alexametrics

Menggambarkan Dunia di Kelas Menggunakan Puzzle

Oleh : Pujiyanto Slamet, S. Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan pembelajaran tidak semudah yang dibayangkan. Kalau kita beranggapan tugas guru hanyalah ceramah, menyampaikan materi kemudian salam dan pulang, maka anggapan itu keliru.

Pembelajaran bukan sekadar transfer of knowledge yang tidak memperhatikan kondisi yang dialami oleh peserta didik. Manusia bukanlah robot yang bisa diatur menurut kehendak pemiliknya. Semua itu mengharuskan penanganan yang berbeda antara masing-masing individu. Dibutuhkan keahlian khusus bagi pendidik untuk memahami segala situasi yang terjadi pada peserta didiknya.

Untuk itulah model dan pendekatan dalam pembelajaran harus dipelajari masing-masing pendidik, agar proses pembelajaran menjadi lancar dan sukses.
Dengan mengetahui alat dan media pembelajaran, dapat memecahkan masalah yang timbul dalam kegiatan belajar mengajar.

Mengetahui media dan alat apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran dapat menumbuhkan kegiatan pembelajaran yang asyik, aktif dan kreatif. Mengetahui bermacam dan alat media pembelajaran juga dapat membantu pendidik mengombinasikan alat dan media pembelajaran dalam kelas sehingga dapat diterima oleh semua peserta didik yang memiliki perbedaan intelektual, psikologis dan biologis.

Baca juga:  Asyik Belajar Tumbuhan Hijau dengan Pemanfaatan Alam Sekitar

Proses belajar mengajar tidak lepas dari dua unsur yaitu metode mengajar dan media pengajaran. Kedua aspek ini sangat berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai. Media sangat berperan dan berpengaruh terhadap kepahaman belajar baik dari proses pembelajaran relansi dan manfaat yang dapat diambil dari media baik untuk siswa atau guru.

Alat pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk membantu pencapaian tujuan pembelajaran. Sedangkan alat bantu pendidikan dalam Strategi dan Metode Pembelajaran (Zaenal Mustaqim, 2017:158) adalah alat yang mempermudah dalam penyampaian bahan pendidikan atau pengajaran.

Alat bantu ini sering disebut alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan meragakan sesuatu dalam proses pengajaran. Alat peraga ini disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan pada setiap manusia itu diterima atau ditangkap oleh panca indra.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Teks Eksplanasi dengan Metode Jigsaw

Dalam Dasar-Dasar Kependidikan (Ramayulis, 2009:186) dengan alat/media maka tradisi lisan dan tulisan dalam proses pembelajaran dapat diperkaya dengan berbagai alat/media pengajaran. Dengan alat/media pengajaran, guru dapat menciptakan berbagai situasi kelas, menentukan metode pengajaran yang akan dipakai dalam situasi yang berlainan. Dan menciptakan iklim yang emosional yang sehat di antara murid-muridnya bahkan alat/media pengajaran ini selanjutnya membantu guru “membawa” dunia ke dalam kelas.

Pada mata pelajaran IPS dengan materi kenampakan alam di kelas 3 SD Negeri Soronalan 2, Kabupaten Magelang, penulis menggambarkan dunia di kelas menggunakan puzzle. Puzzle adalah media yang dimainkan dengan cara bongkar pasang. Di samping sebagai sarana bermain, puzzle juga mempunyai sisi edukasi. Di antaranya untuk melatih konsentrasi, ketelitian, koordinasi mata dan tangan, serta memperkuat daya ingat.

Skenario pembelajaran yang dilakukan mula-mula guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok dibagikan 3 buah amplop yang berisi puzzle kenampakan alam (sungai, danau, laut, gunung, lembah dan pegunungan). Kemudian masing-masing kelompok berlomba menyusun puzzle kenampakan alam tersebut.
Kelompok yang sudah bisa merangkai puzzle dengan benar, akan langsung menempelkan puzzle tersebut di papan tulis. Setelah semua puzzle tertempel di papan tulis, perwakilan kelompok akan mempresentasikan hasilnya sesuai urutan menempel di papan tulis.

Baca juga:  Generasiku Tentukan Kualitasmu

Pemenang dari permainan ini adalah kelompok yang paling cepat menyelesaikan puzzle dengan benar. Pemenang akan memperoleh bintang dari guru. Selanjutnya guru dan siswa akan mempelajari kenampakan alam dari puzzle-puzzle yang ada di papan tulis.

Dengan penggunaan puzzle ini, guru dapat membawa dunia ke dalam kelas. Sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa dan semua siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran. Pada akhirnya prestasi siswa kelas 3 SD Negeri Soronalan 2 materi kenampakan alam menjadi baik dan berada di atas KKM. (pm2/lis)

Guru SD Negeri Soronalan 2, Kec. Sawangan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya