acap kali terjadi. Peserta didik hanya mengisi presensi kehadiran tanpa menghiraukan materi atau tugas yang diposting guru dalam Google Classroom.

Keadaan seperti ini menggugah keprihatinan penulis sebagai seorang guru. Penulis berpikir cara membangkitkan semangat belajar peserta didik. Akhirnya muncul ide menggunakan ice breaking di awal pembelajaran.

Ice breaking merupakan sentuhan aktivitas yang dapat digunakan untuk memecahkan kebekuan, kekalutan, kejemuan, dan kejenuhan suasana sehingga menjadi mencair dan suasana bisa kembali pada keadaan semula (lebih kondusif) (http://duniapendidikan.co.id). Penulis menggunakan ice breaking dalam materi dampak positif dan negatif adanya internet bagi peserta didik kelas IX SMP Negeri 7 Pekalongan.

Ice breaking ternyata sangat menarik perhatian peserta didik karena mengundang respons positif bagi para peserta didik. Dengan mengawali pembelajaran menggunakan ice breaking di WhatsApp grup para peserta langsung menyimak, mengikuti dan merespons apa yang disampaikan guru.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Membaca Teks dengan Metode Make a Match

Padahal sebelum menggunakan ice breaking, sapaan guru di WhatsApp grup hanya direspons oleh beberapa peserta didik. Ice breaking yang disajikan semula berupa tebak gambar, merangkai kata, dan akhirnya menuju ke materi yang akan disampaikan. Misalnya, menyebutkan dampak positif dan negatif internet.

Peserta didik langsung merespons apa yang disampaikan guru dan berani menuliskan pendapat mereka mengenai dampak positif dan negatif internet bagi pelajar. Ice breaking memacu semangat anak-anak. Jika ada peserta didik yang tertinggal dalam pembelajaran langsung menghubungi guru secara pribadi untuk memberikan jawaban dari pertanyaan yang diberikan pada saat pembelajaran.

Pada pembelajaran berikutnya, peserta didik juga sudah menunggu untuk mengikuti pembelajaran. Mereka tertarik mengikuti pembelajaran yang diawali dengan ice breaking. Jadi, penulis selalu menyiapkan materi ice breaking agar anak-anak tidak bosan dalam mengikuti materinya. Ice breaking digunakan hanya di awal pembelajaran, misalnya 15-20 menit pertama. Lalu peserta didik diminta menyimak materi pembelajaran yang telah disiapkan di Google Classroom.

Baca juga:  Tingkatkan Minat Belajar Sejarah dengan Kunjungan ke Perpustakaan

Jadi ice breaking tidak digunakan full dalam pembelajaran. Presensi dan tugas di Google Classroom juga cepat direspons oleh peserta didik. Akhirnya peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran. Jika kurang paham dengan tugas atau materi yang disampaikan mereka lebih berani bertanya kepada gurunya.

Akhirnya guru merasa senang melihat antusias peserta didiknya untuk belajar. Ice breaking mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik. Namun guru tetap mencari inovasi pembelajaran yang lain agar tidak membosankan. Guru tetap berusaha mencari pembaruan untuk menciptakan pembelajaran menyenangkan bagi peserta didiknya. (ms1/lis)

Guru TIK SMP Negeri 7 Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya