alexametrics

Komik Bervisi Etis untuk Belajar IPA

Oleh : Siswanto, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong manusia untuk berpikir lebih maju dan terbuka. Salah satu usaha yang mendukung berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pendidikan ialah dengan menciptakan kegiatan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Sehingga siswa memiliki pengetahuan yang luas, sikap yang baik dan memiliki keterampilan hidup. Seperti halnya dalam kegiatan pembelajaran IPA.

Pembelajaran IPA dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. Serta mampu mengembangkan dan menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah (Depdiknas, 2006: 484).

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran IPA menekankan terjadinya keseimbangan dalam penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Aspek sikap atau karakter siswa menjadi sorotan yang utama pada pelaksanaan dan hasil dari kegiatan pembelajaran. Hal tersebut ditegaskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Pendidikan karakter ditempatkan sebagai landasan untuk mewujudkan visi pembangunan nasional, yaitu mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila (Kemendikbud, 2011:1).

Baca juga:  Pentingnya Memahami Etika Komunikasi dalam Pembelajaran Jarah Jauh

Penggunaan bahan ajar yang menarik tentu akan membuat tujuan pembelajaran tercapai dengan optimal, baik dari aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal bila bahan ajar yang digunakan menarik, inovatif dan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. Salah satu pilihan bahan ajar yang dapat digunakan yaitu dengan membuat bahan ajar berbentuk komik.

Pemilihan komik sebagai bahan ajar karena komik merupakan bacaan yang menarik dan disukai siswa. Hasil penelitian Versaci (2001) mengemukakan bahwa penggunaan komik dalam proses pembelajaran dapat melatih keterampilan berfikir kritis dan analitis. Melalui komik proses pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa karena menimbulkan rasa ingin tahu siswa untuk menyimpulkan tentang apa yang telah dipelajari dari komik yang telah dibacanya.

Baca juga:  Memegang Kerikil Tingkatkan Kemampuan Servis Bawah dalam Permainan Bola Voli

Selain itu, bahan ajar komik juga dipadukan dengan Sains, Environment, Technology, and Society (SETS) atau bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat (Salingtemas). Komik membuat siswa menjadi tertarik untuk belajar dan memperbaiki minat baca siswa. Sedangkan SETS, menambah konten muatan pada komik menjadi lebih kaya sehingga menjadi lebih bermakna bagi siswa, dan sangat cocok bila konten di dalamnya bermuatan IPA. Pelaksanaan pembelajaran bervisi SETS, guru dan siswa dapat mengambil berbagai contoh serta fakta yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Dapat dikaitkan secara terpadu dalam pengenalan atau pembelajaran konsep IPA terkait dengan unsur teknologi, lingkungan, dan masyarakat.

Pemanfaatan bahan ajar komik bervisi SETS juga digunakan oleh penulis dalam mengajarkan materi IPA di SDN 2 Patalan. Pembelajaran bervisi SETS mampu mendorong keingintahuan dan inisiatif siswa untuk selalu mengaitkan unsur sains dengan ketiga unsur yang lainnya.

Baca juga:  Asyiknya Home Learning Matematika dengan Video Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran bervisi SETS, guru dan siswa dapat mengambil berbagai contoh serta fakta yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Dapat dikaitkan secara terpadu dalam pengenalan atau pembelajaran konsep IPA terkait dengan unsur teknologi, lingkungan, dan masyarakat sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

Penggunaan komik bervisi SETS dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memandang sesuatu secara terintegratif dengan memperhatikan keempat unsur SETS. Sehingga siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang keterkaitan pengetahuan konsep IPA dengan unsur lingkungan, teknologi, dan masyarakat serta memiliki karakter yang berkepribadian unggul, berakhlak mulia dan menjunjung tinggi nilai-nilai ke-Indonesiaan secara menyeluruh. (pm2/lis)

Guru SDN 2 Patalan, Blora

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya